In 500 x 2 Fiction Challenge Fiksi

[Fiction Challenge] | Gara-gara Denis (Part 1)

Challenge from Fajrin: “Kuota” [W-3]
“Jadi itu alamat blogmu yang baru?” seseorang berbicara di seberang sana.

“Ini siapa?” kataku bertanya sambil melihat kembali nomor asing di layar handphoneku.

“Tulisan yang manis,” jawabnya disertai tawa lalu dilanjutkan berkata,“ternyata kamu masih menyukaiku? Ini benar-benar mengagetkan,” suaranya tiba-tiba berubah menjadi serius.

(Tiga jam sebelumnya)

Sent.

Satu kata muncul pada tab emailku yang menjadi penanda selesainya pekerjaanku hari ini. Meski sebenarnya tak pernah ada kata selesai dalam dunia yang kujalani. Senantiasa revisi dan revisi. Macam menulis skripsi saat kuliah dulu.

“Artikel rubrik persona udah kukirim ke email, Mas,” tulisku dalam pesan singkat.

Sambil memandangi langit-langit restoran cepat saji dan menyenderkan badanku pada kursi, aku mengangkat kedua tangan ke atas.

“Aaah,” kataku disertai helaan nafas panjang. Aku melihat lagi judul berita yang kutulis yang masih terpampang dalam laman word: Denis The Lunar System: Bermusik Jalan Hidupku.

“Kebetulan yang membahagiakan hanya ada dalam imajinasi. Lihat duniamu, sungguh berkilauan. Sementara aku, ah… dunia nyata takkan berbaik hati padaku. Hadapilah dan bertahanlah, Dinar. Hanya blog yang menghendakimu menulis yang indah sesuai imajinasimu,” ucapku dalam hati sambil menepuk kedua pipi untuk menyadarkan diri.

Sebuah laman dengan tulisan yang lebih panjang juga masih terbuka di layar laptopku. Tulisan yang lebih enak untuk kubaca. Tulisan yang kubuat sambil tersenyum dan mengawang jauh pada imajinasi yang indah. Tulisan yang sangat subjektif dan menjadikanku satu-satunya orang paling berharga, paling diinginkan. Meski begitu, ketika kubaca untuk kedua kalinya, kadang harus kuakhiri dengan helaan nafas yang panjang dan tundukkan kepala seperti orang kehilangan harapan. Sesekali mataku juga berair.

Tulisan kedua itu berjudul: Aku Bermusik untuk Menemukan Cintamu. Tulisan dengan judul menggelikan ini kupublish ke blog. (Selengkapnya di sini)

*ilustrasi

Related Articles

0 komentar:

Post a Comment