In

Praperadilan

Di sebuah negeri antah-berantah, baru-baru ini hakimnya membuat hukum baru
Dengan mengetuk sebuah palu pertanda keputusan sudah final, lahirlah sebuah payung hukum bernama praperadilan
Tentu ini kabar yang menggembirakan bagi mereka yang merasa dirinya dizhalimi oleh pihak lain
Sejak saat itu, berbondong-bondong orang mengajukan praperadilan bagi dirinya
Merasa sudah dirugikan dan dicemarkan nama baiknya, siapapun bisa "membersihkan diri" lewat sidang itu
Praperadilan memberi jalan bagi seseorang yang lari dari tanggung jawab
Ia seperti sebuah bejana berisi air
Kaki dan tangan yang kotor setelah "bermain" sepanjang hidupnya bisa langsung bersih ketika menyentuh bejana itu
Seperti anak yang akan bobo, mencuci kaki dulu sebelum tidur nyenyak
Setelah itu, mereka bisa tertidur sambil mendengkur,
dengan kaki yang "sudah bersih" oleh bejana yang dijual hakim tunggal itu
Kasur terasa empuk ketika malam setelah praperadilan dikabulkan
Selain itu kasur kualitas tinggi dan mahal, di bawahnya terdapat banyak uang hasil "bermain-bermain"
Sebagian lembar-lembar mata uang itu sudah diberikan pada hakim tunggal
Tapi rasanya enak saja tidur di atas kasur mahal
di atas undang-undang yang diberaki oleh keserakahan

Praperadilan, kran yang mengalirkan air untuk "membersihkan kotoran" mereka yang tidak amanah
 
*dini hari ketika menyaksikan berita mantan menteri yang bersikeras mengajukan praperadilan baginya agar bisa terlepas dari jerat korupsi dana haji.

Bogor, 17/5/15
4:36 am

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment