In Ahok Cerita Rustam Effendi Yusril Effendi

Ahok Terlalu Jumawa dan Kekecewaan Saya Padanya


Mundurnya Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi kemarin akhirnya membuat saya nggak tahan juga untuk berpendapat di sini. Menurut saya tindakan Ahok yang menuduh Rustam Effendi ada main dengan Yusril Ihza Mahendra sangat tak mendasar. Bagi saya, tuduhan Ahok benar-benar mengecewakan. Dan saya, sebagai seseorang yang pernah mengagumi dia dan kinerjanya saat mewawancarinya merasa sangat terluka. Bagaimana bisa dia memarahi Rustam Effendi karena air dari laut di utara naik dikarenakan ada pompa air yang mati lantas menuduh Rustam kongkalikong dengan Yusril? Di titik ini, saya mengatakan Ahok terlalu jumawa dan merasa di atas angin sehingga bisa mengatakan apapun yang dia inginkan tanpa melihat kinerja Rustam yang lain.

Pendapat ini tentu sangat subjektif dan dilematis bagi saya sebab saya sendiri tergabung dalam grup pendukung Ahok untuk maju 2017. Beberapa bulan lalu, ketika ditanya apakah saya suka dengan Ahok, saya katakan saya suka dengan sikap dia, kuat dan tegas. Saya mengatakan itu berdasarkan pengalaman yang saya lihat sendiri saat mewawancarai dia usai penetapan APBD DKI Jakarta di gedung DPRD DKI Jakarta 3 tahun lalu. Kala itu, saya memang dibuat terpesona oleh kharismatik yang dia miliki, dari tubuh saja, dia jauh lebih proporsional, tegap, suaranya jauh lebih ngebass dan kuat, tak seperti Jokowi yang kala itu masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Saat ini, saat sudah tak liputan, saya menyadari bahwa orang yang saya kagumi ketegasannya beberapa tahun lalu ternyata sedang berada di atas angin. Saya tak suka sikapnya yang menyalahi sesuatu begitu saja. 

Begini, saya suka sikap dia yang terbuka, ceplas-ceplos, gaya pemimpin yang tak butuh pencitraan yang baik dan kalem agar tetap dicintai rakyatnya, tapi saya amat kecewa dengan tuduhan dia seperti banyak kita temui di media. Okelah, saat dia perang dengan M. Taufik dan Haji Lulung, saya terima-terima saja karena kelakukan para anggota legislative itu memang sangat menjijikan. Tapi, saat Rustam Effendi dituduh begitu di depan umum? Saya tak terima.

Yang lucu adalah ketika ditanya wartawan soal tuduhannya tentang Rustam main mata dengan Yusril, Ahok jawab itu cuma bercanda seperti pernyataannya di sini. Hahaha, apa bercandamu tak bisa difilter sehingga membuat sakit hati?

Pantaslah jika Rustam curhat di facebooknya soal kepemipinan dia yang tak dihargai Ahok dan malah dituduh mentah-mentah seperti itu. Jakarta Utara itu berbeda dengan Jakarta Pusat seperti Sudirman-Thamrin yang tampak indah. Meski saya bukan orang Jakarta, apalagi tinggal di Jakarta Utara, saya melihat Jakarta Utara memiliki masalahnya sendiri, terlihat dari masalah banjir, tanah yang selalu turun tiap tahun, dan air laut yang meninggi, serta banyak kerumitan lainnya. Jadi yaa, mbok Ahok itu disaring gitu loh omongannya. Bagaimana bisa dia menuduh Walkotnya ada main dengan Yusril? Apa karena selama ini Yusril amat usil dengan langkahnya mendekati warga Luar Batang?

Jujur, akhir-akhir ini saya gelisah, kuping saya merasa panas dengar kata-kata kasar Ahok yang kadang tak bisa difilter dan mendasar, seperti ketika acara live dengan Kompas TV. Juga ketika penggusuran warga Kampung Akuarium, amat menyakitkan. Saya tahu maksud Ahok sangat baik memindahkan mereka ke hunian yang lebih, bahkan jauh lebih layak, tapi mencari pekerjaan bagi rakyat kecil sungguh sulit. Apalagi mereka yang tak punya pendidikan yang cukup. Saya memang menjadi baper dan barangkali menjadi tak objektif, karena memang hal yang demikian saya rasakan di keluarga saya sendiri, bagaimana seorang kepala rumah tangga hanya lulusan SD, tak punya pengaruh di masyarakat, tiba-tiba pasarnya, tempat usahanya terbakar di Pasar Senen. Ketika saya melihat liputan Mbak Dita Faisal soal warga gusuran di sana, saya meneteskan air mata karena melihat ia meliput dengan mata sembab.

Di titik ini, saya lebih suka saat Ahok masih menjabat Wagub dan ada penyeimbang seperti Jokowi yang membuat adem. Cobalah, Ahok lebih kalem dikit, sekuat apapun kamu, tak kan bisa membawa Jakarta seorang diri. Dalam pelajaran PPKN saat SD disebutkan syarat berdirinya suatu negara di antaranya ada pemimpin dan orang yang dipimpin. Jadi, saya masih berharap Ahok bisa merevisi omongan kasarnya dan tuduhan-tuduhannya kepada orang-orang sebagaimana saya terus merevisi skripsi saya. Bekerja dalam diam jauh lebih mulia dibanding bekerja dengan mulut mengoceh kasar begitu pak. Sebab banyak juga kinerja yang bagus dari bapak, tapi hati saya masih sakit pagi ini, piye?

Saya tak bisa mendukung seseorang sebegitu membabi butanya seakan kata-kata kasarnya dapat kita maklumi terus begitu saja. Yang saya tahu, ketika kita bisa mengagumi sesuatu sedemika rupa, bukan tak mungkin juga ada celah yang juga mengecewakan. Segalanya harus cover both side bukan? Hal ini juga yang membuat saya susah menyelesaikan tulisan tentang kinerja Ahok. Saya merasa kecewa dengan Ahok. Sangat kecewa.

Sumber foto: Tribunnews

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Pembangkit Listrik Tenaga Surya Review

Cerita Indonesia dan Kesiapannya Mengembangkan PLTS (1)

Akhir-akhir ini pemberitaan tentang energi baru dan terbarukan makin banyak ditemui. Apakah sedang ada pejabat di bidang energi sedang dicokok KPK? Hahaha sepertinya tidak ya. Bukan itu yang bikin penulis kepo, tapi karena beberapa instansi terkait tengah gencar untuk terus membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya menyusul pernyataan Presiden Jokowi pada Konferensi Perubahan Iklim atau COP 21 di Paris, Perancis 30 November tahun lalu.

Saat itu, di depan para pemimpin dunia yang hadir, Presiden Jokowi berjanji Indonesia akan mencapai 23 persen energi terbarukan pada 2025. Omongan Jokowi diimplementasikan dari getolnya pembangunan infrastruktur PLTS di Indonesia.

Jika ditilik dari sejarahnya, hadirnya PLTS di Indonesia baru dibangun ketika jaman SBY. Hal ini bisa penulis katakan tergolong lamban sebab sumber cahaya matahari di Indonesia sangat melimpah karena dilewati garis khatulistiwa, di mana matahari bersinar sepanjang tahun.

Dari sumber matahari sepanjang tahun itu, diperkirakan energi surya dapat menghasilkan hingga 4.8 KWh/m2, atau setara dengan 112.000 GWp. Sayangnya, dikutip dari alamendah.org, pemanfaatan salah satu jenis energi terbarukan ini masih belum maksimal. Indonesia baru mampu memanfaatkan sekitar 10 MWp.

Dari data yang dihimpun rappler.com, pada Februari 2013, Menteri ESDM saat itu, Jero Wacik, meresmikan dua PLTS sistem PLTS Grid-Connected di dua lokasi, yaitu Bangli dan Karangasem, Provinsi Bali, dengan total daya masing-masing sebesar 1 MWp. Saat itu keduanya menjadi PLTS dengan kapasitas terbesar. Ini menjadi kali pertamanya proyek PLTS dibangun pemerintah, saat eranya SBY.

PLTS Bangli dan Karangasem saat itu dinyatakan sebagai proyek percontohan bagi PLTS di provinsi lain. Pemerintah memulai proyek ini pada April 2012 sebagai bagian dari komitmen memanfaatkan sumber energi terbarukan.

"Pembangunan listrik dengan menggunakan BBM saat ini sudah mahal sekali, yaitu 40 sen per KWh. Saya sudah perintahkan agar PLN jangan lagi membangkitkan listrik dengan menggunakan BBM. Kita beralih ke energi baru dan terbarukan,” kata Jero saat itu. (Berlanjut ke Cerita Indonesia dan Kesiapannya Mengembangkan PLTS bag. 2)

Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si Nergi




Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Review

Bakteri Penghasil Sumber Energi (2)

Masih berbicara soal bakteri penghasil energi, kali ini, kita akan membahas tentang penghasilan biogas yang dapat mencapai kondisi optimum jika bakteri-bakteri yang terlibat dalam proses tersebut berada dalam lingkungan yang nyaman. Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bakteri-bakteri penghasil biogas dapat menghasilkan gas secara optimum, yaitu:

1.      Lingkungan abiotis
Bakteri yang dapat memproduksi gas metan tidak memerlukan oksigen dalam pertumbuhannya (anaerobik).  Oleh karena itu, biodigester harus tetap dijaga dalam keadaan abiotis (tanpa kontak langsung dengan Oksigen (O2)).

2.      Temperatur
Secara umum terdapat 3 rentang temperatur yang disenangi oleh bakteri, yaitu:
a.       Psikrofilik (suhu 0 – 25°C), optimum pada suhu 20-25°C
b.      Mesofilik (suhu 20 – 40°C), optimum pada suhu 30-37°C
c.       Termofilik (suhu 45 – 70°C), optimum pada suhu 50-55°C
Temperatur merupakan salah satu hal yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Menjaga temperatur tetap pada kondisi optimum yang mendukung pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri, akan meningkatkan produksi biogas.

3.      Derajat keasaman (pH)
Bakteri asidogen dan metanogen memerlukan lingkungan dengan derajat keasaman optimum yang sedikit berbeda untuk berkembangbiak. pH yang rendah dapat menghambat pertumbuhan bakteri asidogenesis, sedangkan pH di bawah 6,4 dapat meracuni bakteri metanogenesis. Rentang pH yang sesuai bagi perkembangbiakan bakteri metanogenesis 6,6-7 sedangkan rentang pH bagi bakteri pada umumnya adalah 6,4-7,2. Derajat keasaman harus selalu dijaga dalam wilayah perkembangbiakan optimum bagi bakteri agar produksi biogas stabil.

4.      Rasio C/N bahan isian
Syarat ideal untuk proses digesti adalah C/N = 25 – 30. Nilai rasio C/N yang terlalu tinggi menandakan konsumsi yang cepat oleh bakteri metanogenisis, hal itu dapat menurunkan produksi biogas. Sedangkan rasio C/N yang terlalu rendah akan menyebabkan akumulasi ammonia sehingga pH dapat terus naik pada keadaan basa hingga 8,5. Kondisi tersebut dapat meracuni bakteri metanogen. Kadar C/N yang sesuai dapat dicapai dengan mencampurkan beberapa macam bahan organik, seperti kotoran dengan sampah organik.


Biogas yang dihasilkan oleh sekelompok bakteri yang telah diuraikan di atas, dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif untuk menggantikan sumber energi fosil yang saat ini semakin menipis jumlahnya. Meskipun sama-sama dihasilkan oleh mikroorganisme, namun pembentukan biogas tidak memerlukan waktu yang sangat lama seperti pembentukan energi fosil.

Dikutip dari http://majalahenergi.com/terbaru/bakteri-penghasil-sumber-energi dan http://www.upsaps.com/

Tulisan ini disumbangsihkan untuk situs Si Nergi

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Review

Bakteri Penghasil Sumber Energi (1)

Seperti yang telah kita ketahui bersama, energi fosil yang merupakan sumber energi utama pada saat ini, berasal dari jasad renik makhluk hidup yang terkubur berjuta-juta tahun lalu. Jasad-jasad renik tersebut diuraikan oleh bakteri-bakteri ataupun mikroorganisme di dalam tanah sehingga mengalami pengubahan bentuk menjadi minyak bumi, gas alam, maupun batu bara. Hal itu menggambarkan bahwa bakteri-bakteri berperan penting dan besar dalam pembentukan sumber energi fosil yang kita pergunakan selama ini.

Bakteri metanogen merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat menghasilkan sumber energi. Sumber energi yang dapat dihasilkan oleh bakteri ini adalah biogas. Biogas merupakan gas yang dilepaskan jika bahan-bahan organik difermentasi atau mengalami proses metanisasi. 

Proses fermentasi (penguraian material organik) tersebut terjadi secara anaerob (tanpa oksigen). Biogas terdiri atas beberapa macam gas, antara lain metana (55-75%), karbon dioksida (25-45%), nitrogen (0-0.3%), hydrogen (1-5%), hidrogen sulfida (0-3%), dan oksigen (0.1-0.5%). Persentase terbesar dalam biogas ini, metan, membuat gas ini mudah terbakar dan dapat disamakan kualitasnya dengan gas alam setelah dilakukan pemurnian terhadap gas metan.

Sumber pembuatan gas metan ini berasal dari bahan-bahan organik yang tidak memerlukan waktu yang terlalu lama dalam penguraiannya, seperti kotoran hewan, dedaunan, jerami, sisa makanan, dan sortiran sayur. Dalam menghasilkan gas metan ini, bakteri metanogen tidak bekerja sendiri. Terdapat beberapa tahap yang harus dilalui dan memerlukan kerja sama dengan kelompok bakteri yang lain. 

Berikut ini merupakan tahapan dalam proses pembentukan biogas :

1.      Hidrolisis
Hidrolisis merupakan penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang menjadi senyawa yang sederhana. Pada tahap ini, bahan-bahan organik seperti karbohidrat, lipid, dan protein didegradasi menjadi senyawa dengan rantai pendek, seperti peptida, asam amino, dan gula sederhana. Kelompok bakteri hidrolisa, seperti Steptococci, Bacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae yang melakukan proses ini.

2.      Asidogenesis
Asidogenesis adalah pembentukan asam dari senyawa sederhana. Bakteri asidogen, Desulfovibrio, pada tahap ini memproses senyawa terlarut pada hidrolisis menjadi asam-asam lemak rantai pendek yang umumnya asam asetat dan asam format.

3.      Metanogenesis

Metanogenesis ialah proses pembentukan gas metan dengan bantuan bakteri pembentuk metan seperti Mathanobacterium, Mathanobacillus, Methanosacaria, dan Methanococcus. Tahap ini mengubah asam-asam lemak rantai pendek menjadi H2, CO2, dan asetat. Asetat akan mengalami dekarboksilasi dan reduksi CO2, kemudian bersama-sama dengan H2 dan CO2 menghasilkan produk akhir, yaitu metan (CH4) dan karbondioksida (CO2).

Dikutip dari http://majalahenergi.com/terbaru/bakteri-penghasil-sumber-energi dan http://www.upsaps.com/ 

Tulisan ini disumbangsihkan untuk situs Si Nergi

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik

Berapa Keuntungan Proyek Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia Timur?

Halo, apa kabarnya Proyek Indonesia Terang nih? Melihat geliat pemberitaan saat ini tentang proyek listrik yang digagas Kabinet Kerja, sepertinya pemerintah benar-benar serius menggarapnya ya. Meskipun ada beberapa kalangan yang merasa program ini terlalu naif dilakukan, faktanya, saat ini pemerintah terus membangun infrastruktur demi Indonesia yang lebih terang.

Yang menarik dalam proyek kelistrikan ini, pemerintah menggunakan energi baru dan terbarukan sebagai bahan baku untuk menghasilkan sumber listrik. Penggunaan EBT karena sumber energi jauh lebih ramah lingkungan dan persediaannya pun masih sangat banyak di Indonesia, dan tentunya tak akan habis karena sifatnya terbarukan.

Yang menjadi andalan dalam proyek ini adalah sumber tata surya. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hibrid yang tersambung langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pemerintah mengklaim, terjadi penghemat yang cukup besar dari pembangkit listrik ini.

“Total pembangkit yang diresmikan pada kesempatan ini, tambah Sudirman, akan berdampak pada penghematan biaya penggunaan bahan bakar solar sekitar Rp2,9 miliar per tahun. Sebesar Rp2,6 miliar di antaranya berasal dari PLTS hibrid yang tersambung langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Sudirman Said saat peresmian delapan proyek infrastruktur di Morotai, Maluku Utara (5/4) lalu.

Dengan penggunaan EBT ini, total penghematan energi yang dilakukan pemerintah mencapai angka Rp 5,5 milyar. Hal ini tentu sangat menguntung karena penghematan anggaran bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur lainnya di wilayah Timur. Yaa, semoga saja sih ya, alokasi dana dari penghematan ini bisa dirasakan masyarakat di sana.

Selain PLTS, belum lama ini, pemerintah juga meminta Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk ikut andil dalam proyek megalistrik ini dengan memasok kebutuhan gas alam ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Saat ini, sudah empat provinsi di wilayah Indonesia Timur yang telah dibangun infrastruktur ketenagalistrikan, di antaranya Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara dengan total kapasitas 1.295 kilowaat (Kw). Dari empat provinsi itu, ada delapan desa (silakan cek di sini) dengan jumlah rumah sekitar 8.500 unit yang akan teraliri listrik dan beberapa fasilitas umum.

Sudirman Said juga menjelaskan kapasitas total proyek pembangkit listrik yang akan diresmikan kecil, namun sangat berarti bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. "Memang kapasitas kecil, 1,29 MW, namun maknanya jauh lebih besar dibandingkan kapasitas 1.000 MW di Jawa,” ujar Sudirman.



Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si Nergi

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Batam Gas Bumi PGN di Batam Kawasan Bisnis Nagoya

PGN Perluas Jaringan Pipa Gas di Kawasan Bisnis Batam

Di tengah ramainya pembahasan holding energy oleh Pemerintah kepada Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (PGN) saat ini tengah merampungkan proyek pipa gas buminya di Batam, Kepulauan Riau. Jaringan pipa gas alam ini nantinya akan mengalir ke berbagai sektor di kawasan bisnis Nayoga, mulai dari pusat belanja, hotel, dan berbagai industri.

Untuk menunjang kebutuhan gas bumi di Batam, Direktur PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan PGN akan membangun pipa sepanjang 18,3 km yang akan dirampungkan tahun ini juga.

"Proyek di Nagoya sudah mencapai lebih dari 90%, diperkirakan Mei tahun ini rampung," kata Dilo Seno Widagdo dikutip dari detik.com.

Tak hanya di kawasan bisnis Nagoya, perusahaan plat merah pimpinan Hendi Prio Santoso ini juga tengah menyelesaikan proyek jaringan gas bumi di Kawasan Batu Aji, Batam. Kabarnya, akan ada 4.000 sambungan rumah tangga yang akan selesai tahun ini juga.

Dengan begitu, total jaringan pipa gas bumi milik PGN yang dioperasikan ada 123 km. "Dengan selesainya proyek pembangunan pipa distribusi Nagoya ini, jumlah pipa distribusi gas bumi di Batam menjadi 141,3 km," ungkap Dilo.

Dilo menjelaskan, di Batam PGN sampai saat ini memasok gas bumi ke 672 pelanggan dengan rincian, 39 industri besar, 36 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 597 rumah tangga.


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Sinergi PGN dan PLN di Pembangkit Listrik Muara Tawar

Perusahaan Gas Negara atau PT PGN menyatakan pihaknya kembali bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negera untuk menyuplai kebutuhan listrik untuk pembangkit listrik PLN di Muara Tawar, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam perjanjian kali ini, ada poin yang dimatangkan kedua pihak, apa itu?

Menurut pengakuan Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusuf, pembahasan tersebut antara lain kelangsungan penyaluran gas ke pembangkit listrik Muara Tawar yang tidak hanya menyoal keberlanjutan pasokan gas saja. “Tapi juga termasuk hal-hal teknis seperti kebutuhan volume gas untuk menyesuaikan dengan pola kebutuhan pembangkit PLN yang secara tahunan kebutuhannya terus bertambah,” ujar Heri.

Sinergisitas PGN dan PLN sudah terjalin sejak 2008 silam dalam memasok kebutuhan gas ke pembangkit listrik Muara Tawar dan akan terus berlanjut sebagai dukungannya terhadap proyek listrik 35.000 Mw yang digagas Presiden Jokowi.

Heri menambahkan, pada awal April 2016 ini, PGN dan PLN menandatangani kesepakatan bersama penyaluran gas bumi ke pembangkit listrik Muara Tawar. Adanya Kesepakatan Bersama ini dikarenakan kontrak lama pengaliran gas bumi PGN ke pembangkit listrik Muara Tawar telah berakhir pada 31 Maret 2016.

Pembangkit listrik Muara Tawar diketahui sebagai unit pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) yang dikelola PT Pembangkitan Jawa-Bali di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pembangkit Listrik ini dulunya merupakan bagian dari Pembangkit Listrik Muara Karang, yang kemudian dipisah pada tanggal 1 April 2003. Pembangkit listrik ini mengoperasikan 2 PLTG dan 3 PLTGU dengan total kapasitas 920 MW. Energi listrik ini kemudian didistribusikan melalui Sistem Interkoneksi Jawa-Bali.

Tak hanya di pembangkit listrik Muara Tawar, PGN juga belum lama ini ikut mendukung program listrik 35.000 Mw dengan meregasifikasi gas alam cair atau LNG menjadi gas di atas terminal apung FSRU Lampung yang akan disuplai untuk kebutuhan gas untuk pembangkit listrik PLN.

Tulisan ini disumbangsihkan untuk situs Si Nergi


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Gas Alam PGN

Pesantren ini Nikmati Keuntungan Gunakan Gas Bumi PGN


Pesantren merupakan wadah untuk menuntut ilmu berbasis agama dengan jumlah peserta atau murid yang bisa dibilang tidak sedikit. Bahkan sebuah pesantren terkenal bisa mencapai ribuan murid. Hal ini tentu menjadi persoalan jika pihak yayasan pesantren tak cerdik dalam mengurusnya. Salah satu persoalan penting adalah mengurus makan sehari-hari bagi penghuni pesantren.

Belum lama ini, ada sebuah kisah tentang salah satu pesantren di Surabaya yang memilih menggunakan gas bumi PGN untuk memasak kebutuhan makan para santri. Diakui pihak pesantren, penggunaan gas bumi bagi dapur pesantren justru menguntungkan. Seperti apa ceritanya?

Kepala Bidang Sarana Prasaran, Pesantren Terpadu Darul Muttaqin, Luthfi Zamroni, mengisahkan mereka sudah menggunakan gas bumi ini selama lima tahun belakangan. Manfaat pun banyak dirasakan.

"Alasan utama kami beralih pakai gas bumi, karena dulu sekitar 5 tahun lalu, sering terjadi kelangkaan LPG. Kalau LPG nggak kami dapat, bagaimana kami bisa masak untuk makan santri di sini yang jumlahnya 100 orang," ungkap Kepala Bidang Sarana Prasaran, Pesantren Terpadu Darul Muttaqin, Luthfi Zamroni, dihubungi, Selasa (5/4/2016).

Selain tak usah khawatir susah mencari gas, menggunakan gas bumi PGN diakui Luthfi, penghuni santri tak perlu lagi angkat-angkat gas ketika isi ulang sebab semua sudah teraliri langsung dari jaringan pipa gas bumi PGN.

"Gas bumi yang dipasok PGN ini 24 jam penuh setiap hari, gas dari pipa langsung ke kompor, mau masak pagi buta pun tidak masalah," ujarnya.

Lebih hemat
Tak hanya kemudahan dalam hal persedian gas, penghematan biaya anggaran per bulannya pun dirasakan pesantren di Surabaya ini. Pasalnya, perbandingan biaya yang dikeluarkan selama menggunakan gas LPG dan gas bumi PGN cukup jauh.

Diakui Luthfi, setiap bulannya pihaknya hanya mengeluarkan biaya pemakaian gas bumi Rp 750.000. Biaya ini jauh lebih hemat bila dibandingkan menggunakan LPG yang bisa mencapai lebih dari Rp 2 juta per bulan.

"Sebelumnya kami pakai LPG, tapi ketika beralih ke gas bumi, biaya yang dikeluarkan jauh lebih hemat. Kalau pakai LPG biaya yang kami keluarkan bisa tiga kali lipatnya. Kami juga tidak perlu repot lagi beli isi ulang tabung LPG, gas bumi mengalir dari pipa sampai ke kompor," ujarnya. Ia juga menjelaskan ada sekitar 100 santri yang belajar di sana.


Tulisan ini disumbangsih untuk situs Si Nergi

Sumber tulisan: http://finance.detik.com/read/2016/04/05/144022/3180188/1034/gas-bumi-pgn-mengalir-hingga-ke-pesantren
http://finance.detik.com/read/2016/04/05/152523/3180264/1034/ini-alasan-pesantren-di-surabaya-beralih-pakai-gas-bumi

(Foto: Detik)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Gas Alam PGN

Kisah Pengusaha Kue di Surabaya: Lebih Hemat Gunakan Gas Bumi PGN

Satu lagi kisah menarik yang patut disimak tentang penjual yang terbantu dengan adanya gas bumi PGN. Seperti apa ceritanya?

Adalah Elfa Susanti, ibu tiga anak ini mengaku usahanya di bidang pembuatan kue mendapatkan banyak keuntungan setelah menggunakan gas alam PGN. Perempuan pemilik usaha kue Die Va Cake & Cookie di Surabaya ini menuturkan dengan menggunakan gas alam PGN, ia dapat menghemat biaya bahan bakar.

"Saya pakai gas bumi PGN sudah 4 tahun, yang saya rasakan, tentu hematnya sangat besar  dibanding LPG," katanya.

Elfi bercerita, dalam membangun usaha kuenya, ia menggunakan bahan bakar LPG untuk membuat berbagai olahan kue. Kisaran biaya LPG yang dikeluarkan per bulannya Rp 700.000-Rp 900.000. Hal ini dianggap memberatkan setelah ia mengetahui lebih murah jika membuat kue menggunakan bahan bakar gas bumi PGN.


Dari hitungan-hitungan yang dibuat Elfi, ia justru dapat menghemat hingga Rp 500.000 jika menggunakan gas bumi. Praktis, ia pun beralih menggunakan gas bumi dari Perusahaan Gas Negara sejak 4 tahun silam.

"Sejak beralih ke gas bumi PGN pada 4 tahun lalu, saya hanya keluarkan biaya tagihan gas bumi ke PGN hanya Rp 250.000/bulan. Penghematannya bisa saya pakai beli peralatan untuk tambah produksi kue," ungkap Elfa.

Kini, Elfi bersama 30 UKM lainnya yang memproduksi kue atau jajanan pasar di Kampung Kue, Rungkut Lor, Surabaya, Jawa Timur telah menggunakan gas bumi PGN. Keuntungan yang didapat Elfi dari usahanya ini dapat menopang kebutuhan biaya hidupnya dan menyekolahkan ketiga anaknya, yakni M. Yudha yang baru lulus SMA, M. Fazaldy yang kini duduk dibangku kelas 2 SMP, dan Chelsea Shaumi yang berusia 4 tahun.

Banyaknya konsumen yang merasa diuntungkan dengan pemakaian gas bumi milik salah satu perusahaan plat merah ini, pihak PGN mengatakan, mereka konsen dan komitmen untuk memperluar pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

Diakui Kepala Divisi Komunikasi Korporat PGN, Irwan Andri Atmanto, Saat ini, lebih dari 107.690 rumah tangga, lebih dari 1.857 pelanggan dari usaha kecil, mal, restoran hingga hotel, serta 1.529 pelanggan dari industri skala besar dan pembangkit listrik telah menikmati gas bumi dari PGN.

"Kami sendiri juga menambah pelanggan rumah tangga sebanyak 110.000 rumah dengan biaya sendiri dalam kurun waktu 2016-2019," kata Irwan.

Semoga ke depan, makin banyak masyarakat yang bisa merasakan hematnya menggunakan energi bersih, murah, serta ramah lingkungan dan aman seperti gas bumi yang dikembangkan PGN. Sebab, di tengah meroketnya harga-harga kebutuhah pokok, hadirnya gas bumi PGN bisa menjadi solusi yang baik bagi energi baik.

Tulisan ini disumbangsihkan untuk situs Si Nergi

Sumber berita: http://finance.detik.com/read/2016/04/12/113359/3185681/1034/berkat-gas-bumi-kue-elfa-laris-manis-hingga-hotel-berbintang

(Foto: humas PGN)


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In

Guitar


Guitar.
Thats way i love you!

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Descendants of the Sun Opini Song Joong Ki Views

Descendants of the Sun Bikin Baper!


Ta-daaaa! Dua minggu ini gue jadi cacing kepanasan karena drama korea terbaru KBS2 “Descendants of the Sun”. Di rumah, di kantor, bahkan di kereta gue jadi galau, baper, dan sederet perasaan yang menguras tenaga dan waktu. Yeps, respon gue emang selalu lebay kalau udah naksir sesuatu. Jadinya nggak sehat sih, buang-buang kuota dan waktu buat ngepoin banyak hal tentang drama ini, termasuk para pemainnya dan segala hal intrik yang tercipta di media sosial yang berkaitan dengan drama ini.

Maka, gue berkesimpulan, mengapa Tuhan menciptakan perempuan sebagai makhluk yang lemah? Setidaknya bagi gue. Aaaaah, Kapten Yoon Sijin bikin kepikiran terus. Hal demikian pernah gue alami ketika nonton drama SBS, My Love From the Star. Itu adalah drama korea kedua yang gue tonton setelah Gentleman DIginity di 2014 lalu. Yups, sejak gue nonton aktingnya Kim Soo Hyun sebagai alien bernama Do Min Joon, gue jadi gila. Semua hal tentang Kim Soo Hyun dikepoin. Hal yang mengerikan juga terjadi lagi saat ini ketika gue sangat tersihir dengan cerita dan nasib hidup Yoon Sijin. Lebay, iya emang lebay banget yak gue. Hiks!

Sejak terbawa arus cerita DOTS, satu hal yang gue sadari adalah beratnya tugas seorang tentara. Mereka sangat loyal dan berada di garda terdepan untuk menjaga dan membela negara. Demi semua itu, kematian menjadi teman akrab mereka. Dan tentu, yang bikin was-was adalah orang-orang tercinta di sekitar mereka.

Daaaan, satu hal berkaitan tentang ini adalah gue jadi keingat sosok Mohammad Dzaky Habibie. Teman sekelas di SMA dulu. Sebelum ada drama ini, gue sempet beberapa kali kepoin akunnya. Ya karena ada di fb juga sih dan karena foto-foto yang berseragam TNI AD muncul di timeline. Bahkan, dari grup kelas di FB pas ngadain buka puasa tahun lalu, dia foto pakai seragam kebanggaan Tanah Air itu.

Karena gue orangnya sangat baperan dan masih mabuk Kapten Yoon Sijin, gue jadi baperan ngebayangin tugas berat yang selama ini dijalanin teman SMA gue itu. Mungkin yang kita lihat di fb adalah foto-foto tersenyum mereka ketika memegang senjata, atau ketika foto resminya di akademi militernya, tapi di balik itu semua, orang-orang seperti Dzaky dan senior-seniornya mengalami banyak hal yang sangat mungkin membahayakan dirinya di hutan, pinggir gunung, dan hal ekstrim lainnya.

Berat ya.

Suatu kebetulan juga waktu itu gue bukan instagram dan ketemu  foto Dzaky dengan pacarnya saat ini. Cantik sekali seperti model hijab yang bikin adem mata.
Alhasil, gue jadi kepoin IG Dzaky dan pacarnya. Waaah, bikin envy ya pasti. Yang satu tegap, ganteng, bersih, dan ceweknya cantik, tinggi, semampai, dan hijaban. Kece dan paslah mereka.

Di antara banyak foto yang gue lihat, ada satu caption yang bikin nyes bacanya, “jadiannya udah 7 bulan, ditinggalnya juga 7 bulan ke depan,” begitu tulis ceweknya kalau gue nggak salah inget. Kayaknya sih nggak salah, karena ingetan gue kuat. Hehehe.

Gue menduga Dzaky mau ditugasin lagi dan lamanya sekitar 7 bulan. Berkaca dari drama DOTS, pasti ceweknya itu merasa khawatir dan sedih. Huft, yang sabar ya mbak. Btw, udah nonton belum drama ini? Semoga bisa makin menguatkan hubungan kalian ya. Tentu, di luar sana, banyak juga pasangan yang ditinggal pasangannya untuk tugas militer seperti yang baru-baru ini ada memesuaminya Annisa Pohan disandingin dengan Kapten Yoon Sijin. Cute, tapi mereka adalah pria-pria hebat sekaligus prajurit sejati bagi keluarga dan negara. Dan para perempuan yang setia di belakangannya tentu juga sosok yang hebat dengan segala kesetiaan, rasa khawatir, dan mulut yang tak pernah berhenti berdoa agar suaminya, pasangannya, dilindungi dari marabahaya.

(PS: tulisan tentang Dzaky dan pacarnya itu tidak ada tendensius apa-apa ya. Kebetulan dia sosok yang  gue kenal baik selama sekolah dan hanya mengomentari tentang statusnya saat ini sebagai anggota militer Indonesia dan pacarnya (yang nggak gue kenal), semoga diberi ketegaran!) J

Sekian laporan baper hari ini. Respect terhadap para anggota militer kita!

Bogor, 10.4.16/16:08

(Foto: wow keren)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Drama Korea Opini Penulis Skrip Ulasan Views

Drama Korea dan Keinginan Menjadi Penulis Skrip Drama


Assalamualaikum!

Halo semua. Berhubung hari ini libur kerja dan dalam suasana yang santai, gue mau nulis tentang hal-hal ringan (padahal ada beberapa perkerjaan yang belum kelar T.T). Btw, seringan apa tulisan ini? Seringan hati gue yang gampang banget dibolak-balikin oleh cowok-cowok ganteng di Korea sana! Aih, apa lagi yang menjadi idola para anak muda jaman sekarang kalau nggak gampang banget kebius sama pesona muka ganteng negeri ginseng itu? Yups, kehadiran cowok-cowok ganteng di dalam gelombang Hallyu emang bagai surga di tengah hutan Jakarta yang gersang. (Elaah kejauhan yang perbandingannya?)

Ada beberapa perubahan yang gue rasakan setelah kena virus drama Korea sejak masih jaman kos dulu di Ciputat.

Pertama, gue jadi sering mengkhayal tentang sweetnya perlakukan cowok-cowok itu dalam drama. Eits, ini bukan ngayal yang jorok ya. Yaa.. kalau mengkhayal tentang ciuman yang manis dari jalan cerita cinta mereka sih, wajarlah ya. Terlebih, ciuman yang sering diitampilkan dalam drama korea sendiri menurut gue nggak jorok atau nafsuin kayak di film-film Barat. Tapi ciuman yang lembut  dan kadang nggak terduga kejadiannya. Malah kadang jadi lucu dan bikin meleleh momen-momen seperti itu di dalam drama korea.

Kedua, kadang gue dibuat gila setelah menyadari sering ngomong sendiri dan membuat cerita sendiri dalam khayalan gue. Misal, ketika mendengarkan lagu, otak gue langsung bekerja semacam membuat percakapan atas kemungkinan-kemungkinan pengalaman yang gue alami saat ini akan jadi seperti apa kedepannya. Yaa, jadi kayak menduga-duga gitu deh dengan segala perdebatan yang ada di otak. Gue sebut itu sebagai imajinasi aja sih. Kadang gue merasa bahagia, sering juga jadi sedih atas apa yang gue bayangkan sendiri. Misal, ketika orang yang gue tunggu kemunculannya hingga waktu limit kami di usia 26 tahun nanti ternyata bukan jodoh gue, atau ternyata sekarang dia sudah punya pasangan, dan lebih mengerikan lagi barangkali nanti dia yang jauh di sana ninggalin gue dan nikah dengan orang lain. Yeaah, imajinasi yang akan mengeluarkan banyak tangis pastinya.

Ketiga, di antara imajinasi itu, gue selalu ingin menuangkannya dalam tulisan, menjadi sebuah cerita yang utuh meski gue nggak tau itu akan menjadi cerita yang benar-benar gue alami ke depannya atau nggak. Dan gue rasa hal kecil seperti yang gue imajinasikan juga dilakukan oleh para penulis novel, skrip, skenario drama Korea di sana. Nah, di titik inilah gue merasa gue pun ingin menjadi penulis skenario yang menghasilkan cerita utuh, menarik, dan menghipotis banyak pembaca atau penonton!

Keempat, lagian, kalau dipikir-pikir cerita yang dibuat dalam banyak drama korea itu kan kejadian dan kemungkinan yang kita alami dalam kehidupan nyata. Jadi sangat mudah untuk ditulis. Tentu, yang sulit adalah merampung potongan-potongan imajinasi kita menjadi cerita yang utuh. Dan bagian inilah yang harus dipelajari dengan cara banyak membaca, merenung, memperhatikan keadaan sekitar, berdiskusi, dan menuliskannya.

Berimajinasi dan menulis itu penting bagi para jomblo lho. Itu bagian dari menyenangkan diri sendiri. Kamu bisa mengatur cerita menyedihkan dan tidak adil dalam hidupmu menjadi sesuatu yang menyenangkan dalam dunia khayalmu. Siapa tau imajinasi juga bagian dari doa yang bisa dikabulkan harapannya. Hehe.

(Btw, gue nulis ini masih dalam keadan mabuk dan tak sadarkan diri dari pesonanya Kapten Yoon Sijin di Descendants of the Sun! Segitunya ya. Hiks!)

Sekian tulisan siang ini. Di antara banyaknya imajinasi, jangan lupa ya di luaran sana masih banyak cowok ganteng dan menarik yang muslim J hehe bagaimanapun itu yang terpenting yes!

Wassalamualaikum!


Bogor, 10.4.16/14:28

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In My Life

Malam yang Sedikit Baper

Malam ini ada banyak hal berkecamuk di dalam otak. Dan saya menyimpulkan, hanya satu solusinya: menuliskannya di blog apa adanya. Pasti akan banyak kebaperan yang muncul dalam tulisan. Tapi setiap kali saya membagi kebaperan ini, saya merasa lega. Kenapa? Mungkin hal-hal semacem baper sudah melekat dalam diri saya, meski kadang saya memaki-maki dengan kesal karena kebaperan yang saya miliki dan membaginya secara gratis di blog. Rasanya seperti menyerahkan kelemahan kepada musuh kita. Sudah itu kita pasti tertembak oleh kelemahan yang saya tunjukan sendiri. 

Ah, tapi bukankah mati justru melegakan? Apalagi Gie bilang beruntunglah orang yang mati muda.

Tapi ya anehnya saya merasa bisa berbicara dengan kebaperan ini. Saya merasa beban sedikit berkurang karena menulis hal ini di blog. Blog yang juga sering saya sumpahi macam-macam kata kasar dan tidak pernah saya akui keberadaannya di facebook. Tapi diam-diam, saya setia dengan blog alay ini meski sekarang dipenuhi postingan kerjaan.

Lalu kebaperan apa yang melanda malam ini?

Jawabnya: banyak dan tak pernah habis.


Selamat malam. Semoga tidurmu nyenyak. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments