Wednesday, December 23, 2015

Air Hujan Bisa Menghasilkan Energi Listrik, Lho! (2)



"Jadi ketika hujan, tetesan air akan jatuh di penampang, saat itulah per bergerak naik turun dan juga menggerakan kumparan dan medan magnet. Pertemuan medan magnet dan kumpuran inilah yang menghasilkan energi, atau istilahnya dalam fisika menghasilkan fluks," kata siswa yang pernah meraih medali dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2011 ini.

Ukuran alat ini hanya 16x16 sentimeter. Dari alat ini baru bisa menghasilkan listrik 48 milovolt. Alat ini masih dikatakan sebagai prototipe. Namun bila diaplikasikan dengan ukuran lebih besar dan komponennya juga disesuaikan bisa menghasilkan energi yang besar juga.

Dicontohkan, bila ukurannya diperbesar tiga kali lipat atau lebih bisa menghasilkan listrik 48 volt yang bisa menghidupkan lampu. Agar alat ini bisa berfungsi, maka tetes hujan yang jatuh di penampang adalah tetesan yang cukup deras. Kalau hanya sekadar rintik hujan, alat tidak akan bergerak atau berfungsi. Semakin deras air hujan yang turun maka akan semakin baik energi yang dihasilkan.

Komponen alat ini, menurut Luthfi, dari barang-barang yang bisa didapat di Indonesia. Hanya saja, saat untuk membuat alat ini mereka mendapat kendala memperoleh magnet ukuran kecil. Mereka sampai berburu magnet ke Bandung. Itu pun setelah dapat hanya beberapa saja persediaan, sementara mereka butuh 16 magnet yang disesuaikan dengan jumlah kumparan dan per yang mereka sebut satu sel yang terdiri dari kumparan kawat, per, magnet dan mika. Mereka baru bisa mendapat magnet setelah pesan selama satu minggu.

"Dalam satu alat ini ada 16 sel, kami susun segi empat," ujar siswa yang baru pertama ikut lomba karya ilmiah ini.

Untuk biaya, mereka hanya menghabiskan biaya Rp 500 ribu untuk satu alat. Komponen paling mahal adalah magnet dengan harga satuan Rp 22 ribu. Kini dengan prototipe yang sudah ada, mereka ingin mengembangkan lebih baik lagi.

Dalam pengaplikasiannya terhadap eksperimen ini, pemerintah juga sudah membentuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Hujan (PLTAH) yang menginisiasi penelitian tentang adanya potensi energi dari air hujan yang dapat dikelola setelah jatuh dari rumah atau gedung.

Menurut Abdul Karim, besarnya daya yang bisa dibangkitkan oleh PLTAH ini sangat bergantung pada nilai head dari gedung atau rumah dan debit air hujan. Semakin tinggi gedung atau rumah yang ditentukan maka semakin besar energi listrik yang dapat dibangkitkan. Pemilihan jenis gedung atau rumah yang dijadikan tempat pemasangan PLTAH ini terdiri dari dua jenis dan ditinjau dari jenis atap yang digunakan. Rumah atau gedung dengan atap segitiga dan dengan atap jenis persegi.

Penggunaan PLTAH ini memiliki beberapa kelebihan, diantaranya ,Komponen instalasinya murah dan mudah didapat, Mudah dalam desain dan pembuatannya, Serta mudah dalam perawatannya. Besarnya daya yang bisa dibangkitkan dari PLTAH ini berbanding lurus dengan ketinggian sebuah rumah atau gedung yang akan dijadikan objek, semakin besar nilai ketinggiannya maka daya listrik yang dihasilkan bisa lebih besar. Tegangan keluaran generator dapat ditingkatkan sehingga penggunaan energi listrik yang dihasilkan akan lebih luas, Energi listrik yang telah disimpan dalam aki bisa digunakan untuk berbagai keperluan beban listrik dengan menambahkan rangkain inverter sederhana 12/220 V.

Semoga intensitas curah hujan yang tinggi di Indonesia tidak lagi serta-merta dianggap sebagai sebuah musibah karena, tenyata debit air yang jatuh dari langit bisa dimanfatkan menjadi energi listrik yang bisa menopang gerakan energi baik. Listrik yang dihasilkan dari hujan tentu bisa ikut membantu mengurangi kelangkaan batubara yang saat ini jumlahnya semakin habis.

#Salam EnergiBaik

Tulisan ini didedikasikan untuk situs si-nergi.id

Sumber:

About Ema Fitriyani

Hai, saya Ema Fitriyani. Selamat datang di blog sederhana saya. Di sini, kamu akan mendapatkan berbagai tulisan saya, mulai dari reportase acara blogger, review produk, berbagai opini, sampai curhatan pribadi yang semuanya dikemas dalam persprektif saya secara personal. Selamat menikmati!

You Might Also Like

0 komentar:

Post a Comment