In #EnergiBaik PLTS sampah jadi energi listrik

Energi Listrik dari Sampah

Sampah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Setiap harinya, lazimnya satu orang manusia menghasilkan sampah, entah dari makanan, minuman yang dikonsumsi ataupun barang-barang yang digunakan.

Di Indonesia sendiri, sampah menjadi momok yang meresahkan, di antaranya karena minimnya kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik hingga membuang sampah tak pada tempatnya. Di sudut-sudut pasar, terutama pasar tradisional sering kita jumpai bungkusan plastik hitam yang mengeluarkan air, dikerubungi lalat, dan mengeluarkan bau menyengat. Ketika musim hujan datang, tumpukan sampah besar dan kecil memenuhi sungai-sungai di Jakarta dan daerah lainnya. Banjir pun tak terelakan lagi.

Tapi tahukan kamu, dibalik ruwetnya Indonesia, khususnya Jakarta dalam menangani sampah, tumpukan barang terbuang ini bisa menghasilkan energi listrik lho. Sampah yang dianggap sebelah mata, jika dimanfaatkan dengan benar, bisa menghasilkan sumber energi.
Menurut laman Business Today yang dikutip olahsampah.com, perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di Indonesia semakin berkembang di Indonesia.  Pengoperasian kembali pengolahan sampah menjadi gas metan yang akan menjadi sumber energi listrik di tempat pembuangan akhir (TPA) salah satunya telah dilakukan oleh TPA Sukawinatan, Palembang.
Tidak hanya di Palembang saja, Surabaya juga telah memulai pengembangan tempat pembuangan sampah yang mampu mengolah sampah menjadi energi listrik.  Terdapat tiga TPA yang sudah berhasil mengolah sampah menjadi energi listrik yaitu TPA Bratang, TPA Jambangan,dan  TPA Tenggilis. Masing-masing TPA tersebut dapat menghasilkan energi listrik sebesar 4.000 kilowatt. Saat ini TPA Bratang yang sudah beroperasi sedangkan TPA Jambangan dan Tenggilis baru akan mulai beroperasi.

Di Jakarta sendiri, sebagai salah satu kota penyumbangan sampah terbanyak di Indonesia, memiliki TPA Bantar Gebang. Saat ini jika melihat dari TPST Bantar Gebang  sudah memiliki pembangkit PLTS berkapasitas 26 MW.  Potensi listrik  dari TPST Bantar Gebang ini sudah dijadikan  sebagai pembangkit listrik oleh PT Godang Tua Jaya sebagai pengelola TPST Bantar Gebang. Jika masing masing rumah rata-rata membutuhkan daya 1.000 watt listrik, maka melalui TPST Bantar Gebang ini mampu memenuhi kebutuhan listrik  dari 26.000 rumah.

Permasalahan yang saat ini dihadapi oleh TPA Bantar Gerbang terutama Pemprov DKI adalah dalam hal manajemen pengelolaannya. TPA Bantar Gerbang selama ini dikelola oleh swasta sehingga pemerintah tidak dapat melakukan intervensi dalam proses pengelohannya. Sudah terdapat perjanjian hitam diatas putih sehingga Pemprov DKI masih harus menunggu hingga masa kontrak tersebut berakhir untuk melakukan perubahan sistem pengolahan sampah di TPA Bantar Gerbang. Sehingga untuk kedepannya DKI Jakarta memiliki TPA yang ramah lingkungan dan seluruh TPA di Indonesia juga dapat melakukan hal yang sama.

Tapi sayangnya, di tengah harapan besar untuk pengembangan teknologi dalam PLTS di TPA Bantar Gebang, yang terletak di Bekasi Jawa Barat sedang ramai diributkan antara Ahok dan Pemprov Bekasi serta pihak swasta yang mengelola sampah Jakarta di TPA Bantar Gebang.

Semoga saja, ketidaksepahaman ini tidak mempengaruhi PLTS ya!

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment