In Mencatatnya My Life

Sepasang Bangku yang Tak Bersebelahan

Aku menoleh ke belakang. Untuk beberapa saat aku kadang iri. Melihat bangku yang tadinya milikku diduduki orang lain yang lebih unyu, manis, dan ceria.

Bangku itu kini dihiasi banyak ornamen yang menggembirakan. Bangku dengan sudut pandang yang indah untuk diposting di media sosial. Bangku cantik dengan kaki dan tangan yang juga halus.
Ragaku sudah habis ditelan waktu. Hanya ingatan yang masih tertinggal jejaknya. Tak apa. Berkali-kali kukatakan tak apa. Iya, tak apa. Sudah, tak apa. Aku mencoba meyakinkan diri. Dan aku rasa kini, aku telah sukses.

Seperti pemerintah dan para menteri-menterinya yang sering mengklaim kinerja mereka berhasil, aku pun tak ubahnya menegaskan diriku sudah menang menaklukan kekecewaanku sendiri. Barangkali inilah kemudahan yang didapat saat kita rela melepas sesuatu yang seyogyanya masih indah.

Ah, sampai di sini kamu pasti bingung. Tulisan ini memang tidak ditujukkan untuk dipahami. Sekian.

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment