In Mencatatnya My Life

9. MASIH DI UKM EXPO 2012



Demi Tuhan, apa yang tersuguhkan dari atas panggung yang berjarak dari arah tempat duduk saya berada saat ini, tempat duduk yang menjadi saksi bisu seorang anak rantau menyatakan perasaannya kepada perempuan yang diyakini akan menjadi kekasihnya.

Dari tempat duduk ini, siang ini, Kamis (30/31), aku menyaksikan ia menyanyi. O tidak, bukan menyanyi. Ia hanya scream, teriak. Seperti aliran yang diusungnya dalam bermusik, tadi aku melihat ia..ya..scream. hahaha, biasanya, setelah ia tampil, ia melihat ke arahku. Seperti yang pernah ia lakukan di aula SC saat tampil untuk memeriahkan ulang tahun Ranita. Demi tuhan, bagaimana kamu saat itu senang ketika aku tiba-tiba datang untuk melihatmu. Kamu senang aku menyaksikanmu bernyanyi. Setelah tampil bernyanyi, kamu menyurhku untuk menemanimu dan melakukan hal yang sering kami lakukan: bercerita, ada apa hari ini?

Bercerita ngalor-ngidul tentang bagaimana kamu yang berhasil mendapatkan sponsor untuk acara pagelaran musikmu. Kamu, dengan sombongnya, mengatakan sebagai anak sound malah bisa dapat sponsor, sedang meraka yang anak EO malah belum tembus. Saat itu aku mengakui kamu hebat, gigih dan pantang menyerah meski dengan tingkah sombongmu.
Demi tuhan, aku ngerindu sama hal-hal seperti itu. sama cerita-ceritamu, sama semngatmu. Hahaha. Aku tertawa dalam kepahitan.


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment