In My Life

MAU JADI APA?

Mau jadi apa? Itulah pertanyaan yang selalu menghantui dan belum bisa terjawab samapi sekarang. Apa? Iya, apa? Gue sudah memilih meninggalkan mimpi orangtua supaya anak pertamanya ini jadi guru. Terlebih sekarang, Akta IV sebagai legalitas menjadi lulusan seorang sarjana pendidikan sudah tak dikeluarkan pemerintah lagi, dalam hal ini melalui Kementrian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi.

Kalau banyak temen-temen yang bilang passion gue di dunia tulis-menulis, terdengar seperti beban di telinga. Yup, karena apa yang sudah gue hasilkan dari hasil kerja kreatif gue di dunia literasi? Belum ada. Dari sekian tulisan yang gue buat selama ini hasil dari prosedur yang sudah seharusnya. Seperti menjadi wartawan di majalah ekonomi, menulis untuk proyek buku di Kementrian Agama, dan saat ini menjadi content writer. Nyaris semua kalimat yang gue buat itu berdasarkan pesanan dan suruhan orang di mana gue dibayar di dalamnya. Ya.. itu namanya kerja. Bukannya tidak bersyukur. Hanya, gue ingin menjadi diri sendiri dalam tulisan gue.

Lantas, apakah tulisan gue selama ini menginspirasi orang? Gue sendiri tidak paham. Barangkali karena tidak ada yang mengapresiasi tulisan gue selama ini, selain dua-tiga puisi yang diapresiasi dosen sastra gue dulu. Ya, itu karena tugas juga sih.

Entahlah.

Sampai di titik ini gue tidak mengenal tulisan gue sendiri. Dan gue perlu masuk dalam ruang di mana banyak hal yang bisa gue pelajari dari seluk-beluk dunia menulis.

Duh gusti.

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment