In #EnergiBaik Pembangkit Listrik Tenaga Surya Review

Cerita Indonesia dan Kesiapannya Mengembangkan PLTS (1)

Akhir-akhir ini pemberitaan tentang energi baru dan terbarukan makin banyak ditemui. Apakah sedang ada pejabat di bidang energi sedang dicokok KPK? Hahaha sepertinya tidak ya. Bukan itu yang bikin penulis kepo, tapi karena beberapa instansi terkait tengah gencar untuk terus membangun infrastruktur Pembangkit Listrik Tenaga Surya menyusul pernyataan Presiden Jokowi pada Konferensi Perubahan Iklim atau COP 21 di Paris, Perancis 30 November tahun lalu.

Saat itu, di depan para pemimpin dunia yang hadir, Presiden Jokowi berjanji Indonesia akan mencapai 23 persen energi terbarukan pada 2025. Omongan Jokowi diimplementasikan dari getolnya pembangunan infrastruktur PLTS di Indonesia.

Jika ditilik dari sejarahnya, hadirnya PLTS di Indonesia baru dibangun ketika jaman SBY. Hal ini bisa penulis katakan tergolong lamban sebab sumber cahaya matahari di Indonesia sangat melimpah karena dilewati garis khatulistiwa, di mana matahari bersinar sepanjang tahun.

Dari sumber matahari sepanjang tahun itu, diperkirakan energi surya dapat menghasilkan hingga 4.8 KWh/m2, atau setara dengan 112.000 GWp. Sayangnya, dikutip dari alamendah.org, pemanfaatan salah satu jenis energi terbarukan ini masih belum maksimal. Indonesia baru mampu memanfaatkan sekitar 10 MWp.

Dari data yang dihimpun rappler.com, pada Februari 2013, Menteri ESDM saat itu, Jero Wacik, meresmikan dua PLTS sistem PLTS Grid-Connected di dua lokasi, yaitu Bangli dan Karangasem, Provinsi Bali, dengan total daya masing-masing sebesar 1 MWp. Saat itu keduanya menjadi PLTS dengan kapasitas terbesar. Ini menjadi kali pertamanya proyek PLTS dibangun pemerintah, saat eranya SBY.

PLTS Bangli dan Karangasem saat itu dinyatakan sebagai proyek percontohan bagi PLTS di provinsi lain. Pemerintah memulai proyek ini pada April 2012 sebagai bagian dari komitmen memanfaatkan sumber energi terbarukan.

"Pembangunan listrik dengan menggunakan BBM saat ini sudah mahal sekali, yaitu 40 sen per KWh. Saya sudah perintahkan agar PLN jangan lagi membangkitkan listrik dengan menggunakan BBM. Kita beralih ke energi baru dan terbarukan,” kata Jero saat itu. (Berlanjut ke Cerita Indonesia dan Kesiapannya Mengembangkan PLTS bag. 2)

Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si Nergi




Related Articles

0 komentar:

Post a Comment