In Puisi

Petikan Gitar


Benda sakral itu
Kudengar ia mengalun dengan petikannya yang merdu
Di ujung jendela yang jauh
Siapa yang tak akan terrayu?

Benda sakral itu
Pastilah tuannya memiliki jari-jari tajam
Tak penting seberapa perih jarinya memetik senar
Luka di masa lalu jauh lebih sakit dan kejam

Benda sakral itu
Kini membawanya pada kesuksesan
Kepada gemerlap bintang yang dulu diimpikan
Menguatkannya di antara hidup dan kepahitan

Ini bukan puisi
Bukan juga deretan larik penuh isi
Apalagi pilihan terbaik diksi
Ini hanya potongan peristiwa yang kuingat.

Andai bisa menolak lupa.

(Sesaat setelah mendengar lagu Untuk Dikenang Jikustik dan cover lagu Puisi Jikustik teman SMA di instagram)

at Gondangdia
18.2.16

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment