In NasDem Opini politik Views

Mampukah NasDem Melakukan Gerakan Perubahan?

Nasdem Gerakan Perubahan (sumber foto: Antara)

Tepat di hari ini, Partai NasDem merayakan hari jadinya yang keempat tahun. Berawal dari keinginan Surya Paloh bersama rekan-rekan partainya di Golkar melakukan gerakan perubahan atas kondisi bangsa Indonesia, mereka mendirikan Ormas NasDem atau Nasional Demokrat.

Banyak publik menduga ormas yang didirikan pria berdarah Aceh ini akan menjadi sebuah partai politik sebab di sisi lain Paloh baru saja terdepak dari pemilihan kursi Golkar nomor satu atas rivalnya Abu Rizal Bakrie dalam Munas Golkar saat itu. Benar saja, setelah tersingkir, ia pun mendirikan ormas yang memakai warna biru gelap dan oranye ini yang tidak lama setelah itu diubah menjadi partai politik. Ditambah lagi ia memiliki Metro TV yang kapanpun bisa memberitakan berbagai kegiatan sosial yang dilakukan NasDem.

Sebagai partai baru, NasDem mampu lolos verifikasi administrasi dan faktual dari KPU. Lantas mereka melakukan manuver politik, mencari kubu yang sepaham pada idealisme partai. Hingga pada saat Pemilu 2014, NasDem menyatakan sikapnya mendukung KIH atau Koalisi Indonesia Hebat yang digawangi oleh PDIP dan Megawati sebagai nyonya besar di dalamnya. Kini, setelah pemerintah baru di bawah kepemimpinan Jokowi-JK, sudahkah kader NasDem yang ada di Senayan dan Pemerintah melakukan restorasi perubahan sesuai dengan slogan yang didengungkannya selama ini?

Tentu kita masih ingat sekitar beberapa pekan lalu Patrice Rio Capella ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus korupsi Dana Bantuan Sosial yang menyeret Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho, bersama istri keduanya, pengacara kondang OC. Kaligis, dan yang terbaru KPK memeriksa beberapa pejabat daerah Sumut terkait kasus tersebut. 

Kasus ini pun jelas menjadi tamparan keras untuk NasDem sebab selama ini sosok Rio Capella cukup populer wara-wiri di TV, sehingga publik yang melihat kejadian ini meragukan idealisme partai yang bermarkas di Menteng Jakarta Pusat sebagai partai yang mengusung restorasi besar untuk Indonesia, termasuk soal memberantas korupsi. Partai yang selalu menggemborkan rasa baru dalam perjuangan membela rakyat dengan pidato yang khas dan membakar semangat yang disampaikan Paloh di setiap kesempatannya. merasa kecewa karena sampai saat ini masih ada para petinggi partai yang belum tahan godaan terhadap uang dan kekuasaan. Meski begitu, sikap NasDem perlu diapresiasi dan diacungi jempol karena memberikan dua pilihan kepada Rio Capella untuk mengundurkan diri atau dipecat dari Partai NasDem.

Dalam pidatonya tadi siang, 11 November 2015 di Kantor DPP NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, di depan anak-anak yatim, para kadernya, dan media yang meliput, Paloh mengatakan tahun ini sebagai tahun evaluasi dan introspeksi partainya. Seperti dilansir kompas.com, jika partai yang ia dirikan ini tidak boleh menjadi beban negara, justru malah harus membantu meringankan beban negara dalam berbagai bidang untuk kepentingan rakyat.

Well, kita lihat saja dan awasi terus bagaimana peran NasDem ke depannya dalam mengemban amanah, apakah dilakukan sebaik-baiknya atau justru banyak yang terjerembab pada lembah korupsi. Karena sekalipun NasDem partai baru, bukan berarti rakyat harus memaklumi terus karena beban rakyat pun sudah sangat berat di tengah sulitnya ekonomi saat ini.

Salam perubahan!

At Menteng
11.11.15
18:38


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment