In Media Grup Surya Paloh Tabloid Prioritas Views

Tabloid Prioritas yang Tak Lagi Prioritas

Ada satu pemandangan yang mengganggu setiap kali saya ke kantor yaitu satu kata yang dipasang kapital dengan ukuran cukup besar: PRIORITAS. Saya berpikir agak lama ketika melewati tulisan itu untuk pertama kalinya. Kemudian saya teringat ada tabloid bernama Prioritas yang memang satu grup dengan Media Group milik Surya Paloh. Oooh saya baru paham, ternyata yang saya lihat itu adalah kantor tabloid Prioritas. Tapi, apakah mereka masih ada?

Setibanya saya di kantor baru yang kebetulan satu gedung dengan Kantor DPP NasDem dan Prioritas, saya mencoba browsing untuk cari tahu apakah Prioritas masih mengeluarkan tabloid? Tak dinyana, ternyata update terakhir di website mereka adalah berita tahun 2013. Lalu kemudian saya meminta pin bbm senior saya di LPM Institut UIN Jakarta yang pernah bekerja sebagai wartawan di Prioritas. Setelah di-approve,  saya bertanya, "apakah tabloid Prioritas masih ada, Mas?"

Lalu apa yang dijawab senior saya?

Dia bilang tabloid itu sudah ditutup oleh pemiliknya sendiri Surya Paloh tahun 2013. Masih kata senior saya, uniknya penutupan manajemen redaksi Prioritas tanpa konflik yang berarti. Semua wartawannya mengundurkan diri dari Prioritas dan menolak tawaran untuk pindak ke koran Media Indonesia. Alhasil Surya Paloh pun menutup tabloid yang pernah dibredel

ditawari untuk pindah ke koran Media Indonesia tapi mereka menolaknya. Dan oleh pemiliknya, para kuli tinta itu, aku senior saya, dikasih pesangon penuh sebesar 12 bulan gaji reguler. Waw? Menarik tapi ada apa ya?

Secara khusus saya memang belum pernah membaca tabloid Prioritas. Saya pernah mendengar nama tabloid itu ketika masih aktif di lembaga pers kampus LPM Institut UIN Jakarta. Saya jadi teringat ketika tahun 2013, berita yang saya tulis di tabloid INSTITUT menuai protes dari pihak rektorat yang menyuratinya ke sekretariat kami. Tidak selang berapa lama kalau tidak salah, tulisan Pemimpun Umum LPM Institut juga menuai protes, bahkan respon rektorat lebih ngeri lagi sebab desas-desusnya PU kami akan didrop out. Karena permasalah itulah kemudian kami meminta bantuan senior untuk mengambil jalan bijak atas protes rektorat. Senior itulah yang bekerja di Prioritas sebagai wartawan. Nah, pada pembicaraan kami di Soto Kauman di Pondok Cabe, saya mendengar bahwa senior saya akan mundur dari Prioritas karena sudah tak sejalan lagi idealisme wartawan dan petinggi Media Grup itu.

Prioritas dibentuk Surya Paloh ketika Orde Baru sedang berkuasa. Dulu Prioritas berbentuk koran harian yang pertama kali memberikan sentuhan warna pada tampilan fisiknya. Harganya pun murah sehingga banyak yang meminati. (bersambung)


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment