In My Life

Pacaran

Commawiki by +Aditya Nugraha 

Pacaran adalah status yang diberikan pada sepasang cucu atau cicit Adam yang sedang memadu kasih. Layaknya tingkat berkebutuhan dalam teori Abraham Maslow, mereka yang pacaran memiliki beberapa tahapan untuk sampai ke puncak (kalau beruntung). Pertama dimulai dari saling mengagumi masing-masing, lalu melakukan gerilya pada (semua) akun sosial si doi, berlanjut ke PDKT, kalau tidak terjebak friendzone berarti naik ke tahap JADIAN. Horeee!

Sampai di titik ini kalian akan merasa dunia sangat indah. Sejauh mata memandang hanya ada hamparan bunga amarilis dan wajah si doi. Setiap aktivitas yang ia lakukan pasti selalu manis di mata kalian. Pun dengan kamu, mulai memperhatikan penampilan, ngerefill parfum yang barangkali sudah lama tak mewangi, dan diam-diam mulai mempercantik diri. Ya, begitulah.

Pacaran juga dimaknai dengan berbagai aktivitas yang disinyalir sebagai bentuk konsistensi demi menjaga marwah pacara itu sendiri, yakni komunikasi yang (harus) terus terjalin. Setiap hari aplikasi chatting kalian dari berbagai vendor itu terus berbunyi. Tang..ting.. tung.. teng.. tong. Belum lagi telpon yang terus berdering dan kuping yang terus "menyala" sampai panas layaknya chargeran hape karena dengerin omongan doi di sebrang sampai dini hari. 

Pacaran juga dimaknai sebagai kegiatan makan di berbagai cafe atau tempat hangout sejenisnya. Karena referensi saya kurang soal ini, saya hanya bisa menyebut beberapa tempat saja, misalnya McD, KFC, Pizza Hut, dan Sevel. Lagi-lagi, walau hanya beli es krim float atau iced coffee (tanpa jelly atau float), semua sudah terasa mengenyangkan karena ketika kamu nyurut kopi atau nyuap es krim itu, ada semacam taburan formalin yang membuat es krimnya terasa awet di perut. Pacar kamu itulah jenis formalinnya.
Selain makan dan telponan yang masif dilakukan sepasang muda-mudi yang sedang mabuk asmara juga banyak memiliki aktivitas lainnya, sebut saja nonton, liburan bareng di dalam kota, luar negeri, atau tak usah jauh-jauh liburan di dalam kosan saja cukup bagi beberapa pasangan yang sudah melebih batas kuota pacaran sewajarnya. Ah.. saya lupa. Yang tak luput, adalah perayaan yang sering kali dilakukan oleh mereka. Anniversary satu bulan, enam bulan, satu tahun, tiga tahun, bahkan di tahun ke delapan pun ada upacara tiup lilin di atas kue tart di sebuah resto dengan lampu temaram diiringi musik slow. Binggo! Romantis sekali. Dan yang paling ekstrim dari sebuah perayaan itu adalah perayaan putusan. 

Duh saya mulai nggak karuan nulisnya. Intinya sih, kebetulan saat ini saya lagi di salah satu kafe untuk ngincer wifi dan hanya bermodalkan pesan kopi seharga Rp.15ribu sambil mengerjakan skripsi. Tapi apa daya, pemandangan di kafe ini benar-benar bikin soft lens di mata saya kering saking perihnya liat pasangan muda-mudi yang lagi asik ngpbrol sambil nyedot iced coffee tanpa jelly dan float-nya. Atau juga, seperti si perempuan imut yang sedang mengusap-ngusap rambut kekasih tercintannya sehabis makanan di meja mereka habis yang letak duduknya tidak jauh dari tempat saya mantengin laptop dan menulis ihwal betapa irinya saya sore ini dengan mereka muda-mudi dengan kuota sayang yang full banget dan cepat selaiknya jaringan internet 4G LTE. 

Selamat menjalankan ibadah malam mingguan bersama pasangan. Daa aku mah sama skripsian!

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment