In My Life yang berjarak

Besok-besok kalo punya pacar, gak bakalan gue mau nolongin donlotin lagu. Cukup Elie Goulding dan Talyor Swift yang bikin perut sakit setiap kali dengerinya. It's enough!!!!!!!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Mencatatnya My Life yang berjarak

Keberadaan blog ini kurang lebih sama dgn kemunculanmu dulu, 5 tahun silam. Tapi aku baru menyadari bahwa aku lebih suka berbicara tentangmu lewat blog, bukan lewat chatting. Kenapa? Karena ternyata saat ini kita bergitu kaku untuk saling menanyakan kabar satu sama lain, apalagi untuk berlama-lama chatting hal-hal yang seru. Seringkali percakapan kita itu perbandingannya, aku menulis ratusan kalimat, kamu membalasnya singkat. Ini sangat membingungkanku. Makanya, di blog bisa berlembar-lembar kuutarakan.

Aku sebenarnya ingin melakukan hal seru dalam setiap obrolan kita di telpon, chat, atau blog (tentunya berharap bisa ngobrol tatap muka).

Karena kecanggungan itu, menimbulkan banyak tanya di benakku. Apakah ini pertanda memang semuanya sudah berakhir? Lalu kenapa kau muncul (tiba-tiba) lagi dan mengatakan kangen bahkan menyebut-nyebut soal cita-cita di usia 26? Belum lagi respon chatmu semakin singkat saja. Jika sudah begini, aku hanya berpikir: yasudahlah, dia baik-baik di sana saja sebenarnya sudah lebih cukup. Bukankah kepo terlalu jauh juga akan membuatku terlihat semakin rese?

Semangatlaaah ya..

Bogor, 16:28.2015.09.24

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life

Rombak Total!

Aaaah gila kerjaan gue harus dirombak total. Kalimat yang gue tulis berlembar-lembar itu syalaaaaah. Ya tuhan. Tapi gue gak nyerah gitu aja. Gue yakin deadline akan segera usai dan gue akan keluar jadi juaranya. Ya meskipun terlambat tapi paling nggak gue jd juara untuk diri gue sendiri. Semangaaaaaaat ema!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life

BLANK

BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK BLANK AAAAAAAAAAAAAAAARGH!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life yang berjarak

26

Tentang cita-cita di usia 26 tahun. Cita-cita yang mungkin kebanyakan pasangan muda memimpikannga. Cita-cita yang membuat muda-mudi ingin cepat dewasa secara umur, status, dan tentunya finansial. Rasanya, besok pagi ingin sudah berumur 26 tahun dengan fisik dan mental yang matang, karier yang sudah mapan, dan mantap memasuki tahap baru dalam hidup.
Kadang merasa tampak bodoh ketika percaya orang itu pasti datang ke hadapan kita dengan tujuan mulia. Kadang merasa cita-cita itu tak seharusnya diingat-ingat ketika mau tidur ataupun setelah solar. Tentu karena tidak ada yang pasti tentang apa yang akan terjadi saat umur kita menginjak 26 tahun. Tak ada jaminan satu sen pub untuk memastikan ia akan datang kepadaku nanti. Di balik mulutku mengucap harapan 'semoga saja memang benar, semoga saja momen itu datang, sekoga saja akhirnya bisa menyatu', secara bersamaan, aku juga bertanya-tanya 'apa mungkin semua itu benar, apa mungkin momen itu akan datang, apa mungkin akhirnya bisa menyatu?'
Tentu aku tak bermaksud meremehkanmu dalam tulisan ini. Aku juga berharap di sana kau juga sedang memperjuangkanku dengan caramu. Tapi ketika harapan 26 itu sedang deras-derasnya menghampiriku, aku hanya takut menuntut atau memaksamu. Itulah kenapa kusebut kondisi ini seperti gunung, di mana ribuan rasa bergejolak di perut gunung--termasuk kangen, kesel, dll--yang siap akan memuntahkan lava, meledak dan (semoga tak) merusak kehidupan masing-masing. Makanya, hanya kalimat ini yang ingin selalu kusampaikan, "sebaik apapun niatmu, semoga hidupmu senantiasa baik-baik saja di sana". Semangaaat!!!
Bogor, 24 September 2015
9.12 am

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life

Sasana

Sasana kembali lagi dalam ingatanku. Sungguh sangat penasaran seperti apa rupanya. Rambutnya gondrong. Dan dia terlalu cantik untuk menjadi lelaki kekar. Makanya dia memilih menjadi Sasa.
Lantas kini ia membuatku sangat gelisah. Kasihan dengan pilihan hidupnya. Aku juga gelisah dan bertanya-tanya apa aku bisa menulis seperti dia diciptakan?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life

Ada banyak harapan di sini. Senang bisa membayangkannya. Tapi di sudut lain, kenapa begitu mengerikan? Aku takut mengecewakan.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments