In #EnergiBaik Diversifikasi Gas Alam Ketahanan Energi Indonesia PGN

Indonesia dan Energy Security

Manusia dan pembangunan adalah dua hal yang selalu jalan beriringan. Manusia terus bergerak dan pembangunan terus berlanjut untuk menampung pesatnya perkembangan manusia itu sendiri. Banyak yang diekslporasi untuk keberlangsungan hidup manusia, salah satunya energi fosil.

Kegunaan energi fosil memang tak terbantahkan. Setiap harinya minyak mentah digali untuk terus diproduksi. Tapi tahukah kamu bahwa semakin hari persedian minyak mentah dunia makin menipis? Karena sifatnya yang tak terbarukan, minyak mentah ini pun menjadi perburuan banyak negera untuk mengusai dan mengamankanya.

Di dunia energi dikenal dengan istilah Enegry Security atau keamanan energi. Dalam buku Strategi Pengelolaan Keamanan Energi Nasional : Perspektif Keamanan Non-Militer istilah keamanan energi merupakan dimensi baru dalam pembahasan keamanan nasional dilihat dari segi non-militer. Oleh International Energy Agency (IAE) , kemanan energi didefinisikan sebagai keamanan pasokan pada harga yang terjangkau.  Arab Saudi mendefinisikan keamanan energi sebagai “ maintaining and enhancing access to where the oil exists in such obvious abundance”.
Beberapa negara yang sudah menerapakan energy security ini adalah Amerika Serikat yang saat ini menghadapi masalah terhadap komoditas minyak yang mempengaruhi keamanan nasional dan melemahkan ekonomi nasional. Akibatnya Amerika Serikat saat ini fokus untuk mengatur strategi menjamin pasokan minyak dan memecahkan monopoli dalam transportasi minyak. 

Sementara definisi keamanan energi oleh Arab Saudi  mengisyaratkan bahwa mereka menitikberatkan kepada produksi minyak sebagai penopang utama perekenomian mereka , begitu juga para pengekspor utama minyak bumi. Untuk India dan China sebaga negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi fokus untuk mendapatkan suplai energi yang terjamin bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Rusia menitikberatkan pada kontrol dari sumber strategis dan akses bagi ekspor hidrokarbon.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Seperti yang juga dijelaskan di Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia, terbentuknya konektivitas nasional menjamin tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang berbasiskan ketersediaan energi.  Konektivitas tersebut terbangun mulai dari sumber energi hingga pusat konsumsi energi dengan skema-skema tertentu. Oleh karena itu keamanan fasilitas fisik menjadi syarat utama terjaganya keamanan energi . Selanjutnya, akses kepada energi juga penting, mengingat kemampuan untuk membangun dan mendapatkan sumber energi menjadi modal dalam kemanan energi. Kemampuan ini menjaga agar tidak terjadi stanansi dalam potensi energi yang dimiliki. Akses terhadap energi mencakup faktor fisik, kontrak dan komersil.

Pembangunan secara fisik dalam keenergian kita dengan pembangunan kilang-kilang untuk bisa menunjang produksi minyak mentah.  Kebijakan energi nasional juga memberikan peranan penting dalam mencapai kedaulatan energi. Pemerintah harus kreatif dan adil dalam membuat kebijakan yang menyokong ketahanan energi nasional. Pola-pola kebijakan yang bercorak produksi-konsumsi tidak cocok lagi di tengah sulitnya menjaga ketersediaan energi nasional.  Nah, semoga Indonesia bisa lebih aware dalam mengeksplorasi  cadangan energi dalam negeri.

Tulisan ini disumbangkan untuk si-nergi.id

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment