In #EnergiBaik Gas Alam industri keramik PGN

Gas Alam dan Majunya Industri Keramik Indonesia

Indonesia memang surganya tanah bahan baku. Hampir semua sumber daya alam yang dibutuhkan dunia ada di sini. Salah satu yang sangat potensial adalah industri keramik yang bahan bakunya dapat diperoleh di tanah air, semisal, lempung atau tanah liat yang banyak di Bangka Belitung dan zircononium yang bisa dijumpai di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.  Selain bahan baku, industri keramik juga membutuhkan bahan bakar, yakni gas alam.

Hal ini yang menjadi perhatian perusahaan gas yang mencoba memfasilitasi pasokan gas ke industri yang nama dan kualitas keramiknya sudah mendunia ini. Perusahaan yang memberi perhatian pada industri keramik adalah Perusahaan Gas negara (PGN) yang berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan ini pada Maret kemarin meneken kontrak kerja sama dengan PT Platinum Ceramics, PT Sinar Karya Duta Abadi, dan PT Jui Shin Indonesia. Pada tiga industri keramik itu, PGN berusaha memasok kebutuhan gas alam untuk pembakaran keramik.

Direktur Pengusahaan PGN, Jobi Triananda Hasjim mengatakan kerja sama tersebut dapat memperkuat daya saing industri dalam negeri, khususnya industri keramik, melalui pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang efisien, ramah lingkungan, dan aman. “Sebagai BUMN, PGN secara konsisten mendukung tumbuh dan berkembangnya industri di dalam negeri melalui pemanfaatan gas bumi," kata Jobi di Jakarta, Kamis (19/3/2015) seperti dikutip liputan6.

Sebagai informasi, pada 2014, industri keramik Indonesia memiliki kapasitas 1,8 juta m2/hari dan produksi 1,6 juta m2/hari. Hasil produksi 87 persen diserap pasar lokal dan 13 persen di ekspor, di mana nilai penjualan industri keramik mencapai Rp30 triliun dan diproyeksikan pada tahun 2015 mencapai Rp36 triliun.

Perhatian PGN ini tentu harus terus dijaga kepada sektor ukm dan ekonomi kreatif yang ada di Indonesia sebagai bentuk dari dukungan PGN kepada Indonesia. Kerja sama ini juga tentu akan menguntungkan kedua belah pihak, PGN dan industri keramik dalam bersaing global di era MEA saat ini.

Tulisan ini didedikasikan untuk si-nergi.id

Sumber:

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment