In #EnergiBaik #SemangatTerbarukan Gas Alam PGN Jaringan Pipa Gas PGN Perusahaan Gas Negara

Duh, Jangan Lagi Anaktirikan PT PGN!

Dalam sebuah dongeng rakyat terkenal dari tanah Melayu, Bawang Merah, Bawang Putih, diceritakan soal ketidakadilan dalam hal perlakuan dan kasih sayang seorang ibu kepada anak tirinya. Dalam sistem pemerintahan, Eksekutif (dalam hal ini pemerintah dan Kementrian BUMN) dan Legislatif tentu menjadi orangtua bagi anak-anak mereka. Tentu, salah satu anak mereka adalah Perusahaan Gas Negara sebagai perusahaan yang mendistribusikan gas alam.

Lalu, apakah PGN anak tiri seperti Bawang Putih?

Setidaknya, pengakuan dianaktirikan pernah dilontarkan Dirut PGN Hendi Prio Santoso beberapa waktu lalu. Layaknya seorang anak yang menuntut haknya kepada orangtua, PGN merasa selama ini seringkali tidak mendapat alokasi gas, padahal kepastian akan ketersediaan gas ini sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur gas alam.

Seperti dikutip Kompas.com, Hendi mengatakan, alih-alih memberikan ke PGN, Hendi menuding pemerintah lebih memilih memberikan alokasi gas lebih banyak ke badan usaha gas bumi yang lain.

“Memang kami kendala utamanya itu (alokasi gas). Padahal apa yang kami himpun itu untuk melayani pengguna langsung, tidak melalui perantara sama sekali. Kami ini dianaktirikan, karena setiap ada alokasi baru kami tidak dilibatkan,” kata Hendi.

Jika ditilik, sejauh ini, perusahaan yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2003 ini terus mengembangkan gas alam yang mereka distribusikan ke berbagai wilayah strategis dan non-strategis di Indonesia.

Untuk pipa gas alam yang dimiliki PGN saja, panjangnya sudah mencapai 6.651 km sepanjang 2015 kemarin. Bukan suatu usaha yang gampang bukan untuk memasang pipa sepanjang itu di bawa tanah mengingat lokasi tanah Indonesia yang banyak dipenuhi oleh gunung terjal di beberapa wilayah.

Dari data PGN, di 2001 pipa gas BUMN ini mencapai 3.112 km, dan di akhir 2014 bertambah menjadi 6.161 km, yang terdiri dari pipa gas transmisi dan pipa distribusi.

"Tahun ini PGN menambah 490 km di daerah Jawa Barat, Jawa Timur, dan beberapa di Sumatera," kata Kepala Divisi Komunikasi Korporat‎ PGN, Irwan Andri Atmanto kepada detikFinance di sela acara World Gas Conference, di Paris, Prancis, Rabu (3/6/2015).

Sementara hingga 2019 nanti, PGN akan menambah pipa gas hingga mencapai nyaris 4.000 km. Ini sudah termasuk 490 km di 2015 ini. Wow!

Dan yang terbaru saat ini, PGN pun telah membangun dan mengoperasikan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung di Selat Sunda, Lampung. FSRU ini diklaim menjadi yang terbesar di Indonesia dan menjadi pemasok utama untuk kebutuhan gas di kawasan Sumatera dan Jawa.

Jika kembali ke dongeng Bawang Merah Bawa Putih, tentu PGN adalah sebuah mutiara di antara lelumpuran hitam. Meski dianaktirikan, ia tetap bersinar dengan kinerja dan usaha untk membangun dan mengembangkan #EnergiBaik yang sangat besar manfaatnya bagi rakyat.

Bukanklah sosok Bawang Putih adalah gadis sederhana yang rendah hati, tekun, rajin, jujur, dan baik hati?

Tulisan ini didedikasikan untuk situs Si-Nergi

Sumber:



Related Articles

0 komentar:

Post a Comment