In #EnergiBaik

Berapa Keuntungan Proyek Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia Timur?

Halo, apa kabarnya Proyek Indonesia Terang nih? Melihat geliat pemberitaan saat ini tentang proyek listrik yang digagas Kabinet Kerja, sepertinya pemerintah benar-benar serius menggarapnya ya. Meskipun ada beberapa kalangan yang merasa program ini terlalu naif dilakukan, faktanya, saat ini pemerintah terus membangun infrastruktur demi Indonesia yang lebih terang.

Yang menarik dalam proyek kelistrikan ini, pemerintah menggunakan energi baru dan terbarukan sebagai bahan baku untuk menghasilkan sumber listrik. Penggunaan EBT karena sumber energi jauh lebih ramah lingkungan dan persediaannya pun masih sangat banyak di Indonesia, dan tentunya tak akan habis karena sifatnya terbarukan.

Yang menjadi andalan dalam proyek ini adalah sumber tata surya. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hibrid yang tersambung langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pemerintah mengklaim, terjadi penghemat yang cukup besar dari pembangkit listrik ini.

“Total pembangkit yang diresmikan pada kesempatan ini, tambah Sudirman, akan berdampak pada penghematan biaya penggunaan bahan bakar solar sekitar Rp2,9 miliar per tahun. Sebesar Rp2,6 miliar di antaranya berasal dari PLTS hibrid yang tersambung langsung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Sudirman Said saat peresmian delapan proyek infrastruktur di Morotai, Maluku Utara (5/4) lalu.

Dengan penggunaan EBT ini, total penghematan energi yang dilakukan pemerintah mencapai angka Rp 5,5 milyar. Hal ini tentu sangat menguntung karena penghematan anggaran bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur lainnya di wilayah Timur. Yaa, semoga saja sih ya, alokasi dana dari penghematan ini bisa dirasakan masyarakat di sana.

Selain PLTS, belum lama ini, pemerintah juga meminta Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk ikut andil dalam proyek megalistrik ini dengan memasok kebutuhan gas alam ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Saat ini, sudah empat provinsi di wilayah Indonesia Timur yang telah dibangun infrastruktur ketenagalistrikan, di antaranya Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara dengan total kapasitas 1.295 kilowaat (Kw). Dari empat provinsi itu, ada delapan desa (silakan cek di sini) dengan jumlah rumah sekitar 8.500 unit yang akan teraliri listrik dan beberapa fasilitas umum.

Sudirman Said juga menjelaskan kapasitas total proyek pembangkit listrik yang akan diresmikan kecil, namun sangat berarti bagi masyarakat di wilayah timur Indonesia. "Memang kapasitas kecil, 1,29 MW, namun maknanya jauh lebih besar dibandingkan kapasitas 1.000 MW di Jawa,” ujar Sudirman.



Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si Nergi

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment