In #EnergiBaik Gas Alam Perusahaan Gas Negara

Gas Alam Harapan Baru Energi Dunia

Gas alam menjadi harapan baru energi dunia. Seperti juru selamat, keberadaannya bisa menolong perlahan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan BBM dan listrik berbahan baku minyak mentah dan batu bara yang sudah kadung lama.

Memasuki tahun yang baru, kita dihadapkan pada berita turunnya harga BBM jenis premium dan solar. Entah ini patut disambut dengan sukacita atau sebaliknya. Sebab, dibalik turunnya harga BBM yang disubsidi itu, pemerintah juga menarik pungutan sebesar Rp200 untuk premium, yang seharusnya diturunkan sebesar Rp6.950 menjadi Rp7.150 per liter. Sementara penurunan harga solar dipungut Rp300 dari yang seharusnya Rp5.650 menjadi Rp5.950. Baik premium dan solar, masing-masing turun sebesar Rp150 dan Rp750.

Penurunan harga yang disertai pungutan itu dinilai banyak pihak riskan dikorupsi sebab pungutan itu jika diakumulasikan dengan jumlah premium dan solar milik Pertamina untuk tiga bulan saja, bisa milyaran rupiah. Selain rentan dikorupsi, dana pungutan yang oleh Sudirman Said disebut sebagai dana penelitian dan “jaga-jaga” jika BBM sewaktu-waktu naik lagi, juga dianggap memberatkan rakyat sebab daya beli masyarakat masih lesu karena harga sembako yang terus naik disusul oleh melemahnya nilai Rupiah terhadap Dollar Amerika.

Kejadian seperti ini justru menjadi peluang untuk rakyat memikirkan ulang dalam menggunakan bahan bakar gas elpiji. Pasalnnya, epliji merupakan jenis gas bumi yang memiliki kandungan propana dan butana yang berbentuk cair pada tekanan 2-5 barg. Massa jenis propana dan butana lebih berat dari udara sehingga ketika terjadi kebocoran, gas akan terkumpul di bawah dan memerlukan penanganan khusus untuk mengalirkan kembali gas ke udara. Hal ini menyebabkan gas elpiji menjadi sangat tidak efisien digunakan masyarakat Indonesia.

Terlebih, saat ini, pemerintah masih mengimpor 60-70% LPG dari luar negeri amat disayangkan sebab, daripada mengimpor gas elpiji, lebih baik menggunakan gas alam yang jumlahnya saat ini diklaim masih banyak di Indonesia.

Berdasarkan Kementrian ESDM, potensi gas bumi yang dimiliki Indonesia berdasarkan status tahun 2008 mencapai 170 TSCF dan produksi per tahun mencapai 2,87 TSCF, dengan komposisi tersebut Indonesia memiliki reserve to production (R/P) mencapai 59 tahun.

Menurut KataData,  Indonesia merupakan salah satu negara penghasil gas alam papan atas di dunia. Data BP Statistics 2014 menunjukkan cadangan gas alam terbukti Indonesia mencapai 103,3 triliun kaki kubik. Dengan angka cadangan tersebut menempatkan Indonesia berada pada posisi ke-14 pemilik cadangan terbesar di dunia. Bahkan, di kawasan Asia, Indonesia merupakan pemilik cadangan gas terbesar kedua setelah China yang memiliki 115,6 triliun kaki kubik gas alam.

Potensi gas alam yang melimpah di Indonesia ini tentu menjadi peluang sangat besar untuk diversifikasi BBM ke gas alam. Tentu, kabar baik ini harus dibarengi oleh infrastuktur yang menunjang ekslporasi gas alam dari hulu ke hilir.

Salam #EnergiBaik!

Tulisan ini disumbangkan untuk situs si-nergi.id

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment