In Mencatatnya My Life

6.

Sudahlah cukup untuk diingat-ingat lagi tentang yang lalu.

Sekarang ini bukan saatnya kamu bersedih lama-lama untuk urusan percintaan anak kuliahan.
Yang perlu kamu lakukan saat ini adalah serius dan fokus sama kuliah, sama kejurnalistikan, dan sastra serta kebahasaan yang tengah kamu geluti, Ema.

Memang perlu perjuangan untuk bisa bersikap senormal mungkin terhadap benda-benda atau segala hal yang berpotensi untuk mengingatkanmu terhadap seorang anak laki-laki yang katanya sudah dewasa, yang sudah memberikan pelajaran bagaimana sakitnya dikhianati dan harus berjuang sendiri untuk bisa bertahan melewati hari-hari di depan. 

Mungkin kamu memang perlu bersabar yang lebih sabar lagi ketika mendengar lagu padi yang berjudul ternyata cinta dan rapuh.
Kamu juga perlu hati yang ekstra legowo ketika lirik-lirik itu mengalir di otakmu yang kemudian syaraf-syarafnya menyatu, merangkai kembali kenangan saat laki-laki itu bernyanyi di hadapanmu, dengan gitar, dengan tawa, dan senyum yang manis.
Ema, sekali lagi kamu harus kuat menerimanya. Menerima keadaan bahwa kapanpun manusia dapat menjilat ludahnya sendiri.
Ema, kamu juga harus terbiasa ketika mendengarkan lagu apapun yang mengandung bunyi drum di dalamnya. Kamu harus lebih tangguh dari musik keras yang mengalir ke telingamu.
Ketika menonton pertandingan sepakbola, kamu juga harus mampu menggoalkan bola hatimu yang panas agar menjadi dingin, maka akan tercapai keadaan yang akan membaikkan hatimu Ema. Tuhan tahu kamu sedang berusaha keras menjadi wanita tegar.
Ema, jangan kau menyerah dan melalaikan segalanya hanya karena menyaksikan hatimu dicabik-cabik oleh janji-janji manis laki-laki itu.

Jangan pula kau membenci laki-laki itu. Yang perlu kamu lakukan adalah menahan amarahmu, meski kau punya kesempatan (dan berhak) untuk marah padanya, cobalah memandang ini sebagai takdir Tuhan.

Setelah kamu mampu menyembunyikan amarahmu, tersenyumlah, karena kamu harus terlihat indah dengan memaafkannya. Memaafkan jelas lebih mulia dari pada menyimpan dendam.
Ada baiknya, agar senyum itu tidak hilang, kamu perlu untuk melupakan rasa sakitnya. Ema, ini memang sulit, tapi lebih sulit lagi jika kamu selalu mengungkit-ungkit kesalahan masa lalu. Akan melegakan jika kamu membersihkan hati dari yang kotor miliknya, bukankah mengingat yang baik-baik saja itu dapat menenangkan hati? Segeralah mencobanya Ema.

Akan ada saatnya nanti datang seorang laki-laki di hadapanmu, yang menyayangimu dan keluargamu, hidup bersamu dalam ikatan yang disahkan agama dan negara. Amiin. Salam damai. 
16 Agustus 2012. 

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment