In Event Reportase Review

[Review] Hemat Bertenaga dengan Pertamina Dexlite


Mobil bertenaga mesin diesel itu berisik, suara mesin kasar, dan polusi udara yang dihasilkan banyak dan asapnya hitam, serta mesinnya jelek karena cepat berkerak. Itulah stigma yang melekat pada mobil bermesin diesel.

Tak ayal, prentensi buruk ini menyebabkan mobil jenis mesin ini tak begitu laku di pasaran padahal tenaga yang dihasilkan kuat di jalanan. Selain itu, kendaraan mesin diesel juga memiliki setidaknya tiga musuh yang membuat kendaraan ini menjadi tak begitu dilirik sebagai kendaraan pribadi, yaitu sedimen, particular, dan air harus semakin rendah. Jika semua bertemu, maka mesin akan cepat aus, sehingga boros bahan bakar. Sementara di saat yang bersamaan, kandungan sulfur pada solar pada mesin mobil Anda juga akan berkorosi dan berkerak membuat mobil berjenis mesin diesel jarang dilirik pengguna pribadi.


Tapi, seiring perkembangan teknologi yang pesat, apakah stigma itu masih menempel pada mobil bermesin diesel?

Berbagai temuan dan pengembangan terus dilakukan untuk ‘mempercantik’ mobil mesin diesel. Salah satunya dengan hadirnya mobil-mobil bermesin diesel modern. Dikutip dari laman aktual.co.id, disebutkan beberapa teknologi modern sudah lahir untuk mesin diesel. Sebut saja seperti direct injection, tur­bo variabel, hingga common-rail. Bahkan beberapa pabrikan Eropa seperti BMW memiliki triple-turbo diesel, Mercedes-Benz BlueTEC, dan Volkswagen Turbocharge Direct Injection.


Selain teknologi dalam mesin yang terus dikembangkan, kualitas dari bahan bakar yang pas untuk mobil mesin diesel juga terus diciptakan sebab bahan bakar adalah nyawa bagi kendaraan. Adalah Pertamina Dexlite yang pas. Produk baru dari Pertamina Retail yang dipasarkan April 2016 lalu ini memiliki beberapa keunggulan yang cocok untuk mobil mesin diesel.

Hemat Bertenaga
Ada banyak kandungan yang menjadikan setetes bahan bakar itu penting dan sehat bagi mobil kita. Nah, bagaimana dengan Pertamina Dexlite?

Dalam sebuah diskusi #DieselTalk di Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2016 di ICE BSD, Serpong, beberapa hari lalu, dijelaskan tiga jenis bahan bakar pertamina dengan angka cetana dan sulfur yang berbeda. Untuk Dexlite sendiri, bahan bakar yang pas bagi mobil bermesin diesel karena mengandung cetane number 51.



Sebagai informasi, cetana atau setana adalah salah satu indikator evaluasi kualitas bahan bakar kendaraan. Biasanya, makin tinggi angka setana pada bahan bakar, makin bagus bagi mesin kendaraan. Untuk Dexlite sendiri, angka setana 51 sudah cocok bagi kendaraan bermesin diesel seperti yang dikatakan oleh Dr.Ing Tri Yuswidjajanto dari ITB dalam diskusi #DieselTalk kemarin.

Dalam diskusi itu juga dijabarkan angka setana dan kandungan sulfur pada beberapa produk Pertamina, termasuk Dexlite, yakni perbedaan Dexlite dan Bio Solar : Dexlite (seperti yang sudah saya sebut di awal) memiliki  setana sebesar 51,Pertamina DEX memilik setana 53, sedangkan Solar memiliki setana 48. Sementara kandungan sulfur yang dimiliki ketiga bahan bakar ini pun berbeda. Kandungan Sulfur Solar 3.000 – 3.500, Dexlite 1000 – 1.200 ppm, dan Pertamina DEX 300 ppm.

Jika melihat angka tersebut, Dexlite menjadi solusi bagi kendaraan diesel yang angka setananya lebih tinggi dari solar dan kandungan sulfurnya lebih rendah dari solar. Tentu hal ini menjadi keuntungan bagi pengguna Dexlite sebab bisa mendapatkan kualitas yang bagus untuk kendaran mesin dieselnya dengan harga di bawah Pertamina DEX.

Keuntungan lain yang ada di Dexlite adalah ditambahkannya zat aditif yang akan menghilangkan sifat mudah membeku FAME dan menaikkan angka setana (CN). CN sendiri dalam solar sama seperti BBM jenis Premium yaitu oktan (RON), semakin tinggi cetane maka kualitas dari solar menjadi lebih baik, karena makin mudah terbakar membuat akselerasi mesin diesel menjadi lebih baik dan juga emisi menjadi sedikit.


Satu lagi, Dexlite ini juga tak disubsidi lho jadi dapat mengurangi beban pemerintah hingga Rp 16 Triliun. Pantaslah jika Dexlite sebagai bahan bakar yang hemat dan ramah lingkungan, membuat kendaraan Anda bertenaga namun ringan di dompet.

Sebagai informasi, berikut daftar mobil yang direkomendasikan menggunakan Dexlite dikutip dari Wikipedia:
Chevrolet Captiva & Colorado
Hyundai H-1 CRDI
Isuzu D-Max & Elf
Kia Pregio & Carnival
Mitsubishi Triton dan Pajero Sport non-VGT
Nissan Frontier
Peugeot XUD-9
Renault Duster
Tata Aria
Toyota Hiace, Commuter, Innova dan Fortuner non-VNT
Semua merek dan tipe truk.

*Caption foto: ​Public Relation Offcer PT Pertamina Fungsi Relasi Fuel Galih Fitriah Ningrum bersama Dr. Ing Tri Yuswidjajanto dari ITB di acara Diesel Talk Pertamina di GIIAS 2016


Related Articles

2 komentar:

  1. Ngga ada rekomen buat daihatsu? Kenapa? Why oh why

    ReplyDelete
  2. Entahlah. Itu sebagaian infonya kuambil dari wikipedia. Hmm mungkin kurang cocok mesinnya dengan dexlite uni

    ReplyDelete