In Berita

Manfaatkan Momen Puasa, XL-Carrefour Kerjasama Jual RBT



Jakarta, Bisnis Global (18/7) - PT XL Axiata Tbk (XL) bekerjasama dengan PT Trans Retail Indonesia pasarkan konten dan aplikasi musik. Peluncuran penjualan (Ring Back Tone) RBT di Carrefour seluruh Indonesia ini merupakan strategi XL dalam manfaatkan momen puasa dan menjelang hari raya.
General Manager Content and Application XL Revie Sylvia Andriani Dewi mengatakan, kerjasama sengaja digagas oleh XL karena Carrefour merupakan pusat perbelanjaan yang ramai dan modern. “Sebenarnya kami sudah lama bicarakan kerja sama ini. Tapi memang baru meluncurkannya sekarang karena momen puasa juga ya. Kebutuhan orang belanja kan jadi tinggi,” katanya.

Revie juga menambahkan bahwa saat ini bisnis penjualan lagu dalam bentuk compact disk (CD) dan dijual di toko-toko musik tidak lagi begitu populer. “Penjualan CD Musik sekarang tidak dilakukan di toko lain. Tapi melalui alternatif channel, bahkan penjualan di fast food. Transaksi penjulanan di channel tersebut terbilang signifikan, bahkan adala salah satu atyis yang berhasil menjal 1 juta copy,” katanya.

Dalam kerja sama tersebut, kasir Carrefour akan menawarkan kepada pelanggannya apakah kembalian uang kecilnya mau dialokasikan untuk membeli RBT atau tidak.
“Nah, uang kembalian kecil itu daripada ditukar dengan permen, sekarang bisa dialihkan untuk digunakan membeli RBT dari XL. Untuk kembalian Rp500 saja kita sudah bisa membeli RBT untuk dua hari,” katanya mencontohkan.

Jusak Sutiono, perwalikan label musik mengakatakan bahwa langkah XL membuka penjualan konten di hipermarket seperti Carrefour merupakan langkah cerdas. “Kami mendukung semuanya. Ini sebuah langkah konkrit yang kreatif dalam mendukung musik Indonesia, dan juga sebagai salah satu upaya untuk meyakinkan masayarakat bahwa RBT adalah produk yang aman dan mengutamakan kualitas,” katanya.
(BG/Ema)

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Berita

Telkom Indonesia & Telkomsel Terima Penghargaan Asia Pacific ICT Awards 2013

Jakarta, Bisnis Global (18/7) – Dua perusahaan telekomunikasi Indonesia, Telkom Indonesia dan Telkomsel mendapat penghargaan di Asia Pacific ICT (Information Communication and Technology) Awards. Dalam acara yang diselenggarakan Frost & Sullivan di St. Regis Singapura ini, kedua perusahaan itu diapresiasi sebagai perusahaan terbaik di sektor teknologi dan komunikasi Asia Pasifik.

Telkom Indonesia terpilih sebagai Frost & Sullivan 2013 Service Provider of The Year. Partner and Managing Director, Frost & Sullivan Asia Pasifik Manoj Menon mengatakan penghargaan tersebut dianugerahkan setiap tahunnya kepada perusahaan dengan cakupan layanan telekomunikasi yang luas.

“Layanan telekomunikasi yang didapat Telkom Indonesia itu mulai dari layanan telepon kabel tetap (fixed wireline), layanan telepon nirkabel tetap, layanan telepon selular, layanan jaringan dan interkoneksi, layanan internet hingga layanan penyimpanan data,” katanya.

Sementara itu, Telkomsel Indonesia berhasil membawa pulang penghargaan Frost & Sullivan 2013 Wireless Service Provider of The Year.

Dilaksanakan pertama kali pada tahun 2004,  Frost & Sullivan Asia Pacific ICT Awards yang berlangsung setiap tahun dan telah menginjak tahun kesepuluh ini menganugerahkan 36 penghargaan termasuk 5 kategori penghargaan baru kepada perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor teknologi informasi dan komunikasi  di kawasan Asia Pasifik. Kelima kategori baru tersebut adalah Most Innovative Telecom OSS/BSS Vendor of The Year, Mobile Advertising Company of The Year, UC as a Service Vendor of The Year, Mobile Commerce Service Provider of The Year, dan The Beyond Connectivity Service Provider of The Year.

Penghargaan-penghargaan tersebut ditujukan untuk mengidentifikasi dan menghargai kinerja para perusahaan dan individu yang telah menerapkan best practices, serta menunjukkan adanya komitmen, ketekunan, dan strategi-strategi bisnis inovatif yang dibutuhkan untuk bertahan di tengah persaingan global.

“Frost & Sullivan bangga  dapat menyelenggarakan Asia Pacific ICT Awards selama 10 tahun berturut-turut. Ketika dilaksanakan pertama kali pada tahun 2004, kami ingin agar acara ini menjadi menjadi ajang penghargaan yang paling ditunggu-tunggu oleh komunitas bisnis ICT di Asia Pasifik. Kami sangat bahagia karena respon terhadap acara penghargaan ini telah melebihi ekspektasi kami,” papar Manoj.

“Frost & Sullivan bangga  dapat menyelenggarakan Asia Pacific ICT Awards selama 10 tahun berturut-turut. Ketika dilaksanakan pertama kali pada tahun 2004, kami ingin agar acara ini menjadi menjadi ajang penghargaan yang paling ditunggu-tunggu oleh komunitas bisnis ICT di Asia Pasifik. Kami sangat bahagia karena respon terhadap acara penghargaan ini telah melebihi ekspektasi kami,” papar Manoj Menon, Partner and Managing Director, Frost & Sullivan Asia Pasifik. (BG/Ema)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Berita

Agus Joko Pramono Disumpah Jabatan sebagai Anggota BPK RI

Agus JokoPramono disumpah jabatan sebagai Anggota BPK RI
Jakarta, Bisnis Global (1/8)- Agus Joko Pramono disumpah jabatan sebagai Anggota BPK RI hari ini untuk masa jabatan 2013-2014 di Auditorium BPK, Jakarta. Agus terpilih sebagai pejabat BPK Pengganti Antar Waktu menggantikan Taufiqurrahman Ruki yang pensiun pada 18 Mei 2013 lalu.
Dalam acara itu, Agus mengucapkan sumpah yang dipandu oleh Ketua BPK Hadi Poernomo disaksikan Wakil Ketua BPK Hasan Bisri dan para anggota BPK lainnya, pemimpin lembaga negara, para menteri, dan beberapa tamu.
Seusai mengucapkan sumpah dan penandatangan jabatan, pria kelahiran Palembang, 1 Agustus 1972 ini mengatakan ingin menjadikan BPK sebagai katalisator dalam pencapaian tujuan bernegara.
"Kita lihat peran sentral BPK ini ya, kita menjadi penghubung berbagai kebijakan berbagai antar lembaga dalam bernegara. Selama ini Anda lihat, presiden membaca laporan, menteri juga begitu. Pertanyaannya apakah laporan itu terdistorsi, preside dan menteri tidak tahu. Yang tahu itu kan BPK, karena kita membacanya berdasarkan role data. Jadi sebenarnya kalau secara kelembagaan, BPK pasti tahu kondisi riil republik ini, tidak berdasarkan laporan, tapi data mentah," kata lulusan Sekolah Tinggi Akutansi Negara ini.
Dengan begitu, kata Agus, dirinya bisa mengarahkan kebijakan di seluruh instansi republik ini agar inline dengan tujuan kenegaraan, terkait positioning BPK.
Menyoal singkatnya waktu menjabat Agus, hanya satu tahun, ia mengatakan dirinya sudah memahami bisnis proses di tubuh BPK.
"Jadi, saya tentu bisa lebih cepat dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam pencapaian tujuan BPK. Dengan demikian, waktu akan menjadi salah satu constrain, tapi dengan pencapaian yang lebih baik, mudah-mudah akan bisa dicapai sesuai waktunya," ujarnya.
Dalam menduduki kursi bekas Taufiqurrahman Ruki itu, tahap awal yang akan dilaksanakan Agus adalah memperbaiki penetapan konteks sasaran, adalah konteks sasaran yang sudah dibuat oleh Ruki.  Sasaran, katanya, sudah dibuat oleh periode sebelumnya, tentu ia tinggal melanjutkan dan membenahi mana yang jadi penghambat di pengurusan kemarin.
"Misalnya masalah IT, kecepatan auditor dalam penggunaan IT, meningkatkan kapasitator IT dalam kontekstual permasalahan. Karena ujung tombak dari BPK adalah audit," akunya.
Tidak hanya itu, permasalahan seperti Hambalang yang kasusnya saat ini sedang tahap pengembangan audit BPK, Agus mengatakan dalam mempercepat penyelesaian masalah di titik reporting itu kan konteksnya dari mulai prosesnya dari mulai perencanaan, pelaksanaan, sampai pelaporan.
"Dalam spesifikasi yang lebih runcing, saya belum bisa bicara karena saya harus duduk dulu, lihat dulu permasalahan detailnya. Tapi, secara teori, kalau kami siapkan SDM-nya dan pendukung lainnya, tentu proses permasalahan tersebut akan lebih cepat selesai," tutur Agus. [e]
(BG/Ema)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Berita

OPPO Jumpa Fans dengan Ofans

Oppo Mobile
Jakarta, Bisnis Global (29/7) - OPPO Smartphone asal Cina Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengna makna berbagi. Dengan membawa semangat berbagi itu, OPPO mengundang para pengguna setia dan penggemar OPPO Smartphone yang biasa dipanggil Ofans dalam sebuah kegiatan yang bertajuk “OPPO Community Gathering”.

CEO OPPO Indonesia Jet Lee berterima kasih kepada semua fans OPPO selama ini atas dukungannya menyukai produk-produk OPPO. 

“Bagi OPPO, Ofans tidak hanya sekadar pelanggan atau penggemar, tapi juga bagian dari keluarga yang turut serta berpartisipaso dalam kesuksesa OPPO sekarang dan di masa mendatang,” puji Jet Lee.

Kepedulian OPPO terhadap Ofans juga ditandai dengan diadakannya “Frame Orama” yang meruapakn sebuah kontes fotografi yang berbasis digital di mana para peserta diminta untuk berbagi momen Ramadhan mereka melalui foto dan diupload melalui microsite frameorama.oppomobile.co.id.

“Kami mengambil esensi Ramadhan, yaitu berbagi, sebagai konsep dasar dari kontes foto ini. Peserta diharapkan dapat berbagi momen-momen istimewa mereka saat Ramadhan dengan teman, sahabat, dan keluarga melalui media sosial,” ujar  Brand Director OPPO Indonesia Ivan Lau di Le Meridian, Jakarta.

Seperti diketahui, OPPO smartphone baru masuk Indonesia tahun ini. Persuhaan asal Cina ini baru memulai debutnya di dunia ponsel pintar sejak 2008. Kini, selain di Indonesia, OPPO juga  menyebarkan produk-produknya di Amerika Utara, Eropa, dan Asia.  [e]
(BG/Ema)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Mencatatnya My Life

18. Halo, Ibu!

Kepala sekolah di Banjit itu sedang ada di Bekasi. Menengok anak-anaknya yang sedang merantau, jauh dari tanah Lampung yang penuh bukit-bukit. Memberi pelukan nyata yang tertahan ribuan kilo meter. Mengusap rambut ketiga anaknya, lembut—mengalahkan sampo dari Perancis.

Si ibu itu mungkin berkerudung. Kesehariannya mengajar menggunakan seragam safari. Setiap pagi ia datang ke sekolah, mengurus ini-itu selaiknya pimpinan sebuah sekolah. Ia, dengan tekun menjalani hari-harinya, mengajar, merawat rumah, mendoakan ketiga anaknya, bahkan sampai menitikkan air mata sehabis solat, berdoa semoga anak laki-laki pertamanya di Ciputat agar kuliah dengan lancar, karir bermusiknya tetap bersahaja, dan bertindak sebagaimana orang dewasa. Untuk kedua anaknya yang lain pun begitu. Semoga menjadi laki-laki yang tidak lagi mengecewakan seperti tersangkut kasus setahun belakangan ini. Untuk si perempuan bontot, supaya masakannya makin ciamik dan lezat.

Ibu, aku tidak tahu siapa namamu. Penilaianku di atas pun hanya berdasarkan asumsi-asumsi saja. Tapi percayalah, ada hal yang aku yakini sampai saat ini tentangmu. Kata anakmu—setahun lebih yang lalu—engkau adalah wanita tegar. Dengan kepergian suamimu yang amat tidak gentle, aku tahu ada titik dalam dari kesabaranmu tengah diuji. Dan aku tahu, engkau berjuang untuk itu. Untuk bisa menjadi wanita tegar.

Tahukah engkau, aku tak pernah merasa kecewa atas semua cerita-cerita yang anakmu ucapakan padaku. Kupingku tak pernah memerah tentangmu. Yang ada, hatiku panas membayangkan kelakuan suamimu, raja yang tega meninggalkan permaisuri dan ketiga anaknya. Mataku sering merasa panas dan berair jika membayangkan itu. Aku merasakan bagaimana anakmu yang kini menjadi keyboardis itu bibirnya kelu saat menceritakan itu semua, bu. Kabar terakhir yang kudengar suami kembali lagi. Dan aku menunggu kelanjutan dari berita besar itu. Aku ingin tahu sikapmu terhadap laki-laki yang sudah melukai hatimu itu. Aku ingin mendengarnya langsung dari bibirmu, bu. Mungkin nanti dengan penuh kasih, menceritakan juga bagaimana ketegaran hatimu.

Halo, ibu! Salam kenal dariku—yang ingin sekali belajar menjadi wanita tegar sepertimu. Adakah engkau mampir ke Ciputat?

Ciputat, 20 Juni 2013

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Berita

Teknologi dan Era Baru Mencari Kerja

Jakarta, Bisnis Global (26/3) - Abad ke-21 sudah berjalan selama 13 tahun. Selama itu pula, kemajuan teknologi terus berkembang, yang ditandai dengan maraknya kehadiran perangkat mobile seperti smartphone dan tablet. Kecanggihan gadget tersebut membuat pencarian kerja kini lebih mudah diakses melalui situs atau website secara online.

Kondisi ini sudah barang tentu membuat para pencari kerja atau job seekers meninggalkan cara lama. Mereka tak lagi mencari halaman lowongan kerja, seperti di Harian Kompas setiap hari Sabtu, atau membeli tabloid khusus penyedia lowongan kerja.

Ariadi-Anaya,-Managing-Director-jobsDB-Indonesia
Foto oleh Ema
Tak ayal, salah satu pemimpin pasar untuk portal pencari kerja online di kawasan Asia—jobsDB—memanfaatkan momentum dengan menjadi “ibu” bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan, karir, dan penghasilan yang sesuai harapan.

Menurut CEO JobsDB Group, Andrian Chng, keinginan untuk menjadi window of the world sudah dibuktikan dengan menjadi pelopor layanan situs mobile sejak setahun lalu. Untuk itu, JobsDB akan terus berinvestasi, demi menciptakan dan meningkatkan layanan teknologi digital yang berkualitas bagi job seekers.

“Dengan layanan situs mobile (jobsDB.com), kami berharap mereka bisa mengakses dan mengeksplorasi berbagai macam kesempatan kerja yang ada di jobsDB kapan saja dan di mana saja,” ujar Adrian, dalam Temu Media di Shangri-La, Jakarta (26/3).

Kemudahan dan kecepatan ini berimbas pada jumlah pengakses situs lowongan kerja jobsDB Indonesia dengan menggunakan perangkat mobile mencapai 266 %, terhitung sejak Januari 2006 hingga Januari 2013. “Pertumbuhan dalam 2 tahun naik 3 kali lipat,” kata Ariadi Anaya, Managing Director jobsDB Indonesia, dalam acara yang sama.

Menurut Ariadi, meningkatnya pengakses lowongan kerja karena perekonomian Indonesia sedang kukuh lebih baik. Hal itu selaras dengan keinginan job seekers  yang mendambakan hidup lebih baik.


Logo Baru, Semangat Baru
Tak hanya melansir sebuah riset dan survey, dalam acara tersebut jobsDB juga memperkenalkan logo barunya sebagai representasi dari semangat baru yang ingin disampaikan kepada job seekers.

“Kami ingin bertransformasi dari konsep lama yang logonya terkesan kaku dan formal menjadi identitas baru yang lebih segar, enerjik, dan berjiwa muda,” ungkap Ariadi.

Dalam logo baru tersebut, juga terdapat 16 logo yang menggambarkan 16 jenis pekerjaan potensial bagi para job seekers serta paling dibutuhkan oleh para perusahaan rekanan jobsDB. Dari ke-16 jenis pekerjaan tersebut, posisi Administrasi, IT, Sales, Marketing, dan Finance menjadi yang terfavorit.

Menurut Ariadi, 16 logo itu adalah langkah untuk memudahkan job seekers menemukan dan menyadari potensinya. “Banyaknya info lowongan kerja di dunia maya justru memusingkan jobseekers, the more information, the more confused, tandasnya.

Perubahan logo juga menandai  dimulainya era baru kerja sama yang erat antara jobsDB dengan SEEK—sebuah perusahaan portal pencari kerja terbesar di Australia yang telah resmi memiliki mayoritas saham dari jobsDB.

“Ke depan, tidak hanya logo kami yang baru, namun kami juga sedang mempersiapkan serangkaian produk dan inovasi baru yang bisa meningkatkan kepuasaan para pengguna layanan kami,” janji Ariadi.

Seperti diketahui, JobsDB berkantor di Indonesia, Malaysia, HongKong, Singapura, Thailand, dan Philipina. Di Indonesia sendiri sudah ada sejak tahun 1998 dan selama 9 tahun menjadi leader sebagai tempat mencari lowongan pekerjaan, sesuai dengan mottonya, “Ada yang lebih baik di luar sana. Di sinilah kamu menemukannya”. So, let’s explore! [d]

(BG/Ema)

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Kumpulan berita-berita Ema


Premi Prudential Indonesia Meningkat 30 Persen

Jakarta, Bisnis Global (2/4)- PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menutup buku di tahun 2012 dengan total pendapatan premi yang meningkat sebesar 30 persen atau menjadi Rp19,3 triliun setelah sebelumnya di tahun 2011 sekitar Rp14,8 triliun.

Selain itu, pendapatan premi bisnis baru Prudential juga meningkat dari Rp7,9 triliun menjadi Rp9,9 triliun atau sekitar 24 persen. Sedangkan total pendapatan premi syariah naik sekitar 21,1 persen dengan nominal Rp2,1 triliun.

Begitupun total dana kelolaan selama tahun 2012 meningkat dari Rp27,4 triliun di tahun 2011 menjadi Rp34,5 triliun atau sekitar 25,6 persen. Sementara Total Asetnya mencapai Rp38,9 triliun atau sekitar 25,6 persen serta total pemabayaran klaim dan manfaat naik sebesar 47 persen atau sekitar Rp5,8 triliun, hal ini dibarengi dengan jumlah pemegang polis yang mencapai lebih dari 1,7 juta jiwa.

Keberhasilan Prudential Indonesia ini menurut Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, dikarenakan tahun 2012 adalah tahun yang baik bagi perusahaan asuransi yang berada di bawah grup Pudential plc."Kami percaya dan optimis akan industri ini ke depannya," kata William di Ritz Carlton, Jakarta (2/4).

Pemahaman atas optimisme Prudential baginya dipicu oleh parameter ekonomi yang baik di Indonesia seperti penetrasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta kelas menengah yang terus tumbuh.

Kini, Prudential mempunyai 10 produk terkait asuransi dan investasi.Tujuh di antaranya berbasis komersial dan tiga lainnya berbasis syariah. Ke-10 produk itu menurut William disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.

"Semuanya sesuai dengan tagline kami, always listening, always understanding," tambahnya.

Sejalan dengan hal itu, Prudential melalui program CSR-nya membentuk One million Heart for One Million Dreams untuk membantu mereka yang kurang beruntung. "Fokus kami pada 3 bidang, di antaranya anak-anak dan pendidikan," ungkap Corporate Marketing and Communication Director, Nini Sumonhandoyo. Untuk dana CSR tahun lalu sekitar 2 juta dollar.    

(BG/Ema)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Kumpulan berita-berita Ema


Jadwal Perjalanan KA Berubah Mulai 1 April 2013

Jakarta, Bisnis Global (30/3)- Mulai 1 April 2013,jadwal kereta api akan mengalamai perubahan keberangaktan dan kedatangan. Pasalnya, PT Kereta Api Indonesia akan memberlakukan Grafik Perjalanan kereta api (Gapeka) tahun 2013.


Seperti yang dikatakan Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional 1 Jakarta, Agus Sutijono, Gapeka yang baru ini merupakan pengganti Gapeka tahun 2011.

Atas perubahan tersebut, terjadi pergeseran waktu keberangkatan dan kedatangan lanjut Agus, terdapat juga kepindahan tempat keberangkatan KA. Antara lain, KA Bangunkarta semula berangkat dari stasiun Pasarsenen, dirubah menjadi dari stasiun Gambir. Kemudian KA Bengawan dan KA Brantas semula dari Stasiun Tanahabang menjadi stasiun Tanjung Priok. KA Kutojaya semula dari Tanahabang dirubah menjadi dari stasiun Pasarsenen.

"Untuk jadwal keberangkatan maupun kedatangan KA pada Gapeka 2013, secara keseluruhan tidak jauh berbeda dengan Gapeka tahun 2011. Misalnya, KA Argo Lawu (KA 8) relasi Gambir-Solo, Jadwal sebelumnya berangkat pukul 20.00 WIN tiba di Solo pukul 04.11 WIB. Menjadi berangkat pukul 20.20 WIB tiba Solo pukul 04.15 WIB. Kedatangan lebih cepat 4 menit dari waktu sebelumnya," kata Agus.

Namun ada beberapa KA yang mengalami perpindahan jam keberangkatan, seperti KA Gumarang (KA 64) relasi Jakarta-Surabaya Turi, jadwal semula berangkat pukul 17.45 WIB tiba Surabaya pukul 05.48 WIB. Menjadi berangkat pukul 15.15 WIBtiba pukul 03.51 WIB. Contoh lain, KA Bogowonto (KA 110) relasi Pasarsenen-Yogyakarta semula berangkat pukul 09.15 WIB tiba pukul 17.33 WIB. Menjadi berangkat 18.55 WIB tiba Yogyakarta pukul 03.13 WIB.

"Manajemen PT KAI memberikan perhatian terhadap layanan KA Ekonomi cukup besar. Terbukti, waktu tempuh perjalanan KA-KA ekonomi rata-rata lebih cepat 80 menit dibanding jadwal KA tahun 2011," tambah Agus.

(BG/Ema)

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Kumpulan berita-berita Ema

Usaha “Basah” Omzet Jutaan Rupiah


Bisnis laundry atau binatu ibarat pakaian yang dijemur di tengah terik matahari. Semakin matahari bersinar, semakin terang pula prospek bisnis cuci-mencuci ini. Omzet usaha ini pada musim penghujan bisa mencapai puluhan juta tiap bulan.


Bisnis laundry di Indonesia adalah  salah satu fenomena bisnis yang luar biasa dan semakin bertumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan kebutuhan. Selain peluang pasar dalam bisnis ini yang masih sangat terbuka lebar, usaha yang mudah dijalankan, usaha laundry juga sangat menguntungkan. Omzet yang didapat dari usaha ini bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Pada mulanya, jasa laundry hanya bisa dinikmati kalangan menengah ke atas. Akan tetapi, saat ini berkembang bisnis laundry yang juga menyentuh kalangan menengah ke bawah. Sasaran pasar mereka umumnya para karyawan dan anak kos. Walhasil, jasa laundry saat ini jasa ini cukup merakyat seiring dengan munculnya fenomena laundry kiloan.

Laundry Kiloan
Seiring dengan ketatnya persaingan, para pengusaha bisnis laundry dituntut untuk mencari terobosan untuk meraup konsumen dan keuntungan yang signifikan. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem agency yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau.
Selain itu, muncul pula strategi bisnis baru yang merupakan kombinasi antara harga yang murah dan sekaligus layanan cuci-setrika. Orang biasa menyebutnya laundry kiloan. Yaitu laundry biasa, tapi harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian). Nah, bila Anda menginginkan bisnis laundry untuk kelas menengah yang bisa terjangkau seluruh lapisan, mari kita lihat persiapan apa saja yang harus dilakukan.

Pertama, modal untuk investasi yang dibutuhkan untuk lokasi penjualan (outlet tempat menerima pelanggan atau cucian), lokasi mencuci, dan peralatan berupa mesin-mesin yang dibutuhkan, serta instalasi air, listrik, dan buangan air kotor.

Lokasi tempat menerima cucian dan tempat mencuci bisa dilakukan di tempat yang sama atau 
terpisah, mengingat dibutuhkan instalasi air yang memerlukan ruang dan biaya yang juga besar.
Ada pun mesin yang dibutuhkan adalah: cash register (mesin hitung uang), mesin cuci baju kapasitas besar/ industri, mesin pengering baju kapasitas besar, mesin setrika press besar, dan setrika tangan. Ini minimum standar mesin yang dibutuhkan untuk memulai usaha laundry kiloan. Jika jumlah cucian belum terlalu banyak, mesin press (setrika otomatis) bisa digantikan seterika tangan yang harganya jauh lebih murah.

Mesin cash register digunakan di lokasi penerima cucian untuk mencatat dan menerima transaksi keuangan. Mesin cuci digunakan untuk mencuci pakaian yang bisa dicuci dengan mesin biasa, sedangkan pakaian yang tak bisa dicuci dengan mesin cuci biasa harus dicuci secara terpisah.
Kendati Indonesia negara tropis, kita tak bisa mengandalkan matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu, diperlukan ruang jemuran yang amat besar untuk mengeringkan pakaian. Bila musim hujan tiba, akan sulit untuk mengeringkan pakaian. Solusinya, kita membutuhkan mesin pengering cucian.

Mesin setrika (press) otomatis juga diperlukan, tapi untuk mendapatkan press-line atau garis setrika yang jelas dan tegas biasanya tukang cuci lebih menyukai setrika tangan yang berat, karena memberikan hasil yang jauh lebih maksimal.

Sedangkan untuk biaya operasional sehari-hari, komponen yang diperlukan antara lain: (a) biaya sewa tempat deterjen dan pelunak cucian, (b) air, (c) bahan kimia untuk dry-clean, dan (d) SDM (pekerja). Untuk lokasi, bisa di rumah sendiri, terutama lokasi untuk tempat mencuci. Sedangkan kebutuhan air, bisa pakai air tanah, tapi usahakan disaring lebih dulu karena air tanah yang kotor bisa merusak pakaian.

Di beberapa laundry modern, biasanya menggunakan mesin penyaring air sebelum digunakan atau mesin daur ulang air. Beberapa laundry modern yang lebih mewah dan mahal biasa menggunakan air minum mineral untuk mencuci pakaian pelanggan.

Dibutuhkan 1 (satu) orang pekerja di tempat penerima cucian, 2 (dua) orang pekerja di tempat pencucian, 1 (satu) orang untuk mencuci, dan 1 (satu) orang lagi untuk setrika pakaian.
Modal terbesar yang harus dipersiapkan adalah untuk membeli mesin-mesin dan sewa tempat. 

Adapun harga mesin relatif, tergantung jenis mesin yang ingin dibeli. Mesin cuci punya spesifikasi, tergantung dari jumlah kilogram yang ingin dicuci apakah 10 kg, 20 kg, 30 kg, dan seterusnya, begitu juga dengan mesin pengering. Untuk mesin-mesin kelas industri keluaran Jerman memiliki kualitas terbaik, tapi harganya jauh lebih mahal dibandingkan mesin keluaran Jepang.

Untuk memulai usaha jenis rumahan, Anda bisa memakai mesin rumahan, tetapi daya tampung cucinya kurang besar. Sehingga bila permintaan cucian meningkat Anda harus menggunakan beberapa mesin cuci. Sebab, berbisnis laundry mengandalkan kuantitas yang besar, karena keuntungan per potong dari sisi nominal tak terlalu besar.

Maka, pemasaran atau jumlah cucian akan amat menentukan kapan investasi Anda kembali modal serta keuntungan yang ingin diraih. Jika usaha ini ingin dilakukan dengan skala menengah memang dibutuhkan modal yang cukup besar, antara ratusan juta sampai satu miliar rupiah.

Berpartner jadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Namun, mencari partner pun tak mudah. Harus ada kecocokan dan kesamaan visi dan misi dalam menjalankan usaha bersama. Juga harus ada hitung-hitungan tegas dan jelas dalam modal serta sistem bagi hasil. Jika tak dibuatkan dalam bentuk legal (badan hukum), harus ada perjanjian bersama yang mengikat. Banyak sekali seluk beluk soal bisnis ini yang bisa Anda ketahui jika ingin memulainya di level menengah.

Jadi, perhatikan benar-benar target yang Anda bidik. Karena jika Anda salah dalam membidik segmentasi pasar, diferensiasi yang Anda punyai akan sia-sia. Anda bisa lakukan riset pasar dulu untuk membaca perilaku konsumen yang Anda bidik.

Harus Cermat
Bagi mereka yang ingin membuka usaha laundry, sebaiknya memilih lingkungan hunian yang baru dibangun. Ini penting karena membuka di hunian baru otomatis belum ada pesaing. Usahakan menjadi pionir supaya mampu merangkul pelanggan sejak dini, sehingga ada ikatan emosional.

Bila usaha ini sudah berjalan, Anda harus mempertahankan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan tercermin dari kualitas yang memenuhi mutu dasar jasa laundry, yaitu harus bersih, tersetrika rapi, tidak ada kerusakan di pakaian, aroma harum, selesai tepat waktu, dan layanan ramah. Anda juga harus mengikuti sistem yang ada di industri laundry, misalnya jika sistem harga yang laku saat ini adalah kiloan, maka mau tidak mau jasa laundry yang sudah ada juga menerapkan praktik harga yang sama.
Bila ingin menjadi terwaralaba, perhitungkan dengan cermat nilai investasi yang mesti disediakan dan perkiraan balik modalnya. Salah satu keuntungan menjadi terwaralaba adalah mendapat brand yang sudah mapan, tapi Anda akan terikat membayar biaya waralaba dan royalti.

Anda pun harus mematuhi serangkaian aturan, termasuk bila ada kewajiban membeli produk pewangi atau deterjen ke pewaralaba. Sementara itu, bila membuka sendiri, skala usaha bisa disesuaikan dengan kekuatan modal Anda dan tidak terikat. Namun, Anda tetap harus mengenalkan dan menguatkan merek untuk meraih kepercayaan konsumen.

Pada akhirnya, kesuksesan bisnis jasa laundry sangat tergantung dari pelayanan yang berkualitas, serta terobosan-terobosan agar bisnis laundry yang Anda jalankan berjalan dinamis sesuai dengan kebutuhan pasar. Selamat berusaha. [] Bisnis Global, Ema/Diolah dari berbagai sumber

Read More

Share Tweet Pin It +1

3 Comments

In Berita Roti Bakar Eddy

Roti Bakar Eddy, Dulu Terusir Kini Mengusir


Roti Bakar Eddy

Dulu “Terusir” kini “Mengusir”


Oleh Ema Fitriyani dan Sudan

Jakarta adalah kota yang mengandung sifat “magnet” tersendiri bagi penduduk Indonesia, khususnya bagi kaum urban dari daerah dengan tujuan ingin mencari kehidupan lebih baik.
Ibu kota  tidak hanya menjanjikan “surga” untuk para pencari rezeki dengan banyak peluang meraup rezeki, namun  juga “neraka” bagi mereka yang gagal bertaruh hidup di kota metropolitan ini.

Biaya hidup yang tinggi dan persaingan yang berat tidak akan memberi ampun bagi pendatang yang tidak siap “lahir batin”. Mungkin, inilah yang terbersit di pikiran salah seorang pemuda kelahiran Solo, Jawa Tengah, bernama Eddy Supardi 15 tahun (pada saat itu) yang ingin mencari kehidupan lebih baik di Jakarta.

 Ia memutuskan untuk hijrah dari daerah Solo, Jawa Tengah, ke kota dimana banyak orang-orang di desanya mengadu nasib.

 Berbekal niat dan restu orangtua, akhirnya Ia pun menapakkan kakinya pertama kali di Jakarta tahun 1966. Kedatangan Eddy ke Jakarta boleh dibilang nekad, dengan bekal yang seadanya. Awalnya, Pak Eddy muda menjadi karyawan di warung roti bakar kaki lima. Pekerjaanya melayani dan membereskan barang dagangan. Ia juga pernah mencecap menjadi penjual koran. Saat itu, yang dipikirkannya hanyalah mencari uang untuk makan.
Kesabaran yang membuat Pak Eddy bertahan berjuang di Jakarta walaupun banyak kesusahan dan rintangan tidak membuat Pria yang kini berusia 61 tahun ini pulang kampung pada saat itu.

Bulan ke bulan Ia menerima gaji yang hanya cukup untuk biaya hidup, namun dengan manajemen keuangan yang sederhana. Manajemen keuangan yang sederhana namun bersahaja inilah yang menuntut Pak Eddy menjadi orang yang hemat. Ia menabung sisa uang dari gajinya, dengan harapan suatu saat kelak jika modalnya dirasa cukup akan membuat usaha sendiri.  Sebelum menemukan “harta karun” Roti Bakar, Pak Eddy mencoba berjualan lontong sayur dan bubur ayam di wilayah dekat Universitas Al-Azhar Indonesia, Blok-M, Jakarta Selatan.

Ia memboyong gerobaknya di pinggir jalan. Jadi sudah sering Pak Eddy berurusan dengan petugas keamanan dan ketertiban kota (Kamtib). “Dulu bapak sering diusir sama petugas kota,” ujar Mas Ariyadi anak ke-4 dari Pak Eddy yang kini meneruskan usaha roti bakar ayahnya di daerah blok-M tersebut kepada Bisnis Global,, Senin (24/12).. Keberadaan gerobak Pak Eddy dianggap menganggu warga sekitar karena pelanggannya yang lumayan ramai.
Gonta-ganti dagangan pun telah berkali-kali dilakoninya, sampai pada tahun 1971 ia mencoba dagangan roti bakar dengan bermodal uang perak (mata uang zaman dulu) yang sedikit di lokasi yang sama. 

“Belum lagi saat itu modal yang dikeluarkan bapak masih hitungan perak,” ujar Ari, sapaan akrab Ariyadi.

Pada saat itu, ia menilai di seputar komplek Universitas Al-Azhar Indonesia belum ada yang menjajakan roti bakar. Berbekal pengalamannya ketika menjadi karyawan usaha roti bakar milik orang lain, akhirnya Pak Eddy memutuskan mencoba usaha yang satu ini. “Bapak dagang roti di sini karena pada saat itu belum ada yang dagang roti bakar,” lanjut Ari.
“Sebetulnya, hasil bapak dari dagang itu hanya buat makan sehari-hari,” lanjut  Ari begitu panggilan sehari-harinya. Namun, karena kerja keras dan lingkungan yang mendukung, perlahan tapi pasti pembeli roti bakar gerobakanya terus bertambah.

Pundi-pundi rupiah pun mulai mengalir di tabungannya sehingga Pak Eddy mempunyai kesempatan yang besar untuk lebih mengembangkan usahanya. Banyak para pembeli yang menyebut roti bakar dagangannya dengan sebutan “Roti Bakar Eddy.” Padahal menurut penuturan Ari, awalnya usaha dagang ayahnya cuma buat survive keluarga.

Karena lokasi berjualan roti tersebut terletak di pinggir jalan, untuk yang kesekian kalinya Pak Eddy harus kembali berhadapan dengan Kamtib. Bukan kali pertama, Pak Eddy diusir oleh Kamtib karena dianggap menganggu ketertiban dan kenyamanan.
Saat brand roti Eddy mulai dikenal khalayak, tepatnya tahun 1980-an, 5 tahun kemudian usaha rotinya harus rela mengalami kerugian pendapatan. Saat itu, pemerintah mengeluarkan peraturan tidak boleh keluar malam setelah pukul 21.00 pasca terjadinya peristiwa kerusuhan yang terjadi di wilayah Blok M dan sekitarnya.

Kini, Roti Eddy sudah sukses dan mendapat tempat di hati para pembelinya. Jika ditanya roti bakar yang enak di Jakarta, mayoritas masyarakat sekitar kompak menyebut Roti Bakar Eddy. Melengkapi kisah suksesnya, tempat awal mula dirintisnya usaha ini, tepatnya di belakang Universitas Al-Azhar Indonesia Jakarta, kini sudah permanen. Pengunjung bisa menemukan dan menikmati khasnya roti Eddy setiap malam mulai pukul 18.00-02.30 untuk hari kerja dan pukul 18.00-03.00 untuk akhir pekan.

Kekonsistenan rasa dan kualitas roti bakar Eddy  membuat pembelinya setia berlangganan, bahkan sampai keturunan mereka juga. “Saya sering ngobrol sama beberapa anak dari pelanggan dulu yang sering beli roti bakar bapak,” lanjut Ari penuh semangat.
Sembilan warung roti bakar Eddy sudah menyebar ke wilayah Blok-M, Ciputat, Senayan, dan Mampang, di bawah manajemen Ari anak ke-4 Pak Eddy. Kemudian di Depok, Cibubur, dan Pondok Gede dikelola oleh Kakaknya yang bernama Risdiyanti dengan manajemen dan konsep yang berbeda.

Menjelang malam, gerobak putih bertuliskan Roti Bakar Eddy Blok M makin ramai dipenuhi pengunjung. Mereka rata-rata anak muda. Memesan roti sambil menikmati atmosfer malam Blok M. Penikmat roti bakar Eddy Blok M mulai ada seiring dengan didirikannya usaha kuliner ini oleh Eddy Supardi.

Ditemui di warung roti Eddy di wilayah Blok-M, Ari menyatakan bahwa lokasi sangat berpengaruh terhadap omzet. “Kita hanya memilih tempat operasi yang strategis dan ramai,” ujarnya. Selain mengedepankan pelayanan dan rasa, tempat strategis pula yang membuat beberapa selebritis hingga orang-orang besar ikut “nongkrong” di warung roti bakar yang selalu penuh pengunjung ini.

Patut diketahui, roti bakar Eddy memproduksi rotinya sendiri dan tidak memesan atau menyuplai dari pabrik atau kios roti tertentu. Alasanya, untuk menjaga kualitas produk. “Kami membuat roti sendiri, tidak menggunakan pengawet, jadi kalo udah tiga hari roti mulai keras,” lanjut Ari dengan percaya diri.

Bahan-bahan yang digunakan tidak jauh berbeda dengan roti-roti pada umumnya seperti tepung roti protein, tepung terigu, gula pasir, garam, susu bubuk, telur ayam, air, mentega dan susu evaporated tanpa pengawet. Kehegienisan juga menjadi alasan utama manajemen untuk menjaga kualitas roti.

Ciri khas dari roti bakar roti Eddy ini teletak pada ukuran rotinya yang  besar, keseimbangan manis meses dan gurih keju serta tekstur rotinya yang empuk sehingga memberikan sensasi yang spesial bagi yang menikmatinya. Keju yang menggunung dengan kandungan meses cokelat di dalamnya membuat roti bakar Eddy layaknya “gunung berapi” yang siap meledak di mulut penikmatnya.

Warung roti bakar Eddy yang dikelola oleh Ari mengusung konsep “kaki lima”. Selain untuk menjaga tradisi dan konsep awal yang dijalani oleh ayahnya, Ia mengungkapakan jika dibentuk seperti demikian akan lebih menampung banyak pelanggan mengingat banyaknya pelanggan roti Eddy di wilayah tersebut. Hal tersebut berbeda dengan enam cabang di bawah manajemen Risdiyanti yaitu di wilayah Depok, Cibubur, dan Pondok Gede yang mengusung konsep semi resto. 

“Saya ingin pelanggan dapat suasana yang nyaman, tenang  dengan harga yang murah,” terang Ibu tiga anak ini.

Di cabang Bintaro sektor 9, roti Eddy dilengkapi mushola, washtafel dan toilet, juga ada area bermain anak yang cukup luas. Rata-rata enam cabang di wilayah Depok, Cibubur dan Pondok Indah masih menyewa tempat berbeda dengan warung roti bakar Eddy Blok-M yang sudah permanen namun bongkar pasang. Hal ini tidak menjadi masalah bagi Risdiyanti anak ke-2 Pak Eddy, karena Ia berpendapat, “Alhamdulillah walaupun masih sewa, warungnya rame terus dan Alhamdulillah banyak pemasukan dan semuanya sudah dihitung.”

Roti bakar Eddy bukan hanya menawarkan roti bakar dengan meses dan keju, ada beberapa menu hasil inovasi pengelolanya diantaranya  Roti bakar standar (satu rasa), Roti bakar medium (dua rasa), Roti bakar corned, Roti bakar corned keju, V.S. (Keju+Coklat+Kacang+Susu), Kebo (Keju+Coklat+Pisang), Roti bakar SE (Telor+Corned), Roti bakar 2 tg (Keju+Corned+Telor), Roti bakar Burju (tabor keju) dan Pisang Bakar (Keju+Coklat+Susu).

Beberapa menu roti bakar yang menjadi favorit pengunjung adalah roti bakar keju dan roti bakar 2TG (telor, cornet daging sapi). Di setiap warung bakar roti Eddy tidak hanya menjajakan roti bakar saja bahkan banyak unit dagang lain di bawah manajemen roti bakar Eddy diantaranya Siomay, Batagor, Sate Padang, Pempek Palembang, Bubur Ayam, Mie keju, Nasi Uduk (ayam dan bebek  goreng dan bakar), Nasi Goreng, Aneka Juice, dan Baso dengan harga yang berbeda.

Dalam satu hari kerja, roti bakar Eddy rata-rata habis hingga 500-600 porsi pada hari biasa dan 750-800 porsi pada hari libur (weekend) dengan menu berbeda dan tentunya dengan harga yang berbeda pula. Jika dikalkulasikan dari satu cabang beromzet Rp. 5 juta hanya dari roti bakar keju saja, belum ditambah menu roti bakar lain dengan harga yang berbeda dan ditambah unit-unit dagang lain seperti bubur ayam, baso, sate padang, siomay dan batagor, nasi goreng, Mie keju, dan aneka jus dan minuman.

Omzet roti bakar Eddy satu cabang diperkirakan mencapai angka milyaran dalam satu bulan. Omzet yang sangat fantastis bila mengingat pada mulanya hanya berawal dari satu gerobak roti bakar nomaden. Kini, omzet seluruh cabang roti Eddy sudah bernilai triliun-an. Sang perintis, Pak Eddy, kini menikmati masa emasnya. Perjuangan dan kerja kerasnya tempo dulu membekas dalam ingatan anak, cucu, serta para pelanggannya.

Pendapatan yang besar, cabang yang tersebar di banyak wilayah di Jakarta, ditambah pembeli setia yang terus berlangganan, tentunya diciptakan oleh tim yang baik dan solid. Saat ditanya tentang gaya manajemen seperti apa yang diberlakukan antara owner dan karyawan, Ari menerangkan bahwa Pak Eddy dan keluarga menggunakan manajemen kekeluargaan.
Jadi tidak ada batasan, namun  tetap menjaga kesopanan dan saling menghargai. “Semua orang bisa bicara tentang roti bakar Eddy dan complain dari customer. Ada karyawan sekarang sudah memulai usaha sendiri usaha roti bakar, kita bantu sampai dia bisa mandiri,” ucap Ari.

Begitupun sama halnya yang diungkapkan oleh kakaknya, “saya ingin usaha roti bakar Eddy ini berkah untuk semua karyawan, pelanggan dan termasuk saya sekeluarga.” Disinggung mengenai bagaimana manajemen karyawan, Risdiyanti mengungkapkan bahwa karyawan adalah aset perusahaan yang musti dirawat dan dimaksimalkan kinerjanya.

Banyak karyawan yang sudah bekerja selama puluhan tahun, bahkan 25 tahun, yaitu mulai dari zaman Pak Eddy yang memimpin sampai kini beralih generasi kepada anak-anaknya. Rata-rata karyawannya berasal dari Solo daerah asal Pak Eddy. Mungkin Ia ingin mengajak orang-orang sekitar merasakan kebahagian yang kini sudah dicapai. Roti bakar Eddy ini menerima kerjasama dari berbagai pihak dalam hal tempat, manajemen akan mensurvei terlebih dahulu apakah tempat yang ditawarkan sesuai kriteria atau tidak. Seperti strategis, luas dan ramai.

Namun roti bakar Eddy nampaknya memiliki prinsip bisnis tersendiri tidak menerima bentuk kerjasama dalam bentuk franchise karena faktor kesiapan dan tanggungjawab. “Yang namannya mempertahankan lebih sulit. Semakin besar bisnis roti bakar ini semakin besar pula tanggungjawab kita di hadapan Allah,” ujar Risdiyanti ketika ditemui di roti bakar Eddy cabang bintaro sektor 9 (Rabu, 27/12/12).

Tidak ada pelayanan tanpa complain, sesuatu yang pasti ditemukan pada setiap kegiatan bisnis. Begitu pula roti bakar Eddy juga pernah mendapat complain dari pelanggan terkait lamanya pesanan. Sebagai tanggapan dari manajemen, biasanya mereka memberikan minuman terlebih dahulu dan menyediakan hiburan supaya customer dapat menunggu dengan tenang. 

“Setiap orang kan beda-beda yah, ada yang 1 menit lama, ada yang 30 menit lama, tapi kita beri minum dan hiburan dulu supaya dapat menunggu pesanan yang sedang diproses. Karena kita kan langsung masak, bikin di tempat jadi butuh waktu,” terang Risdiyanti dengan tenang.

Persaingan bisnis roti bakar di Jakarta terbilang cukup sengit. Banyaknya usaha roti bakar menciptakan persaingan tersendiri. Ada yang sportif ada pula yang tidak. Roti bakar Eddy selalu mengedepankan koreksi diri sendiri daripada harus terpancing strategi pesaing yang unfair (menjelek-jelekan) dan ikut menjelek-jelekan. “Jangan nyalahin orang, lebih baik koreksi aja diri kita,” lanjut Risdiyanti.

Semua bentuk kegiatan bisnis roti bakar ini sangat menjunjung nilai-nilai saling menguntungkan dan menomorsatukan kepuasan konsumen. Dengan kontrol  kualitas yang terus-menerus dilakukan oleh Pak Eddy sendiri beserta anaknya membuat roti bakar ini masih eksis selama empat dekade lebih.

Manajemen berharap pada tahun 2013 bisnis ini akan berkembang dengan lebih baik dan besar lagi. “customer loyal, semakin ramai, semakin berkah, buka cabang baru dan karyawan senang,” terang Risdiyanti dengan semangat.

Rahasia dan tradisi yang selalu diamalkan oleh roti bakar Eddy peningkatan servis terus-menerus, menjaga kualitas yang baik, menciptakan kenyamanan bagi customer, kondisi tempat yang luas dan bersih serta lokasi yang strategis bagi customer.

Pak Eddy adalah cermin pekerja keras, pantang menyerah dan bersahaja. Roti bakar Eddy adalah kisah sukses sebuah usaha yang mengedepankan sisi kemanusiaan melalui pelayanan yang memuaskan dan kualitas yang terjaga. Kisah lika-liku perjuangan bisnis Pak Eddy dengan roti bakarnya dapat kita jadikan inspirasi bahwa kemerdekaan hidup bukan hanya milik orang berdarah biru atau orang berlimpah harta. Semua keajaiban hidup hanya dapat diraih oleh orang yang bersungguh-sungguh.

Dimuat di Majalah Bisnis Global Edisi  Februaru 2013

Read More

Share Tweet Pin It +1

15 Comments