In Mencatatnya My Life

4.

Mei 2012

Di status facebooknya—sebelum ia membisu dan lari begitu saja—Ivan menulis:
Kadang kamu harus berhenti peduli pada seseorang, bukan karena kamu membencinya, tapi karena dia tak pernah menyadari kepedulianmu. 
 Di sekret, aku menangis Ivan. Sedang aku tahu kamu di bawah. Di kantin. Rasanyaaaaaaaaa tak terperi. Maaf aku tidak peka. Tapi bukan berarti harus dibalas oleh kemandulan hatimu dan memilih hilang dengan alasan yang nggak logis. Mau dewasa kok masih harus merengek seperti anak kecil?

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment