In Mencatatnya My Life

Iri

Kalau sudah begini, aku hanya ingin menyalahkanmu. Aku iri melihat semua kebahagiaan yang kelihatannya hanya menghampirimu. Semuanya hanya tertuju padamu. Kenikmatan sesuatu yang kau suap bersama keluarga. Kenyamanan

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life yang berjarak

Semangat!

Pagi ini folder berlabelkan "yang berjarak" itu mengusik gue di laptop. Memaksa gue untuk membuka dan membacanya. Melihat satu persatu tulisan yang pernah gue tulis buat dia ataupun balesan email dari dia. Sampai saat ini, terhitung ada 34 tulisan, 16 foto capture, dan 1 voicenote.
Cukup menyesakkan dada ketika membacanya. Tulisan tentang perasaan kangen yang menggebu-gebu, tentang harapan-harapan yang baik di masa depan, tentang cita-cita untuk ketemu, tentang janji-janji yang kala itu tak ingin kupercayai tapi perlahan membuatku berharap dan ketergantungan. 
Sampai hari ini gue tidak berencana menghapus folder ini dari laptop. Semoga hidup lu senantiasa diberi kelancaran, dimudahkan cita-cita lu buka katering, dan menemukan banyak kebahagian di sana. Semangat Rio... Semangat!
Bogor, 25/8/15
10:27 am

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

In Mencatatnya My Life

Gagal Wisuda (lagi)

Terhitung sudah empat kesempatan wisuda yang gue lewatkan begitu saja. Sedih pasti sedih banget rasanya. Merasa menjadi pribadi yang nggak disiplin, nggak punya prioritas, dan gak peduli sama masa depan.
Hari ini, 22 Agustus 2015 Wisuda ke 97, di mana besok 23 Agustus, gue pake toga sama kayak yang lainnya. Tapi ah, kenapa ini. Kenapa gue sepayah ini. Dulu, jaman masih semeter 6, gue bisa kuliah, organisasi, dan kerja dalam waktu bersamaan. Tapi sekarang, yang di rumah cuma mantengin laptop aja ngaretnya sampe setahun. Beberapa job mesti ditolakin, litbang kompas udah lebih dari lima kali nelponin, tempat les NF juga udah nerima gue sebagai pengajar di sana, gue tolak juga. Belum lama, mau direkomendasiin jadi kurator bahasa di liputan6.com sama senior, tapi gak bisa gue ambil. Demi... Gusti, ampuni hamba.....
Sementara keadaan di rumah lagi panas, gue belum kunjung sidang, adek gue pun gagal masuk PTN. Duh gusti nu agung, hampura pisan...
Tentu yang bikin gue sedih adalah orangtua. Mereka menaruh harapan besar ke gue, tapi harapan itu seperti nguap gitu aja, kalah sama kemalesan gue.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments