In #EnergiBaik Gas Alam PGN

Sudah Saatnya Rakyat Nikmati Gas Alam Murah

Gas Alam dialirkan ke rumah-rumah. Ilustrasi by Mujahid Alawy
Indonesia adalah negara kaya. Sejumlah material alam yang besar manfaatnya terdapat di Indonesia. Salah satunya gas alam. Gas alam merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki komponen vital menyuplai kebutuhan energi di dunia. Seperti halnya minyak mentah dan batubara, gas alam bisa diproduksi dengan baik menjadi bahan bakar.

Potensi gas alam Indonesia disebut-sebut lebih banyak dari Qatar. Pada suatu kesempatan, Rizal Ramli mengatakan bahwa salah satu blok di Maluku memiliki potensi gas alam melebihi gas alam di Qatar.

Dikutip rimanews, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, mengklaim Indonesia bisa mengalahkan Qatar di sektor gas jika kekayaan alam itu dikelola dengan baik. Potensi gas alam yang luar biasa besar, lanjut Rizal, juga ditemukan di Indonesia termasuk di Masela, Maluku serta di perbatasan Timor Leste. Namun, ia mengaku tidak ingin gas dari Lapangan Abadi di Blok Masela yang cadangannya mencapai 10,73 triliun kaki kubik (TCF) itu hanya kemudian diambil dan diekspor ke negara lain.

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi rakyat di tengah melambungnya harga bahan bakar minyak (bbm) dan gas tabung.

Salah satu perusahaan yang menyuplai gas alam ke rumah-rumah adalah Perusahaan Gas Negara. PGN yang dipimpin Hendi Prio Santoso sejak beberapa tahun belakangan ini secara masif menyalurkan gas alam ke rumah warga.

Selain karena gas alam adalah salah satu sumber energi yang paling bersih (memiliki intensitas karbon yang rendah), teraman dan paling berguna dari semua sumber energi, gas alam yang ditawarkan PGN ke rakyat dengan harga murah.
“Keberadaan gas PGN membantu menekan biaya pengeluaran sebagai pedagang biasa. Enak pake gas alam, Satu bulan saya hanya mengeluarkan biaya Rp 26.800 untuk biaya tagihan gas alam yang digunakan," ujar Rani (40) ibu rumah tangga kepada Republika (20/8). Ia mengaku sudah menggunakan gas alam selama 11 tahun seperti dikutip republika.

Perhatian PGN terhadap pihak ibu-ibu rumah tangga dibuktikan dengan mengemban tugas dari Kementrian ESDM untuk mengelola  dan mengoperasikan jaringan gas rumah tangga yang telah dibangun sebanyak 43.334 di 11 kota/kabupaten, yakni Semarang, Blora, rumah susun di Jabodetabek, Bogor, Cirebon, Palembang, Surabaya, Depok Kota Tarakan, Bekasi, dan Sorong.
"Pelanggan baru rumah tangga akan menambah jumlah pelanggan PGN sebesar 43 persen, dimana pelanggan PGN yang ada saat ini sekitar 100.000 pelamggan," Hendi Prio Santoso.

Dengan begitu, sudah seharusnya rakyat menikmati gas alam yang melimpah di tanah air dengan harga murah. Jangan lagi ada aset-aset alam kita yang dijarah perusahaan asing atas nama investasi yang justru memberatkan pihak Indonesia, seperti halnya Freeport dan masyarakat Papua.

Artikel ini didekasikan untuk si-nergi.id

Sumber:

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment