In Fiksi Puisi

Pertengkaran Pagi Hari

Aku selalu benci ketika pagi datang
Hanya pertengkaran yang bertamu
Dan isak tangis sebagai sajiannya

Aku benci manakala pagi
menciumku dengan kebencian
memeluk hati yang sakit, tak ada jalan

Kepasrahan kadang begitu ambigu
Tak bosan-bosannya membuat kepalaku sakit dan mata memerah

Kebingungan dari kepasrahan itu
menunjukkan betapa tak dewasanya... aku;

pelabuhan yang tak kelihatan di mana tepinya.


Bogor, 7/5/16

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment