In Drama Korea Opini Penulis Skrip Ulasan Views

Drama Korea dan Keinginan Menjadi Penulis Skrip Drama


Assalamualaikum!

Halo semua. Berhubung hari ini libur kerja dan dalam suasana yang santai, gue mau nulis tentang hal-hal ringan (padahal ada beberapa perkerjaan yang belum kelar T.T). Btw, seringan apa tulisan ini? Seringan hati gue yang gampang banget dibolak-balikin oleh cowok-cowok ganteng di Korea sana! Aih, apa lagi yang menjadi idola para anak muda jaman sekarang kalau nggak gampang banget kebius sama pesona muka ganteng negeri ginseng itu? Yups, kehadiran cowok-cowok ganteng di dalam gelombang Hallyu emang bagai surga di tengah hutan Jakarta yang gersang. (Elaah kejauhan yang perbandingannya?)

Ada beberapa perubahan yang gue rasakan setelah kena virus drama Korea sejak masih jaman kos dulu di Ciputat.

Pertama, gue jadi sering mengkhayal tentang sweetnya perlakukan cowok-cowok itu dalam drama. Eits, ini bukan ngayal yang jorok ya. Yaa.. kalau mengkhayal tentang ciuman yang manis dari jalan cerita cinta mereka sih, wajarlah ya. Terlebih, ciuman yang sering diitampilkan dalam drama korea sendiri menurut gue nggak jorok atau nafsuin kayak di film-film Barat. Tapi ciuman yang lembut  dan kadang nggak terduga kejadiannya. Malah kadang jadi lucu dan bikin meleleh momen-momen seperti itu di dalam drama korea.

Kedua, kadang gue dibuat gila setelah menyadari sering ngomong sendiri dan membuat cerita sendiri dalam khayalan gue. Misal, ketika mendengarkan lagu, otak gue langsung bekerja semacam membuat percakapan atas kemungkinan-kemungkinan pengalaman yang gue alami saat ini akan jadi seperti apa kedepannya. Yaa, jadi kayak menduga-duga gitu deh dengan segala perdebatan yang ada di otak. Gue sebut itu sebagai imajinasi aja sih. Kadang gue merasa bahagia, sering juga jadi sedih atas apa yang gue bayangkan sendiri. Misal, ketika orang yang gue tunggu kemunculannya hingga waktu limit kami di usia 26 tahun nanti ternyata bukan jodoh gue, atau ternyata sekarang dia sudah punya pasangan, dan lebih mengerikan lagi barangkali nanti dia yang jauh di sana ninggalin gue dan nikah dengan orang lain. Yeaah, imajinasi yang akan mengeluarkan banyak tangis pastinya.

Ketiga, di antara imajinasi itu, gue selalu ingin menuangkannya dalam tulisan, menjadi sebuah cerita yang utuh meski gue nggak tau itu akan menjadi cerita yang benar-benar gue alami ke depannya atau nggak. Dan gue rasa hal kecil seperti yang gue imajinasikan juga dilakukan oleh para penulis novel, skrip, skenario drama Korea di sana. Nah, di titik inilah gue merasa gue pun ingin menjadi penulis skenario yang menghasilkan cerita utuh, menarik, dan menghipotis banyak pembaca atau penonton!

Keempat, lagian, kalau dipikir-pikir cerita yang dibuat dalam banyak drama korea itu kan kejadian dan kemungkinan yang kita alami dalam kehidupan nyata. Jadi sangat mudah untuk ditulis. Tentu, yang sulit adalah merampung potongan-potongan imajinasi kita menjadi cerita yang utuh. Dan bagian inilah yang harus dipelajari dengan cara banyak membaca, merenung, memperhatikan keadaan sekitar, berdiskusi, dan menuliskannya.

Berimajinasi dan menulis itu penting bagi para jomblo lho. Itu bagian dari menyenangkan diri sendiri. Kamu bisa mengatur cerita menyedihkan dan tidak adil dalam hidupmu menjadi sesuatu yang menyenangkan dalam dunia khayalmu. Siapa tau imajinasi juga bagian dari doa yang bisa dikabulkan harapannya. Hehe.

(Btw, gue nulis ini masih dalam keadan mabuk dan tak sadarkan diri dari pesonanya Kapten Yoon Sijin di Descendants of the Sun! Segitunya ya. Hiks!)

Sekian tulisan siang ini. Di antara banyaknya imajinasi, jangan lupa ya di luaran sana masih banyak cowok ganteng dan menarik yang muslim J hehe bagaimanapun itu yang terpenting yes!

Wassalamualaikum!


Bogor, 10.4.16/14:28

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment