In Mencatatnya My Life yang berjarak

Keberadaan blog ini kurang lebih sama dgn kemunculanmu dulu, 5 tahun silam. Tapi aku baru menyadari bahwa aku lebih suka berbicara tentangmu lewat blog, bukan lewat chatting. Kenapa? Karena ternyata saat ini kita bergitu kaku untuk saling menanyakan kabar satu sama lain, apalagi untuk berlama-lama chatting hal-hal yang seru. Seringkali percakapan kita itu perbandingannya, aku menulis ratusan kalimat, kamu membalasnya singkat. Ini sangat membingungkanku. Makanya, di blog bisa berlembar-lembar kuutarakan.

Aku sebenarnya ingin melakukan hal seru dalam setiap obrolan kita di telpon, chat, atau blog (tentunya berharap bisa ngobrol tatap muka).

Karena kecanggungan itu, menimbulkan banyak tanya di benakku. Apakah ini pertanda memang semuanya sudah berakhir? Lalu kenapa kau muncul (tiba-tiba) lagi dan mengatakan kangen bahkan menyebut-nyebut soal cita-cita di usia 26? Belum lagi respon chatmu semakin singkat saja. Jika sudah begini, aku hanya berpikir: yasudahlah, dia baik-baik di sana saja sebenarnya sudah lebih cukup. Bukankah kepo terlalu jauh juga akan membuatku terlihat semakin rese?

Semangatlaaah ya..

Bogor, 16:28.2015.09.24

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment