In Thorium

Mampukah Indonesia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Thorium? (1)


Sumber energi terbarukan masih terus dicari dan dikembangkan pemerintah. Kabar baiknya, belum lama ini, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengumumkan Indonesia memiliki cadangan Thorium (Th) yang sangat melimpah. Tak tanggung-tanggung, mereka mengklaim ada sekitar 210.000-280.000 ton Thorium di Tanah Air. Jumlah ini mengejutkan karena 3 kali lebih besar dari potensi Uranium di Indonesia.

Banyak yang menyambut anugerah Thorium di Indonesia ini. Salah satu proyek masa depannya adalah Pembangunan Listrik Tenaga Thorium (PLTT) sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan listrik kita yang masih belum merata penyebarannya di berbagai daerah. Belum lagi, kebutuhan listrik di kota-kota besar seperti Jakarta juga tinggi. Sementara batubara yang selama ini menjadi primadona bukanlah energi terbarukan. Pasokan di alamnnya makin terkikis.

Pertanyaannya, mampukah Indonesia membangun PLTT?

"Secara teori mungkin saja, tapi implementasinya sulit, karena sampai saat ini belum ada satupun negara di dunia ini yang mengoperasikan PLTT," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Djarot Sulistio Wisnubroto, kepada detikFinance, Selasa (11/8/2015).

Djarot mengatakan, walaupun sebenarnya secara sumber daya, Indonesia banyak sekali memiliki cadangan Thorium. "Cadangan Thorium di Indonesia 4 kali lipat dari cadangan uranium, artinya secara sumber daya kita punya banyak," kata Djarot.

Sikap pesimistis Djarot di atas dapat dipahami sekaligus dimaklumi. Sebab, teknologi yang akan digunakan untuk mengolah Thorium menjadi energi listrik menggunakan teknologi yang sama dengan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Semantara kita tahu bahwa PLTN di Indonesia masih belum maju pengembangannya.  "Bangun PLTT itu harusnya kembangin dulu PLTN, karena pengembangan Thorium itu sebelumnya pengembangan dari uranium," ucapnya.

Tulisan ini didedikasikan untuk situs Si Nergi


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment