In Puisi

Yang Tak Boleh Kau Lupakan

Langkahmu pasti
Aku tahu itu sejak kau memilih berdiri
Dan aku duduk termangu, tak terperi

Bolehkah kutanya sesuatu?
Adakah yang kau ingat dari gulungan kertas itu?
Menulis kisah, memberi judul,
dan mendebatkan di mana seharusnya kita memberi titik?

Ya..
Akhirnya kaulah yang memberi tanda akhir itu
Suatu penegasan pada kalimat untuk berhenti sampai di situ
"Cukup," katamu begitu

Titik itu penanda usai
Jangan kau ajarkan lagi
Sudah kutahu pelajaran itu sejak SD

Tapi tidakkah kau ingat perkataan gurumu,
Selalu ada ruang di sebelah titik

Yang kosong dan melompong
Yang bisa diisi dan dihiasi

Sebuah jarak untuk memulai langkah baru
Atau menjadi tempat merawat selaksa rasa di kalbu
Meski koma tak mungkin mengubahnya untuk sebuah pemakluman masa lalu

(Ketika dentingan piano mengalun dan suara khas Titi Dj menyanyikan Bahasa Kalbu. Terdengar salah satu liriknya…dirimu yang selalu bertakhta di benakku. Sungguh lirik pada larik yang membingungkan)

at Cilebut, Bogor
21.2.16/10.09 pm

-Ilustrasi from thecollegecrush.com

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment