In Mencatatnya My Life

13. 7/11/12



Kalau pun pagi ini aku menangis, itu bukan karena kebrengsekan dia. Tapi karena aku yang belum mampu sepenuhnya bangkit dari rasa sakit ini.
Dia sudah memilih hidupnya sendiri, sekalipun belum final. Tapi jelas, kalau dia tidak cukup kuat untuk berjuang terhadap rasa sayang yang pernah ada terhadapku. Dan tidak sepatutnya aku menyalahkannya sebagai laki-laki penjilat ludah sendiri, sekalipun dia mengatakan telah menjilat ludahnya sendiri malam itu.
Aku hanya ingin semua baik-baik saja. Damai. Tenang. Bisa bernafas tanpa perlu sesak di dada. Van, akan dua kesedihan yang pasti yang akan melandaku jika, pertama, aku belum mampu 100% menghilangkan rasa sakit dari keputusanmu. Kedua, ada yang tidak beres dengan hidupmu. Menjadi laki-laki yang mengecewakan ibu dan kedua adikmu tanpa kau sadari.
Sekalipun aku tidak bisa mengatakannya secara langsung, tapi dari sini, dari hatiku yang langsung ke Tuhan, aku bicara, memohon untuk engkau selalu dalam lindungan-Nya.   

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment