In My Life yang berjarak

Bertahan

Kadang gue berpikir apakah seseorang yang jauh di sana bener-bener suka atau nggak sama gue?

Kadang gue berpikir semua ucapan yang dia utarakan apakah akan diwujudkan?

Kadang gue berpikir apakah dia bakal nyamperin gue ke sini?

Kadang gue berpikir akankah dia kirim surat ke gue?

Kadang gue berpikir apakah dia benar-benar akan muncul dan membuktikan keseriusannya?

Dan kadang gue berpikir ragu tentangnya ketika ada perbedaan pandangan hidup. Perdebatan dalam komunikasi digital seringkali membuatnya diam, balasannya singkat. Kemajuan teknologi justru menciptakan banyak ruang-ruang kosong yang hanya cukup diwakili oleh sebuah emoticon penanda setuju atau tidak setuju, bukan lagi sebuah ide atau pikiran yang lahir dari keseriusan berhubungan. Hanya kata maaf dan beberapa kata pemakluman yang bisa mencairkan suasana lagi. Tapi apakah akan seperti ini terus? Tentu tidak.

Betapapun sulitnya untuk mengerti dan dimengerti saat ini, gue masih menunggu tiga tahun yang dijanjikan itu.

Salam dari Bogor.
23/4/15

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment