In #EnergiBaik Energi Alternatif energi biomassa Go Green

Mengenal Energi Biomassa

Seiring menipisnya sumber energi tak terbarukan di dunia seperti minyak bumi, batubara, dan gas, berbagai kalangan mencoba untuk mengembangkan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan jumlahnya tak terbatas. Salah satu sumber energi terbarukan adalah energi biomassa. Apa itu energi biomassa?

Energi biomassa adalah jenis bahan bakar yang dibuat dengan mengkonversi bahan biologis (limbah) seperti tanaman yang hidup atau baru saja mati. Limbah organik juga dapat diperoleh dari hewan dan mikroorganisme. Seperti diketahui, tumbuhan memproduksi makanan dengan bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis.

Energi ini lantas ditransfer ke hewan dan manusia saat mereka mengkonsumsi tumbuhan. Biomassa, yang terutama terdiri dari tumbuhan, mampu memberikan sejumlah besar energi yang digunakan untuk berbagai keperluan.

Saat tidak dikonsumsi oleh hewan, tumbuhan lantas dipecah atau dimetabolisme oleh mikroorganisme untuk kemudian melepaskan karbon dioksida dan metana kembali ke atmosfer. Hal tersebut merupakan proses berkesinambungan yang berkontribusi pada siklus karbon.

Sebelum mengenal bahan bakar fosil, sebenarnya manusia sudah menggunakan biomassa sebagai sumber energi. Misalnya dengan memakai kayu atau kotoran hewan untuk menyalakan api unggun. Sejak manusia beralih pada minyak, gas bumi, atau batu bara untuk menghasilkan tenaga, penggunaan biomassa tergeser dari kehidupan manusia. Namun, persediaan bahan bakar fosil sangat terbatas. Para ilmuwan memperkirakan dalam hitungan tahun persediaan minyak dunia akan terkuras habis. Karena itu penggunaan sumber energi alternatif kini digiatkan, termasuk di antaranya penggunaan biomassa.

Indonesia berpotensi besar
Potensi energi biomassa di Indonesia sangat besar sebab negara kita memiliki hutan dan kebun yang luas, bahkan menjadi paru-paru dunia. Dengan luas dan beragamnya tumbuhan dan hewan yang ada di Indonesia, hal ini jelas menjadi lahan basah untuk mengembangkan energi biomassa yang bisa dinikmati khalayak.

Dikutip dari ipb.ac.id, pemanfaatan limbah sebagai bahan bakar nabati memberi tiga keuntungan langsung. Pertama, peningkatan efisiensi energi secara keseluruhan karena kandungan energi yang terdapat pada limbah cukup besar dan akan terbuang percuma jika tidak dimanfaatkan. Kedua, penghematan biaya, karena seringkali membuang limbah bisa lebih mahal dari pada memanfaatkannya. Ketiga, mengurangi keperluan akan tempat penimbunan sampah karena penyediaan tempat penimbunan akan menjadi lebih sulit dan mahal, khususnya di daerah perkotaan.


Selain pemanfaatan limbah, biomassa sebagai produk utama untuk sumber energi juga akhir-akhir ini dikembangkan secara pesat.  Kelapa sawit, jarak, kedelai merupakan beberapa jenis tanaman yang produk utamanya sebagai bahan baku pembuatan biodiesel.  Sedangkan ubi kayu, jagung, sorghum, sago merupakan tanaman-tanaman yang produknya sering ditujukan sebagai bahan pembuatan bioethanol.

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment