In #EnergiBaik Masyarakat Ekonomi ASEAN MEA PGN

Jaringan Pipa Gas Alam Makin Diperpanjang, Cara PGN Hadapi MEA

Tahun ini adalah tahun kedatangan MEA. Semua negara di ASEAN bermanuver agar bisa menjadi yang terkuat dalam persaingan pasar bebas kawasan Asia. Hal ini membuat banyak perusahan BUMN dalam negeri berbenah diri dan berinovasi. Salah satunya PGN yang berkonsentrasi memperpanjang penyaluran gas alam.

Perusahaan plat merah yang dipimpin Hendi Prio Santoso ini terus mengembangkan infrastruktur jaringan gas bumi untuk mengalirkan energi baik gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga, UKM, komersial, industri, pembangkit listrik dan transportasi.
Bukti nyata persiapan menghadapi MEA di antaranya menurut pantauan beritasatu,  di tahun 2014, 

PGN menyelesaikan floating storage and regasification (FSRU) Lampung, yang mengalirkan gas bumi untuk pembangkit listrik PLN. Perusahaan itu juga menyelesaikan jaringan pipa distribusi di Lampung sepanjang 90 kilometer.

Menurut Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, catatan positif dalam pembangunan infrastruktur PGN selama 2014 adalah mewujudkan energi nonfosil yang ramah lingkungan, murah, dan terjamin pasokannya bagi industri. Sehingga bisa meningkatkan daya saing bagi industri nasional dan sekaligus juga tetap menjaga lingkungan hidup.

Sementara di tahun ini, PGN menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah, di antaranya memperluas pasar gas bumi dari FSR Lampung ke segmen pelangga lainnya. Selain itu, Proyek clustering CNG di Tambak Aji Semarang, Jawa Tengah juga sudah mengalirkan gas bumi untuk pelanggan rumah tangga dan industri juga menjad prioritas mereka.

Proyek itu dilanjutkan dengan pembangunan jaringan pipa terintegrasi Jawa Tengah, yaitu pipa distribusi Kendal-Semarang-Kudus-Pati-Ungaran-Solo Raya.

Proyek pipa distribusi Cikande-Bitung (provinsi Banten) sepanjang 30,5 kilometer juga sudah selesai dibangun untuk mendukung jaringan distribusi gas bumi di wilayah Jawa Barat-Banten-DKI Jakarta.
"Begitu pula pipanisasi Tanjung Uncang Panaran di Batam, Kepulauan Riau sepanjang 18 kilometer juga telah selesai dibangun," tandas Hendi seperti dikutip beritasatu.

Semoga saja dengan berbagai proyek PGN dalam menyalurkan pipa gas alam bisa menjadi yang terdepan dalam memasok kebutuhan gas alam di masayarakat, baik untuk rumah tangga ataupun industri, juga bisa bersaing di pasar bebas.

Tulisan ini didedikasikan untuk situs si-nergi.id

Sumber:


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment