In Berita

Agus Joko Pramono Disumpah Jabatan sebagai Anggota BPK RI

Agus JokoPramono disumpah jabatan sebagai Anggota BPK RI
Jakarta, Bisnis Global (1/8)- Agus Joko Pramono disumpah jabatan sebagai Anggota BPK RI hari ini untuk masa jabatan 2013-2014 di Auditorium BPK, Jakarta. Agus terpilih sebagai pejabat BPK Pengganti Antar Waktu menggantikan Taufiqurrahman Ruki yang pensiun pada 18 Mei 2013 lalu.
Dalam acara itu, Agus mengucapkan sumpah yang dipandu oleh Ketua BPK Hadi Poernomo disaksikan Wakil Ketua BPK Hasan Bisri dan para anggota BPK lainnya, pemimpin lembaga negara, para menteri, dan beberapa tamu.
Seusai mengucapkan sumpah dan penandatangan jabatan, pria kelahiran Palembang, 1 Agustus 1972 ini mengatakan ingin menjadikan BPK sebagai katalisator dalam pencapaian tujuan bernegara.
"Kita lihat peran sentral BPK ini ya, kita menjadi penghubung berbagai kebijakan berbagai antar lembaga dalam bernegara. Selama ini Anda lihat, presiden membaca laporan, menteri juga begitu. Pertanyaannya apakah laporan itu terdistorsi, preside dan menteri tidak tahu. Yang tahu itu kan BPK, karena kita membacanya berdasarkan role data. Jadi sebenarnya kalau secara kelembagaan, BPK pasti tahu kondisi riil republik ini, tidak berdasarkan laporan, tapi data mentah," kata lulusan Sekolah Tinggi Akutansi Negara ini.
Dengan begitu, kata Agus, dirinya bisa mengarahkan kebijakan di seluruh instansi republik ini agar inline dengan tujuan kenegaraan, terkait positioning BPK.
Menyoal singkatnya waktu menjabat Agus, hanya satu tahun, ia mengatakan dirinya sudah memahami bisnis proses di tubuh BPK.
"Jadi, saya tentu bisa lebih cepat dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam pencapaian tujuan BPK. Dengan demikian, waktu akan menjadi salah satu constrain, tapi dengan pencapaian yang lebih baik, mudah-mudah akan bisa dicapai sesuai waktunya," ujarnya.
Dalam menduduki kursi bekas Taufiqurrahman Ruki itu, tahap awal yang akan dilaksanakan Agus adalah memperbaiki penetapan konteks sasaran, adalah konteks sasaran yang sudah dibuat oleh Ruki.  Sasaran, katanya, sudah dibuat oleh periode sebelumnya, tentu ia tinggal melanjutkan dan membenahi mana yang jadi penghambat di pengurusan kemarin.
"Misalnya masalah IT, kecepatan auditor dalam penggunaan IT, meningkatkan kapasitator IT dalam kontekstual permasalahan. Karena ujung tombak dari BPK adalah audit," akunya.
Tidak hanya itu, permasalahan seperti Hambalang yang kasusnya saat ini sedang tahap pengembangan audit BPK, Agus mengatakan dalam mempercepat penyelesaian masalah di titik reporting itu kan konteksnya dari mulai prosesnya dari mulai perencanaan, pelaksanaan, sampai pelaporan.
"Dalam spesifikasi yang lebih runcing, saya belum bisa bicara karena saya harus duduk dulu, lihat dulu permasalahan detailnya. Tapi, secara teori, kalau kami siapkan SDM-nya dan pendukung lainnya, tentu proses permasalahan tersebut akan lebih cepat selesai," tutur Agus. [e]
(BG/Ema)

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment