In #EnergiBaik #SemangatTerbarukan Perusahaan Gas Negara

Tidak Disubsidi, Gas Bumi PGN Justru Bikin Pemerintah Hemat Rp 88 Triliun

Sejak lama pemerintah mensubsidi BBM untuk rakyat menengah ke bawah. Tapi kenyataan di lapangan, banyak mobil-mobil mewah yang menikmati BBM bersubsidi. Akibatnya, anggaran pemerintah untuk subsidi BBM membengkak dan dinilai banyak pihak tidak tepat sasaran.

Di antara perbedatan BBM bersubsidi hingga saat ini yang hanya melanggengkan berbagai kepentingan di dalamnya, di sudut tak jauh dari kita justru ada gas bumi yang sangat besar manfaatnya. Bahkan, gas bumi yang sedang dikelola Perusahaan Gas Negara ini tidak disubsidi oleh pemerintah.

Baru-baru ini, PGN sebagai agregator gas bumi Indonesia mengklaim telah memberikan keuntungan pada Indonesia dalam jumlah yang tak sedikit dan tak bisa diremehkan. PGN mengaku pasokan gas alamnya selama 2015 telah menghemat anggaran pemerintah hingga Rp 88 triliun.

"Dengan penyaluran gas sebanyak 1.5586 mmscfd ini, potensi penghematan dari pemanfaatan gas yang dikelola PGN bagi nasional di 2015 sebesar Rp 88,03 triliun," ungkap Dirut PGN Hendi Prio Santoso.

Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu 'kaget' mengetahui besarnya potensi penghematan nasional bagi negara dari penggunaan gas bumi. Apalagi, produksi gas bumi Indonesia masih sangat besar, dan sebagian masih dijual ke luar negeri.

"Loh ini besar sekali angka penghematannya, kenapa ini kita tidak dorong. Bayangkan saja, tahun 2015 Indonesia bisa hemat Rp 88 triliun walaupun harga minyak sedang turun. Kalau harga minyak tinggi, saya yakin penghematannya bisa jauh lebih besar," kata Gus Irawan.

Apalagi, kata Gus Irawan, PGN sudah menyalurkan gas bumi yang harganya jauh lebih murah dibandingkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi rumah tangga di Indonesia. Selain itu, penggunaan gas bumi tanpa subsidi, artinya tidak membebani negara.


Tulisan ini disumbangsihkan untuk situs Si Nergi


Related Articles

0 komentar:

Post a Comment