In

Bisikan Pram!

Kita hanya perlu menjadi diri sendiri bahkan pada setiap kata yang kita tulis sendiri.

Mungkin tulisan-tulisan dalam blog ini melukai seseorang di luar sana, tapi kita diharuskan untuk jujur bahkan sejak dalam pikiran.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Surat dari Soowan

Jika kau bisa mengukur seberapa banyak kau mencintai seseorang dengan penggaris, kau ukur jangan saat kau mencintai mereka, tapi saat kau melalui rasa sakit setelah kau kehilangan mereka. Saat kau menjadi sangat terluka, saat kau jadi sangat sedih, saat kau sangat merindukannya.
Itulah yang akan memberitahumu seberapa banyaknya kau mencintai dia setiap hari.

Potongan surat Soo Wan untuk Dong Joo yang tidak bisa dikirimnya dalam Angel Eyes

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Kangen Teater

Berita meninggalnya Didi Petet tentu masih hangat disiarkan
Aku sendiri pernah melihat film Catatan Si Boy, meski tak sampai selesai
Sosok Emon yang diperankan Om Didi tentu pernah kusaksikan juga di antar dialognya bersama si ganteng Om Okky Alexander
Tapi bukan itu yang ingin kuceritakan
Selain Si Emon, dalam berita saat ini, nama Didi juga sering dikaitkan dengan dunia teater dan IKJ, tempat dia menimba ilmu peran di sana

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Opini Views

Seperti Apa Kepolisian Kita?

Entah angin apa yang merasukiku mengingat kembali soal praperadilan di pagi-pagi buta begini.Tapi aku ingin mengetiknya sambil menunggu subuh berkumandang.

Membayangkan negeri ini rasanya seperti melihat gulungan kawat besar yang kusut.
Berita-berita dalam negeri yang disajikan setiap harinya lebih banyak mengenaskan,
menguras banyak tenaga meski hanya menyaksikan sambil lalu di layar tv.

"ADIL" mungkin adalah kata yang selama hidupnya paling berat dan tersiksa. Banyak orang yang menggunakannya untuk berbagai kepentingan. Aku membayangkan jika "ADIL" adalah seorang manusia, tentu di sekujur tubuhnya banyak luka dan bercak darah. Ia merintih kesakitan, setiap geraknya ngilu karena ditusuk dari berbagai sudut agar bisa dipakai untuk memuluskan jalan suatu pihak.

Kabar Budi Gunawan dan Praperadilan santer terdengar beberapa bulan belakangan ini. Aku tak selalu mengikuti dengan rutin berita ini, tapi beberapa kali berkesempatan "ngobrol" dengan orang-orang di beberapa kota besar di Indonesia dalam survey mingguan Litbang Kompas, salah satu koran nasional. Sudah pasti para narasumberku banyak yang mengatakan sangat tidak setuju dengan praperadilan yang dilakukan BG.

Bagiku sendiri langkah hakim tunggal Sarpin Rizaldi saat memimpin dan memutuskan sidang praperadilan untuk BG saat itu amat disayangkan. Kasus korupsi BG sudah lama berhembus, apalagi Majalah Tempo beberapa tahun lalu pernah menjadikannya headline. Kabarnya, saat Tempo melempar berita itu ke publik, pagi-pagi buta sekali, majalah yang berkantor di Kebayoran Lama itu sudah habis terjual. Seseorang membelinya dalam jumlah banyak sehingga masyarakat sipil tak bisa membaca kebernarannya. Sudah rahasia umum jika surat kabar atau majalah habis dibeli seseorang pasti ada oknum yang tidak menghendaki kabar itu beredar di khalayak umum.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Praperadilan

Di sebuah negeri antah-berantah, baru-baru ini hakimnya membuat hukum baru
Dengan mengetuk sebuah palu pertanda keputusan sudah final, lahirlah sebuah payung hukum bernama praperadilan
Tentu ini kabar yang menggembirakan bagi mereka yang merasa dirinya dizhalimi oleh pihak lain
Sejak saat itu, berbondong-bondong orang mengajukan praperadilan bagi dirinya
Merasa sudah dirugikan dan dicemarkan nama baiknya, siapapun bisa "membersihkan diri" lewat sidang itu

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life yang berjarak

Seandainya (Boleh) Mengenal Lebih Dekat


Kau.. yang dipanggil Mama oleh anak satu-satumu
Kau.. yang menjadi tempat bercerita banyak hal oleh jagoan kecilmu
Kau.. yang selalu didahulukan telponnya dibanding aku
Kau.. yang tak kutahu nama dan rupamu
seandainya boleh mengenal lebih dekat dirimu

Meskipun kau dipanggil Mama oleh anakmu, aku akan menyebutmu dalam tulisan ini sebagai ibu bahkan kalau boleh, selamanya akan kusebut kau sebagai ibu. Sudah sejak lama aku lebih senang memanggil ibu ketimbang mama, sekalipun aku sendiri memanggil ibuku dengan sebutan umi. Bagiku, panggilan ibu memiliki respek yang tinggi. 

Ibu, siang ini aku menulis tentangmu. Sebenarnya akhir tahun lalu aku sempat ingin menulis hal tentangmu, tapi urung kulakukan karena waktu itu keadaannya kau menjodohkan anakmu dengan perempuan lain di sana. Belakangan anakmu ngaku bahwa perjodohan itu sebenarnya tak ada. Dia merasa tidak enak sudah memfitnahmu, mengadu domba aku dengan dirimu. Lucu ya anakmu bu, berbohong sampai segitunya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life

Barusan lagi search doc. skripsi, eh muncul file "Dialah Angin". Membaca kembali puisi itu rasanya seperti terbawa cerita tentang si ibu di Banjit beberapa tahun lalu. Seperti apa ya kabarnya sekarang? Lama tidak menulis tentangnya seperti seolah sudah bertahun-tahun tak bertemu. 

Ibu itu.. dia yang kusebut permaisuri dalam puisi, masihkah menjadi perempuan yang tegar? Semoga keadaanmu selalu bahagia.

Ibu itu.. dia yang beranak tiga, bagaimana hubunganmu dengan raja yang pernah meninggalkan kau pergi ke laut? Semoga kau selalu menjadi permaisuri bagi anak-anakmu.

Ibu itu.. dia yang kini sudah kutau namanya, beberapa bulan lalu setelah anaknya memposting foto dirimu dan keluarga. 


Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Friendship My Life

Me and Si Buah Nangka :)

Beberapa hari yang lalu seorang teman menyarankan gue agar menulis saja untuk mengusir kegalaun. Tentu yang ditulis bukan tentang galau dan tektek bengeknya. Dengan pikiran yang masih kalut, gue berpikir apa yang akan ditulis? Tiba-tiba teringat seorang teman lama, kawan sejak SMA. Bisa dibilang, dialah alasan pertama gue bikin blog, juga saat SMA dulu.

Dia, yang memiliki warna kulit sangat putih, cenderung pucat—kalau saja dikedua pipinya tidak ada warna alami kemerah-merahan—yang ingin gue ceritakan dalam tulisan kali ini. Gue tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi kehadirannya memang tidak bisa diabaikan begitu saja dari pengalaman pertemanan gue di SMA hingga saat ini.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments