In My Life yang berjarak

Buta

Rio, apakah beberapa hari ini kau buka blog ini?
Aku khawatir
Apakah kau baik-baik saja di sana?
Apakah terjadi sesuatu yang meresahkanmu di sana?
Apakah pekerjaanmu baik-baik saja?
Apakah kedua orangtuamu sehat?

Semalam aku nonton film
Tokoh utamanya ada dua, laki-laki dan perempuan
Si laki-laki sudah lama menyukai perempuan itu, padahal belum sekalipun berinteraksi
Akhirnya dewi fortuna menghampiri mereka berdua
Kedua insan itu lalu berpacaran
Tapi si perempuan itu buta

Untunglah si laki-laki mau menerima
Ketika si perempuan ulang tahun, dia meminta hadiah
Hadiahnya mulai hari itu si laki-laki tak boleh pergi tanpa memberi kabar kepada dirinya, si perempuan buta itu
Besoknya, ibu si laki-laki meninggal
Praktis dia tak menghiraukan telponnya
Padahal si perempuan buta itu menghubunginya
Awalnya biasanya saja ketika panggilan telpon tidak diangkat
Lalu ia mengirim voicenote
Ternyata ditunggu seharian tak ada kabar, begitu hari selanjutnya
Si perempuan merasa sedih dan bertanya-tanya ada apa
Raut wajahnya kecewa tapi juga khawatir sambil terus memegang ponselnya
Lalu apakah yang harus dilakukan si perempuan buta itu?

Aku pun begitu. Beberapa hari ini aku menjadi buta seperti perempuan dalam film itu.
Aku buta akan kabarmu. Aku buta terhadap apa yang terjadi padamu di sana. 
Apa yang harus kulakukan, Rio?
Aku tidak ingin salah dalam memahamimu.
Berilah kabar padaku.
Berilah kabar apapun yang terjadi.

Bogor, 29/4/15
12:29 pm


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment