In #EnergiBaik Energi Alternatif Gas Alam Ketahanan Energi Indonesia PGN

Gas Alam dan Simbol Ketahanan Energi Nasional (1)

Pada kesempatan kali ini saya akan menulis tentang gas alam sebagai simbol ketahanan energi nasional. Indikator suatu negara yang kuat bisa dilihat dari banyak aspek. Indonesia sebagai negara luas secara geografis menyimpan banyak sumber daya alam yang bisa menjadi sumber kekuatan dalam menyejahterahkan rakyatnya.

Berdasarkan data ESDM, potensi gas bumi yang dimiliki Indonesia berdasarkan status tahun 2008 mencapai 170 TSCF dan produksi per tahun mencapai 2,87 TSCF, dengan komposisi tersebut Indonesia memiliki reserve to production (R/P) mencapai 59 tahun.

Masih dari laman resmi ESDM, gas bumi masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, untuk itu maka pemerintah dalam rangka mendukung perencanaan pasokan gas untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri melakukan kajian dan menetapkan Neraca Gas Bumi Indonesia 2010-2025 dan menetapkan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional serta memprioritaskan pemanfaatan melalui Kebijakan Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi dalam Negeri.

Hal di atas melegakan sekaligus juga membuat was-was. Melegakan karena gas alam di Indonesia memiliki peranan yang cukup dominan setelah peran minyak sebagai sumber energi utama mulai dikurangi.  Apalagi dengan komitmen yang diberikan pemerintah dalam Clean Developement Mechanism pada Kyoto Protocol, gas alam mulai dipilih karena tingkat polusi yang lebih rendah. Selain itu Indonesia memiliki cadangan gas alam yang cukup besar, yaitu sebesar 152,89 TSCF. Gas alam juga memiliki harga yang stabil karena jauh dari muatan politis, tidak seperti minyak bumi.
PGN sebagai Pelopor
Salah satu perusahaan gas yang konsisten memperpanjang jaringan pipa gasnya adalah Perusahaan Gas Negara (PGN). PGN menjadi pelopor industri gas alam di Indonesia yang mulai beroperasi tahun 1974 untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, komersial, dan industri. 

Sampai saat ini PGN masih terus mengembangkan dan memperpanjang jaringan pipa-pipa gasnya, seperti: selama delapan tahun terakhir misalnya, PGN telah membangun jaringan pipa sepanjang 911 km. Pada sektor rumah tangga, PGN terus memperbanyak pelanggan untuk menggunakan gas alam untuk kegiatan memasak. Semisal  PGN di Sumatera Bagian Utara tahun 2015 menargetkan bisa menambah 700 sambungan baru gas untuk pelanggan rumah tangga. PGN pun belum lama ini mulai melakukan kerja sama di jalur laut yang diklaim Hendi Prio Santoso, bisa menghemat penggunaan bahan bakar untuk PELNI.


Meski begitu, di sisi lain, hal yang mengkhawatirkan adalah sifat dari gas alam sendiri yang merupakan sumber energi tak terbarukan yang jumlahnya akan terus menipis jika terus digunakan. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pengembangan energi terbarukan harus terus diupayakan, baik itu dari pemerintah melalui kementrian terkait dan masyarakat yang sadar akan energi lingkungan. {Selanjutnya, baca Gas Alam dan Simbol Ketahanan Energi Nasional (2)}

Tulisan ini didedikasikan untuk situs si-nergi.id

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment