In HBA-EP pilkada jambi Views

Sosok Religuis HBA Mantapkan Hati Rakyat Jambi

Dalamnya iman seseorang memang tidak ada yang tahu kecuali sang maha pencipta. Tapi, sosok religius bisa terpancarkan dari pribadi seseorang dari tingkah polahnya selama berinteraksi di masyarakat. Pun dengan sosok Hasan Basri Agus (HBA) yang menjadi Calon Gubernur Jambi urut nomor satu yang dinilai sejumlah pihak sosoknya religius.

Dalam sebuah video dukungan mahasiswa Jambi yang sedang melanjutkan pascasarjana di Kairo, mengatakan bahwa HBA sosok yang religius.

“Kita mendukung Bapak HBA karena beliau memiliki rekam jejak yang baik, kesinambungan pembangunan dan peningkatan pendidikan di Jambi, program-program beliau yang pro rakyat kecil. Dan yang paling penting beliau adalah pemimpin yang religius dan mengerti adat istiadat melayu Jambi” ujarnya.

Sementara Mulya dan Claudya melihat sosok HBA. Kedua perempuan berhijab ini memutuskan pilihannya pada HBA karena ia dinilai mereka sebagai pemimpin gagah, berwibawa, dan bijaksana. “Dan yang paling penting, beliau sudah bekerja dan berkarya untuk Provinsi Jambi,” kata Claudya.

Jika melihat rekam jejak HBA, ia memang  pernah mengecap pendidikan di pesantren. Bahkan ia didapuk menjadi Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren As'ad (IKPPA) Seberang Kota Jambi, tempat di mana ia mendalami ilmu agama saat masih muda. Apalagi Jambi juga terkenal sebagai provinsi yang agamis.

Kecintaan dan dedikasinya pada dunia pesantren sampai saat ini masih melekat. Seperti dikutip beberapa media online, ia terlibat dalam kegiatan kepesantrenan.  HBA yang menghadiri silaturrahmi Akbar Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren As'ad (IKAPPA) pengurus dan Santriwan/santriwati Pondok Pesatren As'ad Seberang Kota Jambi, Minggu (28/06) malam mengajak, para alumni pondok Pesantren agar selalu ingat para Guru dan hormati guru dan jangan lupa sama yang mendidik kita," Saya sangat mencintai pondok pesantren ini dari itu apapun bentuk kegiatan saya sangat mendukung sekali kegiatan terhadap ponpes, turutama yang berguna bagi masyarakat banyak," jelasnya. (jambi.tribunews.com)

Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA) mendorong generasi pesantren tidak hanya menjadi ulama, tapi juga melahirkan generasi yang memiliki kompetensi dan menguasai IPTEK. "Tantangan pembangunan kedepan tidaklah mudah, apalagi status kita adalah bagian dari MEA.  Untuk itu, pesantren juga harus memikirkan bagaimana generasi pesantren tidak hanya bersiap berkompetisi dengan alumni umum saja, kalau bisa juga bisa berkompetensi dengan negara luar,"ungkap gubernur, saat menghadiri peresmian Masjid Jami' Al Hidayah di Pondok Pesantren Al-Hidayah, Pal 10 Kota Baru. (jambidaily.com)


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Views

Jambi Butuh yang Berpengalaman, Bukan Pemimpin Coba-coba


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In HBA-EP pilkada jambi

Mahasiswa Jambi di Kairo Ramai-ramai Dukung HBA-EP


Dalam sebuah video yang tersebar di Youtube menunjukkan para mahasiswa penerima beasiswa di Kairo yang berasal dari Jambi mendukung pasangan urut nomor satu Hasan Basri Agus-Edi Purwanto untuk memimpin Jambi lima tahun ke depan. Tayangan berdurasi 3 menit itu berisi beberapa pendapat mereka yang beragam terhadap kedua orang asal Jambi tersebut. Harapan-harapan pun dilontarkan mereka.

Sosok HBA yang religius menjadi nilai lebih untuk mereka percaya Jambi akan baik-baik saja dipimpin seseorang yang sosoknya . Seperti yang dilontarkan Hamdani, mahasiswa Pascasarjana Fakultas Adab dan Sastra bahwa ia mendukung HBA karena sosok yang religius, sederhana, serta lulusan pesantren.

“Kita mendukung Bapak HBA karena beliau memiliki rekam jejak yang baik, kesinambungan pembangunan dan peningkatan pendidikan di Jambi, program-program beliau yang pro rakyat kecil. Dan yang paling penting beliau adalah pemimpin yang religius dan mengerti adat istiadat melayu Jambi” ujarnya.

Sementara Mulya dan Claudya melihat sosok HBA. Kedua perempuan berhijab ini memutuskan pilihannya pada HBA karena ia dinilai mereka sebagai pemimpin gagah, berwibawa, dan bijaksana. “Dan yang paling penting, beliau sudah bekerja dan berkarya untuk Provinsi Jambi,” kata Claudya.

Sementra Zaki ZH, mahasiswa Pascasarjana Fakultas Politik dan Hukum, mengomentari sosok pendamping HBA, Edi Purwanto. Ia berujar, “Mas Edi Purwanto adalah teladan bagi pemuda Jambi. Dengan segudang pengalamannya selama menjadi aktifis maupun di dunia enterpreuner itu menjadi modal besar untuk Jambi yang lebih dinamis dan memiliki daya saing”. Ia pun mengatakan sebagai pemuda bangga terhadap sosok Edi Purwanto.


Semoga saja berbagai pandangan dan harapan para mahasiswa Jambi di Kairo terhadap Jambi yang lebih baik di tangan HBA-EP jika terpilih memimpin tanah “Sepucuk Jambi, Sembilan Lurah” nanti bisa terealisasikan dengan baik. Semoga tidak menguap begitu saja setelah menang pada hajatan besar, 9 Desember mendatang. Kita doakan. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik bantar gebang

Bijaklah pada Sampah Kalau Tak Mau Jadi Sampah Masyarakat

Gunung sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat

Judul di atas barangkali terdengar lebay di telinga Anda. Bagaimana mungkin seseorang yang membuang satu bungkus permen sembarangan akan dicap sebagai sampah masyarakat?  Atau tidak mungkin hanya karena melepeh permen karet yang sudah tak lagi manis di sembarang tempat akan dicap rusak moralnya dan tidak diterima di lingkungan sosial lagi?

Selama ini, adagium “sampah masyarakat” dilekatkan pada orang-orang yang telah membuat kesalahan memalukan di masyarakat seperti menjadi bandar narkoba, pemerkosa, pencuri, pemuka agama yang cabul, dan banyak perbuatan kriminal lainnya.

Tapi coba bayangkan jika dalam waktu yang bersamaan ada ribuan orang di dunia yang membuang satu sampah bungkus permen yang ukurannya tak seberapa itu? Bukankah mengerikan pula jika perilaku membuang sampah menjadi hal yang biasa, bukankah dunia akan tidak aman seperti dihantui bandar narkoba, pemerkosa, pembunuh, dan lainnya? Orang-orang akan sulit bernafas karena bau yang menyengat di udara? Dan langkanya air bersih sebab sungai-sungai, luat, bahkan samudra mulai ditutupi plastik-plastik?

Ah, kalau sudah begini, rasanya para Yakuza Jepang pun akan kesulitan hidup enak atau Paris Hilton harus mengeluarkan triliunan poundsterling untuk mendapatkan udara bersih dan sejuk. Dunia menjadi tidak aman karena aktivitas buang sampah sembarang yang kita lakukan bertahun-tahun secara jamaah. Atau, kalian yang tinggal di Jakarta, ternyata hidup di kota metropilitan, misalnya, tak hanya gengsi yang dikantongi, tapi juga sampah yang setiap harinya memenuhi kantong-kantong besar di pojok-pojok rumah, gang, sekolah, pasar, dan banyak tempat umum lainnya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Energi Alternatif Tenaga Surya

Apa itu Pembangkit Listrik Tenaga Surya Mengapung (floating solar panel)?

Besar pasak daripada tiang. Peribahasa lama ini menunjukkan membludaknya pemakaian energi listrik seiring majunya dunia teknologi dan pesatnya pertumbuhan manusia juga pembangunan di dunia. Semantara di dalam tanah, persediaan energi fosil semakin menipis.

Berdasarkan katadata, cadangan minyak Indonesia tidak bertambah, bahkan terus menurun. Untuk status 1 Januari 2015, cadangannya hanya 7,30 miliar barrel. Volume ini turun 0,95 persen dibandingkan cadangan yang disepakati untuk status 1 Januari 2014 yang mencapai 7,38 miliar barel.  Hal ini maklum terjadi karena penggunaan bahan bakar minyak di Indonesia sangat tinggi. Tak ayal hal ini memaksa banyak kalangan untuk memikirkan pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Mengapung (PLTSM).

Awal bulan lalu, pemerintah melalui Dirjen EBTKE yang berkantor pusat di Cikini, mengumumkan akan segera melalukan uji coba PLTSM atau dikenal juga dengan istilah floating solar panel. Uji coba ini akan akan diimplementasikan tahun depan  di atas Situ Mutiara, yang berjarak 13 kilometer (km) dari Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Sebenarnya apa itu PLTSM?

Pembangkit listrik tenaga surya mengapung adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan matahari sebagai sumber energinya di mana pemasangan fiber sel untuk menangkap energi tersebut di letakkan di atas air. Untuk di Indonesia sendiri, pilot project ini akan dilakukan di atas Situ Mutiara, Bali.

Kita tahu, matahari adalah energi  sumber energi yang tak akan pernah habis selama kiamat belum menghampiri kita. Itu artinya, banyak sekali energi yang bisa dihasilkan dari salah satu bintang di galaksi bima sakti.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life Perceraian Views

Perceraian

Ada seseorang yang baru aku kenal sebulan terakhir ini. Tak disangka ia memiliki kisah yang pilu dengan keluarganya. Aku tak tahu apa-apa tentang masa lalunya. Ketika aku memutuskan untuk kos bersamanya, Dewi—teman kelasku, hanya menceritakan bahwa ia sedang ada masalah dengan keluarganya. Sampai di situ, aku tak bertanya lagi masalah apa yang sedang dihadapi calon teman kamarku itu. Aku juga tak mau tau lebih jauh karena memang kepentinganku di sini hanya menyelesaikan skripsi secepat mungkin. Karena itu yang menjadi masalah dengan keluargaku saat ini.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life

PH

Malam tadi aku digelisahkan oleh status BBM adikku sendiri. Aku khawatir dengannya. Aku tak sanggup membayangkan wajahnya. Aku takut ia menuntutku. Menuntut apa yang tidak ia dapatkan seperti apa yang sekarang kujalani. Dia barangkali di sana sedang kecewa. Sangat terluka. Dia perempuan penuh semangat harus "dilumpuhkan" oleh kepayahan kakaknya. Aku takut membayangkan itu menjadi nyata.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Ulang Tahun!

Senangnya menjadi orang yang dirayakan ulangtahunnya. Senangnya bisa merayakan ulangtahun seseorang yang dikasihinya. Ada kue, lilin-lilin penanda usia, kawan-kawan yang ikut menyanyi "selamat ulang tahun, kami ucapkan..." bersama-sama, lalu traktir-traktir makan. Ah.. Perayaan ulangtahun yang membahagiakan bukan?

Iya.. Keliatannya merayakan ulangtahun adalah momen menggembirakan. Tapi di balik surprise dan keceriaan, ulang tahun adalah sebuah perayaan kesedihan. Sedih mengingat umur semakin berkurang. Sedih melihat banyak hal yang belum tuntas dikerjakan. Sedih karena karena ulang tahun adalah alarm tiap tahunnya yang mutlak kita temui, mau tak mau. Seperti kematian yang mutlak menghampiri kita, bahkan tanpa aba-aba.

Tapi bersyukurlah kita masih bisa merayakan ulangtahun.
Selamat ulang tahun, Fajrin! *Kawan baru di kantor baru. Wiw :)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Harapan itu Masih Ada



Dear Kakak, 
kamu yang baruku kenal, harapan untuk bahagia itu masih ada seberat apapun masalah yang terbentang di depan kita. Ingatkan, ucapan yang beberapa kali sempat kita katakan bersama di kamar, “Harapan akan selalu ada selagi kita masih hidup”? Petikan dialog Tn. Belfort yang diperankan Leonardo di Caprio dalam film The Wolf of Wall Street yang saat itu mencoba meyakinkan dirinya bahwa sesusah apapun masalah, pasti ada jalan keluarnya.

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya menduga-duga bahwa itu karena masalahmu dengan orang-orang nun jauh di sana. Atau justru ada sikapku yang salah yang membuatmu jengkel? Mungkin saja, tapi aku tidak tahu itu apa karena kelemahanku adalah sulit memahami maksud tersembunyi. Jika memang ada sikapku yang salah, aku minta maaf yang sedalam-dalamnya.

Dear kakak yang sangat aku hormati, pertemuan pertama denganmu sangat membuatku sungkan. Interaksi hari-hari selanjutnya mampu cair satu sama lain. Lalu sampailah di hari ini di mana tak ada yang bisa kamu katakana padaku selain berbicara di wasap padahal kita dalam satu ruangan. Barangkali masalah yang tengah kamu hadapi terlampau berat dan tak ada satupun yang bisa memahamimu kecuali orang-orang terpilih dan itu bukan aku. Aku tidak mengapa. Yang kukhawatirkan adalah keadaan hatimu yang mungkin merasakan sakit yang terperi. Mungkinkah semalaman ini kau menangis? Kulihat lampu kamar tak dimatikan saat subuh.

Kemanapun langkah membawamu, aku yakin harapan itu masih ada. Harapan untuk bahagia dengan cara kita sendiri. Seperti dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari, setiap pilihan yang kita ambil pasti ada harganya, termasuk untuk meraih kemerdekaan diri.

Berhubung belum lama ini kamu tau alamat blogkku dan mungkin membaca salah satu postingan yang berisi tentang dirimu. Maafkan aku jika ada kata-kataku yang lancang dan banyak berbicara di sini, Kak.

Sampai ketemu lagi. 

At Takuy; di bibir jendela kamar dengan suasana yang sulit dipahami
15.11.15
1:21 pm

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Mencatatnya My Life

Halo, Ibu! (part 2)


Ilustrasi

Halo Ibu, apa kabarmu di sana? Apakah hidupmu baik-baik saja? Sudah lama sekali aku tak pernah mendoakanmu. Aku juga tak lagi mengingat namamu yang pernah kulihat di facebook anakmu dulu. Tapi aku masih ingat wajahmu, Bu.

Bu, beberapa malam yang lalu aku memimpikan kedua anakmu, yang sulung dan yang kedua. Mereka berada di kamarku yang bukan kamarku dalam mimpi itu. Mereka dalam keadaan kelelahan. Gita yang sedang berdiri lalu berkata pada kakaknya, “Aku dapat pesan dari Bayu, katanya kakak disebut sebagai anak durhaka sama Ayah,” kira-kira begitu. Aku yang sedari tadi diam dalam mimpi itu mencoba menyapa mereka, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tapi anak sulungmu hanya menoleh sebentar ke arahku lalu merapihkan tas hitam besarnya. Sepertinya mereka akan pergi, entah kemana aku tak tahu. Sama sekali tak ada uacapan yang terlontar dari anak sulungmu sebagaimana dia bertemu orang yang dikenalnya.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In All of me My Life

Menyukai Tanpa Syarat, Bisakah?



Bisakah kita menyukai seseorang tanpa ada embel-embelnya? Tanpa harus membutuhkan sebuah alasan?


Aku sangat menyayangkan diriku yang mudah terpesona pada kemampuan, kehebatan, atau keunikan lawan jenis. Entah itu mereka yang mahir bermain musik, pandai menulis, suka berolahraga, hebat berteater, atau hal lainnya. Aku benci diriku yang seperti itu. Seakan tak ada filter dalam diriku, terkadang aku langsung menunjukkan rasa  kekaguman itu dengan mudahnya. Dan bodohnya, aku tak pernah bisa mengukur apakah orang yang kupuja itu dapat membaca maksudku atau tidak. Lebih bodohnya lagi, aku tak bisa membaca sikap balasan dari mereka sebagai sesuatu yang baik atau tidak untukku. Apakah mereka hanya mengganggapku sebagai seorang pengagum yang tak boleh disia-siakan agar mereka terus populer dan tak kehilangan fans?

Sebagai contoh, ketika masuk kuliah dan mengenal dunia kampus, aku tak sengaja membaca satu puisi pada flyer yang tergeletak begitu saja di fakultas. Pada puisi itu, tertera nama penulisnya yang tak lain adalah seniorku di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Entah setan apa yang merasuki pikiranku, sejak saat itu aku mulai mencari informasi tentangnya. Tentu, aku lebih dulu menyukai puisinya ketimbang sosok penulisnya.

Pada suatu kesempatan, mungkin bisa dikatakan sedang tinggi-tingginya rasa kagumku, aku mencoba menghubunginya via sms, karena saat itu aplikasi chatting tidak sepopuler sekarang. Isi pesanku adalah mengajaknya wawancara tentang kepenyairannya sejauh ini sebab beberapa puisinya lolos masuk koran nasional. Dan senjata ampuh yang kugunakan adalah nterview yang kulakukan kemungkinan akan dimasukkan ke dalam tabloid atau newsletter kampus di mana aku baru saja bergabung di dalamnya sebagai anak bawang.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Diversifikasi Energi Energi Alternatif Hemat Energi Korupsi

Sumber Energi Kita dalam Negeri Dongeng

Bicara sumber energi Indonesia, terutama ihwal minyak dan gas, berarti bicara rumitnya perjalanan mereka hingga sampai saat ini. Sebab, seperti sebuah kisah di negeri dongeng, migas kita adalah putri kerajaan yang seharusnya dijaga dan diperlakukan dengan sebaik-baiknya agar bisa tumbuh menjadi sesuatu yang berguna untuk banyak orang.

Indonesia adalah istana tempat tinggal sang putri. Siapapun yang datang melihat sang putri akan silau dan lupa diri. Tentu bukan salah bunda mengandung kenapa sang putri terlihat bisa memperdaya orang. Tetapi sifat dasar manusialah yang serakah dan tak pernah puas. Sama halnya migas yang menjadi lahan basah para pejabat kita untuk memperkaya diri. Mereka keruk secara masif migas kita, mempermainkan harga jual dan beli dari hulu ke hilir, membuat kontrak-kontrak yang tak dimengerti banyak kalangan, bahkan sampai pada deal-deal politik yang seharusnya tak boleh ikut campur dan mempengaruhi kebijakan, hingga akhirnya rakyatlah yang menanggung semuanya; sengsara karena harga migas yang sudah diolah menjadi mahal di pasaran.

Begitulah sekiranya menurut penulis bagaimana kebobrokan pejabat kita yang selama ini menjadi tersangka kasus korupsi energi. Lihat saja, hampir di setiap kementrian dan perusahaan BUMN yang mengelola migas dibumbui aroma korupsi. Tak tanggung-tanggung, para petingginya pun terjerat. Dahlan Iskan dalam kasus korupsi di PLN dan Jero Wacik di Kementrian ESDM hanya dua dari sekian kenyataan yang ada bahwa sumber energi kita menjadi lahan basah untuk memperkaya kepentingan mereka.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Jadi begini,
Lusa malam sesampainya aku di kosan, aku melihatmu dan Gita ada kamarku. Kuperhatikan kalian kelelahan. Tubuhmu yang memang kurus terlihat tambah kurus. Gita, yang pernah kulihat di facebookmu berbadan gemuk tadi malam juga sangat kurus. Belum sampai aku berbicara, Gita berkata, "Aku dapet pesan dari Bayu, katanya kakak disebut sebagai durhaka sama Ayah".
Aku diam.
"Ayah? Lelaki tua yang pernah meninggalkan kalian dan permaisurimu? ," aku bertanya dalam hati.
Ada apa dengan kalian?
Aku mencoba mendekati kalian. Melihat lebih dekat ekspresi wajah kalian. Sendu. Lelah. Marah. Begitulah yang kutangkap.
Aku mencoba membuka percakapan. Tapi kamu hanya menengok sekali lalu sibuk packing tas besar hitam. Begitupun Gita.
---
Begitulah kira-kira mimpiku lusa malam. Setelah sekian lama aku tak pernah memikirkanmu, kamu tiba-tiba datang dengan kisah rumit keluarga kalian.
Ada apa dengan kalian? Apakah mimpi ini hanya buah dari kelelahanku bekerja? Ya, karena Menteng-Ciputat 2 jam lamanya perjalanan.
(Brsbg)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In NasDem Opini politik Views

Mampukah NasDem Melakukan Gerakan Perubahan?

Nasdem Gerakan Perubahan (sumber foto: Antara)

Tepat di hari ini, Partai NasDem merayakan hari jadinya yang keempat tahun. Berawal dari keinginan Surya Paloh bersama rekan-rekan partainya di Golkar melakukan gerakan perubahan atas kondisi bangsa Indonesia, mereka mendirikan Ormas NasDem atau Nasional Demokrat.

Banyak publik menduga ormas yang didirikan pria berdarah Aceh ini akan menjadi sebuah partai politik sebab di sisi lain Paloh baru saja terdepak dari pemilihan kursi Golkar nomor satu atas rivalnya Abu Rizal Bakrie dalam Munas Golkar saat itu. Benar saja, setelah tersingkir, ia pun mendirikan ormas yang memakai warna biru gelap dan oranye ini yang tidak lama setelah itu diubah menjadi partai politik. Ditambah lagi ia memiliki Metro TV yang kapanpun bisa memberitakan berbagai kegiatan sosial yang dilakukan NasDem.

Sebagai partai baru, NasDem mampu lolos verifikasi administrasi dan faktual dari KPU. Lantas mereka melakukan manuver politik, mencari kubu yang sepaham pada idealisme partai. Hingga pada saat Pemilu 2014, NasDem menyatakan sikapnya mendukung KIH atau Koalisi Indonesia Hebat yang digawangi oleh PDIP dan Megawati sebagai nyonya besar di dalamnya. Kini, setelah pemerintah baru di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, sudahkah kader NasDem yang ada di Senayan dan Pemerintah melakukan restorasi perubahan sesuai dengan slogan yang didengungkannya selama ini?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Anak Kosan Energi Gas Alam Go Green Hemat Energi PGN si-energi.id

Melakukan Lima Hal ini, Bisa Jadi Kamu Pahlawan Energi, Lho! (Bagian 2)

Gerakan Hemat Energi
Sumber foto: Google

4.    Bukan hanya listrik, hemat bandwidth pun bisa bikin kamu jadi pahlawan, lho!
Saat ini, kalau nggak ada akses internet atau wifi sehari aja, rasanya hidup hampa dan merasa diri paling tersiksa di dunia. Padahal dengan menghemat pamakaian data internet bisa menolong orang banyak lho. Kenapa bisa begitu? 

Karena bukan hanya menghemat uang yang kamu keluarkan untuk membeli data paket internet, tapi dengan menghemat pemakaian internet itu berarti kamu menghemat bandwidth yang ternyata masih minim didapatkan di daerah-daerah terpencil lho. Sama halnya dengan menghemat listrik, menghemat bandwidth berarti kamu membantu mereka yang tinggal di desa untuk bisa menikmati internet. Yuk, mulai sekarang kurangin cek-cek chatting atau sosmed kalau emang nggak penting banget!

5.      Beralihlah dari gas tabung ke gas alam
Apakah kamu termasuk yang sering ke dapur untuk memasak atau sekadar cuci piring? Perhatikan, apakah di sudut dapur masih menggunakan gas tabung atau justru gas pipa? Kalau ternyata masih ada benda bulet berwarna biru atau kecil berwarna hijau terang, berarti keluargamu masih memasak menggunakan gas tabung. Lebih baik kamu buka pembicaraan dengan orangtuamu untuk segera mengganti gas tabung dengan gas alam yang disalurkan melalui pipa. Kenapa?

Karena ternyata pembuatan dari gas tabung yang selama ini adalah proses panjang dari penyulingan minyak bumi menjadi gas. Kita tahu bahwa potensi minyak bumi Indonesia makin berkurang tiap tahunnya karena minyak bumi adalah jenis sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui. Impor BBM yang saat ini masih dilakukan Pemerintah juga menjadi bukti bahwa persedian minyak bumi kita semakin menipis. Sementara kondisi negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah tengah mengalami konflik peperangan yang berkepanjangan. Hal ini jelas mempengaruhi harga jual minyak dunia yang pastinya memberatkan Indonesia sebagai negara pengimpor BBM.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Anak Kosan Energi Gas Alam Go Green PGN si-energi.id

Melakukan Lima Hal ini, Bisa Jadi Kamu Pahlawan Energi, Lho! (Bagian 1)

Hemat Energi
Sumber Foto Google
Tepat di hari ini, Indonesia memperingati hari pahlawan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia offline, pahlawan didefinisikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. 

Jika dulu kita mengenal Pangeran Diponegoro, Jendral Soedirman, Presiden Soekarno, dan deretan pahlawan kemerdekaan yang mampu mengusir para penjajah, kini seperti apakah bentuk nyata dari pahlawan di era modern? Salah satunya mereka yang fokus untuk tetap menjaga lingkungan dengan memanfaat dan menggunakan energi sebijak mungkin, seperti berikut ini:

1.       Bijaklah menggunakan energi listrik
Bayangkan jika suatu hari kamu sedang menikmati hari dengan kondisi ruangan ber-AC sambil main game CoC, di sudut lain kamarmu TV menyala begitu saja tanpa ada yang menonton? Tiba-tiba saat itu listrik padam dan kamu mengumpat sampah serapah seperti “dasar PLN, Perusahaan Lilin Negara, dan lainnya” hanya karena PLN begitu saja memutuskan aliran listrik dan memaksamu berhenti membangun istana di CoC juga menikmati ademnya AC. 

Tapi tahukah kamu, di daerah Indonesia bagian lain di mana pembangunan belum seperti di Jakarta, dan kota serupa, serta akses jalan pun susah, mereka hanya menikmati penerangan listrik di malam hari, itu pun seringkali dibarengi mati listrik tanpakonfirmasi dari petugas PLN setempat. Alhasil, jangankan bisa main CoC kayak kamu, untuk belajar saja mereka susah, harus gelap-gelapan dan bertemankan lilin sebagai penerang. So, mulai sekarang yuk bijak dalam menggunakan listrik. Mulai dari matikan TV-mu jika sedang ditonton, kurangin pemakaian AC kalau nggak gerah-gerah amat, atau buka saja jendela biar bisa menikmati angin sepoy-sepoy, siapa tau dengan begitu tau-tau istana di CoC-mu sudah jadi J

2.       Jika dompetmu cukup untuk membeli Pertamax, kenapa harus pakai yang subsidi?
Jangan salah pilih ya. Pilih yang corong warna biru.
Sumber foto Google
Mungkinkah kamu pelajar, mahasiswa, atau fresh graduate yang dikasih uang jajan banyak dari orangtua selama ini? Jika iya dan kamu memiliki kendaraan pribadi, isilah tangki motor atau mobilmu dengan bahan bakar yang tak bersubsidi. Kenapa? Karena pasti sudah pada tahu bahwa BBM bersubsidi hanya dinikmati oleh kalangan menengah ke bawah. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Anak Kosan Go Green Hemat Energi si-energi.id

7 Cara Hemat Energi ala Anak Kosan

Hemat energi*
Anak kosan adalah mereka yang tinggal jauh dari orangtuanya. Biasanya karena alasan sekolah, kuliah, ataupun bekerja jauh dari kampung halaman. Keadaan tersebut lazimnya memaksa mereka harus cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, termasuk soal penggunaan energi di kosan. Apalagi bagi kosan yang menggunakan pulsa token. 

Semenjak kemunculannya, pulsa token menjadi populer, terutama untuk para pemilik kosan yang nggak mau ribet ngurusin listrik kosannnya karena pasang instalasinya mudah dan murah, nggak seribet pasang listrik pascabayar kayak di rumah-rumah dulu, termasuk rumah ane sih. Nah, kalau kosan kalian menggunakan listrik token di mana kalianlah yang harus mengisi sendiri, bukannya pemilik kosan, maka yang harus diperhatikan adalah pulsa yang harus kamu isi dengan berapa kwh yang kalian dapat. Range harganya dari Rp 20.000-Rp. 1.000.000. Nah tingga pilih aja. Detail kwh dan harga bisa cek di sini ya.

Berikut tips bagaimana cara menghemat energi ala anak kosan nih:

1. Diskusikan dengan teman sekamarmu soal kapasitas pulsa token
Buat kalian ngekosnya berdua atau lebih, diskusikanlah bersama mereka untuk membeli atau mengisi pulsa token yang berapa dan harus berapa lama awetnya, misalnya harga segini untuk keperluan seminggu, dua minggu, atau sebulan. Nah dengan begitu kalian bisa ringan dalam patungan biayanya dan penggunaannya.

2. Bijaklah menggunakan alat elektronik di kosan
Jika kamu dan teman sekamar memiliki banyak gadget, bijaklah menggunakannya. Jangan lupa mencopot colokan charger laptop, tab, atau handphonemu jika sudah terisi penuh. Kebiasaan jelek mahasiswa itu lupa lepas charge laptop karena terburu-buru udah telat masuk kelas gara-gara semalamnya nonton drama Korea sampai pagi.

3. Charge gadgetmu di kampus atau tempat publik
Tips ketiga ini bisa menghemat energi listrikmu lho. Kalau kamu lama di kampus atau lagi nongkrong di Sevel, McD, atau tempat serupa, janganlah lupa sempatkan isi batrei laptop dan smartphonemu di sana jadi pas sampai kosan nggak menggunakan banyak energi listrik lagi. 

4. Gantilah lampu kamarmu dengan lampu neon atau LED
Lampu neon atau LED? Keduanya memiliki manfaat dan harga yang berbeda. Tapi mereka lebih baik dibanding lampu pijar atau bohlam yang warnanya kuning itu. Warna cahaya yang dihasilkan dari kedua jenis lampu itu putih yang jelas jauh lebih sehat. Walaupun harga mereka lebih mahal dibanding lampu neon, tapi waktu pemakainnya juga lama. Jadi selain bisa hemat energi, kamu juga bisa hemat uang kan? Cihuy!

5. Jangan mantengin hape dan latop untuk hal nggak penting
 Dua benda tersebut memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Setiap harinya kamu pasti cek hape, apakah ada chat di whatsapp, bbm, line masuk, ataukah ngeplay ratusan lagu di laptop yang sebenarnya nggak pengen kamu dengerin, hanya karena kebiasaan aja pas lagi ngetik tugas kuliah, kalian nyalain mp3. Alhasil semua gadget kalian itu menyala dan cuma boros-borosin batrei. So, gunakanlah dengan bijak kedua alat itu karena selain untuk menghemat pulsa listrik kalian, itu juga ngasih waktu istirahat gadgetmu biar nggak ngelag terus.

6. Matikan TVmu sekarang juga!
Pernah nggak sih kalian nyadar kalau sebenarnya saat ini bukan kita yang nonton TV tapi TV nonton kita? Karena faktanya kebiasaan menyalakan TV ketika bangun tidur atau kegiatan lainnya itu sesuatu yang nggak baik dan harus segera dihentikan supaya nggak buang-buang energi listrikmu begitu saja.

7. Carilah kosan yang punya jendela langsung kena paparan matahari
Kalau kalian baru akan kos, coba cari kosan yang memiliki jendela yang sehat di mana matahari bisa masuk kamar kalian. Kamu bisa menghemat energi listrik karena penerangan langsung dari paparan sinar matahari. Selain itu, kamar yang disinari matahari bisa mengilangkan bau apek lho, sehat juga untuk badan di pagi hari. 

Oke segitu dulu tips cara menghemat energi ala anak kosan. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian. Salam #gogreen!

Tulisan ini didedikasikan untuk situs si-nergi.id


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Energi Gas Alam Go Green PGN si-energi.id

Bumi Makin Tua, Yuk Saatnya Beralih ke Energi Ramah Lingkungan


Energi Ramah Lingkungan. Sumber foto: dbagus.com

Hay sob, di siang hari yang cerah ini, kita akan bahas soal urgensi pemanfaatan energi ramah lingkungan di kehidupan sekitar kita, seperti apa sih? Yuk scroll sampai bawah blog ini ya :)

Ibarat manusia, bumi kita saat ini kondisinya  sudah sangat memprihatinkan, sob. Usianya semakin tua, sumber daya alam di dalamnya juga semakin berkurang atas ekplorasi besar-besaran dan massif. Sementara kebutuhan energi terus meningkat seiring gaya hidup, populasi manusia, dan pembangun yang terus digenjot di planet tercinta kita ini.

Mulai dari gunung emas dan tembaga kita yang habis-habisan dieksploitasi di Papua dan beberapa wilayah di Indonesia, sampai yang terbaru adalah soal pembakaran hutan yang diduga sengaja dilakukan para oknum terkait jelas memprihatinkan lingkungan kita kan sob.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Energi Gas Alam Go Green PGN si-energi.id

6 Alasan Kenapa Para Ibu Muda Harus Menggunakan Gas Alam di Rumahnya (part 2)


3) Hemat pengeluaran bulanan
Berdasarkan berita yang ane kutip nih gan, ternyata pakai gas alam jauh lebih murah per bulan dibanding gas elpiji. Berikut kutipannya dilansir dari republika online 

Sumber Google
Parmin mengisahkan, untuk kebutuhan masak sehari-hari selama sebulan, istrinya hanya perlu membayar rata-rata Rp 28 ribu. Cara pembayarannya pun cukup mudah, mirip sistem bayar listrik, yaitu lewat anjungan tunai mandiri (ATM) untuk melakukan transfer ke bank yang sudah ditunjuk.

Dia membuat catatan, kalau memakai tabung gas LPG ukuran tiga kilogram, pasti tidak sampai sepekan sudah habis. Padahal, harga jual di pasaran sekitar Rp 18 ribu per tabung. Karena itu, pihaknya tidak pernah ambil pusing ketika ada rencana kenaikan harga LPG. 

Ada juga nih penuturan dari warga lain soal lebih hematnya penggunaan gas alam dibanding gas elpiji guys dari sindonews.com: 

Beberapa manfaat yang dirasakan Supriono, memakai gas bumi PGN, antara lain sangat murah. Setiap bulan hanya membayar Rp30.000-Rp40.000. Bandingkan dengan yang memakai gas elpiji yang rata-rata menghabiskan Rp100.000/bulan. Apalagi harga elpiji sekarang sudah naik lagi.

“Istri saya pernah membuka catering. Dalam sebulan dia hanya menghabiskan Rp 100.000/bulan,” ungkap Supriono.

Nah kalau ada yang lebih hemat kenapa pilih yang lebih mahal untuk keluarga? Penggunaan pipa gas alam PGN ini cocok banget kan untuk para ibu Indonesia. Dari penghematan gas tersebut sudah pasti uangnya bisa digunakan untuk belanja lainnya seperti keperluan bayi kan ibu?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Energi Gas Alam Go Green si-energi.id

6 Alasan Kenapa Para Ibu Muda Harus Menggunakan Gas Alam di Rumahnya (part 1)


     
Memiliki anak adalah babak baru dalam suatu kehidupan rumah tangga. Nah, biasanya para ibu muda yang baru memiliki anak pertama, masih balita atau batita pasti direpotkan dengan tingkah laku mereka yang unyu-unyu itu kan.

Sumber Google
      Contohnya ketika si anak nangis sementara kita sedang masak, eh tiba-tiba hgasnya abis. Apalagi ternayata di rumah nggak ada pembantu atau suami yang bisa beliin gas elpiji ke warung atau agen. Pasti hactic banget kan. PGN atau Perusahaan Gas Negara kasih solusinya nih untuk para ibu-ibu di Indonesia biar nggak kesulitan lagi untuk isi ulang gas untuk masak, yakni gantilah gas elpijinya dengan gas alam pipa.

      Kalian pasti udah pada dengerkan kalau PGN yang merupakan perusahaan plat merah memiliki programa gas alam untuk pemakaian di rumah tangga? Program yang membantu para ibu rumah tangga itu mulai dikampanyekan oleh Dahlan Iskan, kala itu menjadi Menteri BUMN, bersama PGN sebagai perusahaan yang ditunjuk untuk merealisasikan program mulia itu. Kemudahan apa sih yang akan kita dapatkan ketika menggunakan gas alam ini? Berikut 6 alasannya: 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Energi Gas Alam Go Green

Ketika Energi Didapatkan Hanya dengan Sentuhan Tangan (part 2)



Selamat malam mingguan kawan-kawan. Salam Energi!

Selamat buat kamu yang malam ini bisa jalan keluar malam mingguan sama pasangan atau keluarga. Yang masih jomblo  atau baru saja diputusin, mending jalan-jalannya ke dunia maya, termasuk nelusurin blog saya, haha!

Oke, balik ke tulisan yang tadi siang saya bahas saudara yang di rumahnya sudah pakai gas alam yang disalurkan melalui pipa. Kenapa masih aja saya soal itu menarik perhatian saya. Sepulangnya dari Bogor, saya langsung browsing soal gas alam yang dialirkan melalui pipa untuk kebutuhan rumah tangga, yang ternyata penggagasnya adalah PGN atau Perusahaan Gas Negara.

Sedikit mengulas berita tentang gas alam PGN yang saya baca, salah satu produk dari PGN itu pipa aliran gas alam yang disalurkan ke rumah-rumah warga. Program ini mulai direalisasikan tahun 2013 atas usulan Menteri BUMN, saat itu Dahlan Iskan dan PGN sebagai perusahaan yang mewadahi program ini. Kata Dahlan Iskan, yang dikutip dari merdeka.com berikut ini:

Namun, Dahlan tetap ingin masyarakat beralih menggunakan gas alam dari pada tabung elpiji 3 Kg. Dahlan meminta PGN bekerjasama dengan perbankan agar bank tersebut memberi kredit kepada masyarakat untuk biaya instalasi."Pakai gas alam ini hemat, nanti biaya penghematan ini bisa digunakan untuk mencicil bank. Saya minta PGN bekerjasama dengan bank," ucap Dahlan di tempat dan waktu yang sama.

Berdasakan cerita saudara saya beberapa hari lalu itu juga dia merasakan memang banyak manfaatnya, selain untuk menghemat pasokan minyak dunia yang menjadi bahan dasar untuk gas elpiji, beralih ke gas alam PGN ini juga pilihan tepat karena ramah lingkungan. Bumi makin tua, yuk ramai-ramai hemat energi dengan PGN, hanya semudah dengan sentuhan tangan!

Ciputat, 7.11.15
7:00 PM
(Tulisan ini disumbangkan untuk situs www.si-energi.id)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments