In Cerita

... atau kita yang tak kunjung siap


Kita adalah Sisa-sisa Keikhlasan yang tak Diikhlaskan



Kita tak semestinya berpijak diantara
Ragu yang tak berbatas
Seperti berdiri ditengah kehampaan
Mencoba untuk membuat pertemuan cinta
Ketika surya tenggelam
Bersama kisah yang tak terungkapkan
Mungkin bukan waktunya
Berbagi pada nestapa
Atau mungkin kita yang tidak kunjung siap
Kita pernah mencoba berjuang
Berjuang terlepas dari kehampaan ini
Meski hanyalah dua cinta
Yang tak tahu entah akan dibawa kemana
Kita adalah sisa-sisa keikhlasan
Yang tak diikhlaskan
Bertiup tak berarah
Berarah ke ketiadaan
Akankah bisa bertemu
Kelak didalam perjumpaan abadi

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cerita

Tutorial Gitar Payung Teduh - Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan

Ajarin aku kakak~~



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Cerita

Udah Ngopi tapi Masih Ngantuk? Mungkin Waktunya Tidak Tepat


Sering banget ketika gue seruput kopi, abisa itu ngantuk dan blass gitu aja tidur. Tau-tau kebangun udah subuh, gagallah rencana begadang ngerjain skripsi. Kalau di pagi hari pun sama, ke kantor udah bawa sebungkus kopi buat diseduh di sana, eh pas udah diminum sampai tetes terakhir, mata masih ngantuk dan mulut masih nguap aja. Kenapa sih udah ngopi tapi masih ngantuk?

Akhirnya kepo nyari jawabnnya, daan gue menemukan tulisan ini. Gue copas abislah ya di blog buat sharing aja hehe abis lagi nggak ada waktu buat nulis serius selain skripsi.

Ini dia artikelnya kenapa udah ngopi tapi masih ngantuk yang gue ambil dari forum republika dan ditulis oleh Yulfika Rakhmi (yuandju.wordpress.com).

Memang, kopi adalah sahabat paling gigih dalam membantu kita terbangun dan tetap semangat beraktivitas. Nggak cuma saat memulai hari, kopi juga setia menemani kita ketika ada hal-hal yang harus kita kerjakan meskipun mata kita sedang terkantuk-kantuk. Ketika melakukan pekerjaan kantor misalnya, atau ketika harus melakukan pekerjaan rumah, melakukan aktivitas kreatif, atau ketika kita tak ingin tertidur karena ingin segera menyicil satu per satu apa yang harus dilakukan dari bucket list kita. Benar, kopi selalu membantu kita untuk terbangun, membantu kita untuk aktif, membantu kita untuk hidup. Namun apakah kita selalu mencicipi secangkir kopi pada waktu yang tepat? Apakah waktu yang tepat bagi kita untuk meminum kopi agar kita bisa merasakan tendangan kafein secara optimal?

Tubuh kita, ternyata, memiliki ritme sendiri yang memberitahu dirinya sendiri kapankah saatnya terbangun, makan, tidur, atau melakukan aktivitas tertentu lainnya. Ritme tersebut dikendalikan oleh hormon-hormon yang ada di dalam tubuh kita. Yang cukup mencengangkan adalah ternyata secangkir kopi yang sering disebut-sebut sebagai stimulan yang membantu kita untuk semangat bangun di pagi hari sebenarnya nggak begitu efektif diminum segera setelah kita terbangun dari tidur (Ah, my whole life is a lie!).

Pada pagi hari ternyata tubuh kita memproduksi hormon kortisol yang secara alami membangunkan kita tanpa memerlukan cafein dari secangkir kopi. Produksi kortisol di dalam tubuh kita meningkat sekitar pukul 08.00-09.00 pagi, dan jika kita mulai meminum secangkir kopi pada saat hormon kortisol di dalam tubuh kita sedang tinggi, maka efek kafein yang masuk ke dalam tubuh pun jadi nggak signifikan karena tubuh kita masih memiliki toleransi yang besar terhadap efek kafein tersebut.

Jadi, wajar kalau kita nggak benar-benar merasakan efek kafein di dalam tubuh kita ketika kita meminumnya sesaat setelah bangun tidur. Kalau kita menginginkan efek kafein yang memberikan sensasi “membangunkan” atau “memberi semangat” untuk beraktivitas, maka minumlah ketika produksi hormon kortisol di dalam tubuh kita mulai menurun. Nah, menurunnya hormon kortisol di dalam tubuh kita terjadi kurang lebih pada pukul 09.30-11.30 pagi, lalu pada umumnya kortisol akan kembali meningkat pada pukul 12.00-13.00 serta pukul 17.30-18.30. Jadi waktu terbaik bagi kita untuk meminum kopi agar terus bergairah dalam beraktivitas yaitu pada pukul 09.30-11.30 juga pada pukul 13.30-17.00. Jangan lupa untuk menghindari meminum kopi pada malam hari karena se-passionate apapun kita dalam berkegiatan, tubuh kita tetap membutuhkan istirahat dan tidur yang cukup di malam hari, percayalah!

Begitulah waktu-waktu yang tepat untuk meminum secangkir-dua cangkir kopi. Yang mesti diingat adalah jadwal tersebut sebenarnya bisa disesuaikan dengan kebiasaan tidur kita masing-masing. Tentunya waktu-waktu yang telah disebutkan sebelumnya lebih cocok dengan ritme tubuh para early bird, sedangkan untuk para night owl bisa membuat perkiraan sendiri kapankah tubuhnya secara alami memproduksi kortisol dan kapan pula tubuhnya membutuhkan asupan kafein. Well, stay alert, stay alive, and thank God for caffeine.

Kamu sendiri biasanya paling suka ngopi jam berapa sih?

----

Thanks sudah baca *sambil nyuruput kopi lagi~

(Sumber foto: http://www.pulsk.com/)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Fiksi Puisi

Pertengkaran Pagi Hari

Aku selalu benci ketika pagi datang
Hanya pertengkaran yang bertamu
Dan isak tangis sebagai sajiannya

Aku benci manakala pagi
menciumku dengan kebencian
memeluk hati yang sakit, tak ada jalan

Kepasrahan kadang begitu ambigu
Tak bosan-bosannya membuat kepalaku sakit dan mata memerah

Kebingungan dari kepasrahan itu
menunjukkan betapa tak dewasanya... aku;

pelabuhan yang tak kelihatan di mana tepinya.


Bogor, 7/5/16

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In #EnergiBaik Hendi Prio Santoso Penghargaan ASEAN-OSHNET PGN Review

PGN Raih ASEAN-OSHNET dan Resiko Berat Bekerja di Sektor Migas (1)


Sering kita dengar perkataan “setiap pekerjaan memiliki resikonya sendiri”. Adagium lawas itu menunjukkan bahwa apapun pilihan yang kita buat dan kerjakan berpotensi mengalami kegagalan dan bertemu hambatan. Ya, dengan segala banyak motif orang bekerja, pekerjaan itu sendiri tentu menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk lebih profesional pada tanggung jawab kita.

Yang tak boleh luput dari pekerjaan, apalagi dalam korporasi besar adalah hak yang harus dipenuhi oleh perusahaan. Salah satunya adalah hak keselamatan dan kesehatan kerja atau dikenal dengan K3.

Terkait hal ini, perusahaan yang baru saja diapresiasi keselamatan kerja para karyawannya adalah PT Perusahaan Gas Negara atau PGN. Perusahaan BUMN pimpinan Hendi Prio Santoso ini mendapat penghargaan ASEAN Occupational Safety and Health Network (ASEAN-OSHNET) di 1st ASEAN-OSHNET Awards Ceremony and 3rd ASEAN-OSHNET Conference, di Hotel Royal Lotus, Da Nang, Vietnam pada Rabu lalu (27/4).

Penghargaan ini diberikan karena dalam 3 tahun berturut-turut yaitu tahun 2013 hingga 2015 tidak pernah terjadi kecelakaan kerja (zero incident). "Dalam setiap kegiatan pekerjaan kami mengedepankan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Sehingga tidak terjadi kecelakaan atau zero incident," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup, usai menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh Deputy Minister of Labour, War Invalids and Social Affair (MoLISA) Vietnam, Doan Mau Diep.

Apresiasi lembaga internasional kepada PGN untuk ketiga kalinya ini patut diacungi jempol, sebab industri Migas menjadi salah satu sektor yang memiliki risiko tinggi, baik terhadap nasib pekerjanya di lapangan dan lingkungan sekitar eksplorasi. Dalam laman Ditjen Migas KESDM disebutkan keselamatan migas adalah ketentuan tentang standardisasi peralatan, sumber daya manusia, pedoman umum instalasi migas dan prosedur kerja agar instalasi migas dapat beroperasi dengan andal, aman dan akrab lingkungan agar dapat menciptakan kondisi aman dan sehat bagi pekerja (K3), aman bagi masyarakat umum (KU), aman bagi lingkungan (KL) serta aman dan andal bagi instalasi migas sendiri (KI).

Seperti apa sebenarnya risiko besar yang kerap kali dihadapi oleh para pekerja Migas di Indonesia? (Bersambung)

Tulisan ini disumbangsihkan untuk situs Si Nergi 

Sumber: http://migas.esdm.go.id/post/read/Mengenal-Keselamatan-Migas-Indonesia 
http://finance.detik.com/read/2016/04/28/135822/3198863/1034/pgn-raih-penghargaan-asean-oshnet-di-vietnam 
(Sumber foto: detikcom)

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments