In #EnergiBaik Desa Sinar Jawa Lampung Energi Alternatif Kemandirian Energi Swasembada energi

Kemandirian Desa Sinar Jawa dalam Ciptakan Energi Listrik (2)

Pembuatan turbin ini memang memakan biaya yang cukup besar pada awalnya, seperti biaya pembelian peralatan turbin beserta generator dan juga pembuatan instalasi saluran yang digunakan untuk mengalirkan air menuju pembangkit listrik. namun biaya yang besar ini hanya dikeluarkan sekali saja. Selebihnya warga tidak perlu lagi merasakan tagihan pembayaran listrik.

Terkendala hambatan
Pembangkit listrik tenaga air yang diusahakan oleh warga desa yang berada dipinggiran kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ini tidak serta merta lancar dan tanpa hambatan dalam prosesnya. Masih beradasarkan bincang-bincang yang dilakukan Hamid Mukhlis,  ada Kariman yang bertugas sebagai teknisi salah satu instalasi pembangkit listrik yang berada di dusun Talang Kandar (salah satu dusun di Desa Sinar Jawa).

“Salah satu permasalahan yang sering datang adalah sampah sungai berupa batang pohon yang sudah mati dan dedaunan yang hanyut kedalam saluran menuju turbin dan menutup saringan sehingga mengganggu aliran debit air yang masuk. Untuk mengantisipasi hal ini biasanya warga akan melakukan pembersihan saluran air dari sampah yang hanyut yang dilaksanakan secara bergilir setiap harinya,” kata Kariman.

Masalah lain yang biasanya muncul adalah ketika memasuki musim penghujan. Seringkali turbin yang beroperasi terkena sambaran petir saat hujan turun dan membuat generator rusak. Jika hal ini terjadi akibatnya adalah listrik akan mati dan tidak dapat mengalir kerumah-rumah warga selama beberapa hari dikarenakan generator yang rusak otomatis tidak dapat dipakai kembali dan harus diganti.

Untuk itu warga harus mengumpulkan dana secara patungan setiap KK untuk membeli generator yang baru. Jika ada cara untuk mengantisipasi sambaran petir, pasti akan sangat membantu kami, ujar teknisi yang sudah beberapa tahun dipercaya warga untuk merawat dan memperbaiki instalasi turbin di dusun Talang Kandar ini.

Pemanfaatan sungai sebagai pembangkit tenaga listrik di desa ini memang belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh warga desa, ada beberapa kepala keluarga yang belum dapat merasakan aliran listrik yang berasal dari generator tenaga air ini. Hal ini dikarenakan biaya awal pembuatan turbin yang cukup besar hingga mencapai puluhan juta rupiah, sehingga mereka mesti mengumpulkan biaya terlebih dahulu secara patungan.

Apa yang dilakukan para warga di Desa Sinar Jawa menunjukkan mereka melalukan swasembada energi sendiri. Di tengah keterbatasan energi dari pemerintah pusat ke wilayah mereka membuat mereka harus mandiri dalam menciptakan energi listrik di sana.

Pemanfaatan aliran sungai menjadi salah satu solusi yang bagus sebagai energi baik dan alternatif yang jitu untuk menanggulangi ketergantungan kita terhadap penggunaan batu bara dalam menciptakan energi listrik. Semoga daerah-daerah lain juga bisa memanfaatkan sumber daya alamnya untuk menghasilkan energi listrik dan semoga pemerintah pun tak luput perhatiannya kepada mereka.

Salam #EnergiBaik!

Tulisan ini disadur dari catatan perjalanan Hamid Mukhlis bersama warga Desa Sinar Jawa.

Tulisan ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id

Sumber:

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment