In My Life

Gelisah itu Datang Lagi...


Semakin hari semakin saya melihat kengerian dalam diri saya. Suatu sikap pesimistik yang ternyata lebih banyak menggelayuti pikiran saya. Bukan hanya takut melangkah, tapi mau melangkah saja saya tak tahu akan ke mana. Benar-benar mengerikan.

Kengerian itu tak hanya datang ketika dalam keadaan sunyi, tapi juga di antara kerumunan banyak orang. Mata saya bisa tiba-tiba basah ketika sedang berdiri di antara kelelahan orang pulang bekerja. Bukan karena saya tak dapat tempat duduk. Tapi karena membayangkan banyak hal yang juga harus saya selesaikan, tapi tak kunjung usai.

Ya, ada banyak hal.

Banyak hal yang terdengar seperti keluhan. Hanya bisa mengeluh tanpa mau berpeluh-peluh mewujudkan.

Saya sudah berusaha sekuat tenaga.

Hanya saya juga tak mengerti kenapa gerbang itu tak terbuka juga. Dan hanya rasa iri yang kelihatan di balik gerbang besar itu.

Saya telah kehilangan semangat untuk bergerak dan optimis sebagaimana dulu selalu antusias menyambut koran baru yang dibeli Bapak di kereta.

Ah, ke mana itu, waktu yang berisi banyak keyakinan untuk bisa menggapai bintang?

Semakin saya berumur, semakin banyak rasa pemakluman yang timbul. Bukan pemakluman seperti toleransi beragama atau bersuku, tapi pemakluman atas ketidaksungguh-sungguhan saya.

Duh Gusti beri petunjuk. Saya ingin menangis detik ini juga.


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment