In My Life Opini Views

Penampilan Baru


Assalamualaikum!

Bagaimana pendapat kalian tentang tampilan baru blog ini? Hahaha. Itu pertanyaan norak sekali bukan? Untuk blog yang sepi pengunjung seperti ini tentu apapun yang berubah dari blog ini tak akan berpengaruh apa-apa. Tapi, saya cukup senang dengan penampilan blog baru ini. 

Mengapa?

Karena saya yang mengubah semuanya sendirian! Hehehe. Sudah sejak lama sebenarnya tertarik untuk mempelajari soal blog, seperti bagaimana menambahkan banyak followes, kebetulan nggak ada jasa beli followers untuk blog sih! Hahaha XO. Selain itu juga kepingin belajar untuk mempercantik tampilan blog sesuai karakter atau keinginan kita.

Di sekeliling saya sebenarnya banyak sekali orang yang ahli untuk hal ini sebagaimana mantan teman sekamar saya bertahun-tahun saat kost yang mahir gitar. Tapi, saya nggak dapat kesempatan untuk mencecap ilmu dan belajar dari mereka. Oke, barangkali memang saya yang terlalu enggan bertanya. 

Sebelum tampilan teranyar ini, blog sederhana nan alay ini pernah diganti dengan template khusus oleh teman sekampus. Dan cukup lama bertahan dengan template itu, karena nggak paham juga sih bagaimana mengutak-atiknya, juga karena blog ini juga hanya berisi sumpah serapah! Waktu kerja di majalah ekonomi beberapa tahun lalu, blog ini pernah diutak-atik oleh web designer di sana biar nggak bosen saja. Dan akhirnya, malam kemarin sampai dini hari mencoba mengingat kembali cara utak-atik html. 

Alhmdulillah blog ini berganti baju baru, meski lebaran masih lama.

Meski begitu, masih banyak yang harus diedit. Di sana-sini masih terasa kaku. Font-nya masih kasar. Banyak halaman kosong yang bisa diisi tapi belum paham bagaimana menghiasnya di inspect. Belum menarik tapi cukup membahagiakan dengan sentuhan pink-nya. Entah kenapa sejak tahun lalu saya menyukai warna merah muda ini. Melihatnya begitu manis, seperti hidup yang harus kita rasakan dengan manis meski pahit di sana-sini begitu pekat. Yang penting, jangan lupa bahagia!

Kritis
Maraknya artikel kritis dan satire macam mojok.co, mahasiswabicara.com, dan indoprogess.com membuat saya termotivasi untuk bisa menyamai mereka mahzab menulisnya. Tapi, dari dulu memang otak saya tumpul dalam menulis, terlebih saat ini salah satu rubrik di blog ini diisi oleh tulisan pesanan. Makin dungu saja. Meski saya menikmati sekali uang dari tulisan pesanan itu. Bukan pekerjaan haram toh menjadi copywriter? Itu halal dan sah-sah saja kok, apalagi di tengah status mahasiswa akhir yang setiap hari dipelototi orangtua.

Ah, rasanya jangan mencari idealisme di job ini.

Syukuri saja dan, kata seorang kawan seperjuangan dan seperskripsian, @rempah_ranum, kita harus bisa menyeimbangkan antara idealisme dan kemauan-kebutuhan di dunia kapitalis ini. Jadilah, perempuan yang sama-sama pernah menjadi reporter kampus bersama ini kini mengelola Majalah Tanah Air Beta yang fokus pada pers siswa se-Jabodetabek.

Barangkali beberapa tahun ke depan akan menjadi se-Jawa, se-Indonesia. Sementara di luar, dia sangat pekerja keras sebagai staf publikasi di Ditjen Pajak dan kajian di Pusat Kajian Keuangan Negara. Luar biasa!

Semoga, ke depannya saya bisa menulis setajam dan sesatire mereka!

Rubrik Opini dan Ulasan sengaja saya buat. Fungsinya tentu untuk memotivasi saya menulis tentang peristiwa menarik, human interest, dan hal-hal kritis sekaligus satire sebab yang alay-alay dalam hidup saya sudah cukup banyak di blog ini.

Baiklah, sepertinya saya terlalu banyak cuap-cuap ditulisan ini sementara pekerjaan sudah menumpuk. So, thanks a lot untuk kalian di luar sana yang pernah membuka, membaca, atau bahkan setia mengunjungi blog ini. Semoga senang dengan tampilan baru kali ini!

at Gondangdia
12:39 pm

*foto from google

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment