In #EnergiBaik Desa Sinar Jawa Lampung Energi Alternatif energi listrik Kemandirian Energi Swasembada energi

Kemandirian Desa Sinar Jawa dalam Ciptakan Energi Listrik (1)

Keterbatasan membuat orang-orang bekerja kreatif menciptakan sumber listrik, salah satunya Desa Sinar Jawa, Lampung. Dengan bergotong-royong mereka menciptakan listrik dan membuat malam menjadi terang. Yang mereka lakukan bentuk dari kemandirian dalam swasembada energi.

Listrik sudah menjadi kebutuhan setiap manusia saat ini. Hampir setiap aktivitas kita ditopang oleh sumber daya listrik. Sebut saja penggunaan smartphone yang setiap hari harus di-charge, komputer kerja yang harus nyolok terus ke stop kontak listrik, dan masih banyak lagi kegiatan kita yang bersinggungan dengan listrik, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, ruang publik, dan lain-lain.

Kita dan orang-orang yang tinggal di Jakarta barangkali memang beruntung bisa mengakses listrik dengan mudah. Tapi bagaimana dengan mereka yang di daerah?

Meski saat ini Pemerintah Jokowi-JK terus berusaha memotong disparitas pembangunan melalui program Nawacitanya, nyatanya masih banyak wilayah di tanah air yang belum terjamah oleh listrik. Ada yang benar-benar tak teraliri listrik seperti kata BPS. Ada juga yang sudah teraliri tapi belum sampai semua rumah warga dan hanya jam-jam tertentu saja listrik menyala.

Kondisi seperti ini memaksa Desa Sinar Jawa, di Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Mereka yang rumahnya hanya dialiri beberapa jam saja merasa jenuh dan akhirnya memutuskan untuk menciptakan energi listrik dengan memanfaatkan aliran sungai di sana.

Cara yang mereka gunakan adalah membuat pembangkit listrik alternatif bertenaga air dengan memanfaatkan sungai yang ada di desa. Warga bergotong royong membuat sodetan untuk digunakan sebagai saluran air menuju turbin yang akan menggerakkan generator.

Di sekitar Desa Sinar Jawa memang cukup banyak ditemukan aliran sungai yang sangat potensial untuk digunakan sebagai sumber pembangkit listrik dengan menggunakan tenaga air. Sungai terbesar di desa ini, yaitu sungai Air Lehek dan juga beberapa sungai kecil memiliki debit air yang cukup stabil, baik pada saat musim penghujan maupun musim kemarau.

Penggunaan turbin bertenaga air ini mulai dibuat oleh warga sejak tahun 2008 dan hingga saat ini di desa yang berpenduduk mayoritas petani ini sudah terdapat lebih dari 10 buah turbin yang digunakan untuk memutar generator listrik. Masing-masing generator yang menghasilkan daya kurang lebih sebesar 10kW ini digunakan oleh kurang lebih 14 Kepala Keluarga untuk lampu penerangan, televisi, dan alat pemasak nasi (rice cooker) serta peralatan elektronik yang lain.

Berdasarkan wawancara Hamid Mukhlis,  Giri, salah seorang warga mengatakan bahwa sejak adanya pembangkit listrik ini kampung meraka menjadi lebih baik. Maklumlah, letak desa Sinar Jawa yang jauh masuk di pedalaman membuat mereka cukup terisolasi sehingga listrik negara sampai saat ini belum dapat menjamah sampai kerumah warga. Akses menuju desa ini hanya berupa jalan tanah dan apabila hujan turun sangat sulit untuk dilewati oleh kendaraan bermotor roda dua. (Selengkapnya baca: Kemandirian Desa Sinar Jawa dalam Ciptakan Energi Listrik (2)

Tulisan ini didedikasikan untuk situs si-nergi.id

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment