In #TalkaboutPapua Cerita Kopi Wamena

Mengenal Keseksian Kopi Wamena


Jika Anda mencari teman setia, maka jawabannya adalah kopi. Kapanpun dan dalam suasana apapun, sebagian orang menganggap kopi adalah kawan yang memberikan banyak inspirasi. Aroma yang khas dan ragam rasa dalam secangkir kopi dapat membuat pikiran peminumnya rileks. Tapi semua itu tergantung selera. Pada akhirnya, kopi yang tepat akan menemukan penikmatnya sendiri.

Menyoal selera, dalam khasanah kopi Nusantara, Indonesia memiliki cukup banyak jenis kopi, mulai Sabang sampai Merauke, beberapa daerah potensial perkebunan kopi melahirkan banyak produk kopi lokal dengan rasa mendunia. Sebut saja Kopi Luwak, Kopi Gayo dari Aceh, dan Kopi Toraja yang sudah pamornya sudah tak terbantahkan di dunia internasional. Selain daerah itu, terselip sebuah kopi dari tanah Papua.

Namanya Kopi Wamena. Seperti pesona Papua yang seksi karena keindahan alamnya, Kopi Wamena juga tumbuh menjadi primadona bagi penikmat kopi. Kopi ini memiliki beberapa keistimewaan karena tumbuh di lembah Baliem, daerah pegunungan Jayawijaya dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut dengan suhu 20 derajat. Sebuah posisi yang juga berpengaruh pada kualitas kopi, menjadikan kopi ini dengan cita rasa ringan dan memiliki keharuman tajam yang nikmat.

Untuk tingkat keasaman, Kopi Papua Wamena cukup rendah. Hal ini diduga karena faktor letak geografisnya yang banyak pegunungan. Barista sekaligus Q Grader dari Djournal Coffee, Sendydjaja Genta Susilo pun menuturkan Kopi Papua menempati urutan pertama varietas kopi yang paling unggul di Indonesia. "Jika boleh memilih lima, pertama adalah kopi Papua. Rasanya sangat menarik, pengaruh segi geografis," tutur pria yang akrab dipanggil Sendy itu dalam acara public cupping di Grand Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Keistimewaan lain dari Kopi Wamena adalah sifat tanamannya yang tak bisa tumbuh sendiri sehingga ia hidup di antara naungan pohon lain di sekitarnya, seperti Kaliandara, Erytrhina, dan Abizia. Belum lagi sifat pohon ini yang tumbuh alami sehingga 100% organik, yang membuat kopi ini berbeda dengan kopi yang ditanam dengan pupuk kimia. Sebuah nilai untuk khas cita rasa Kopi Wamena yang sudah terkenal di mancanegara.


Tak hanya Kopi Wamena yang tumbuh di lembah Baliem, tanah Papua faktanya memiliki daerah lainnya seperti kopi yang tumbuh di Lembah Kamu di daerah Nabire, di sisi timur dataran tinggi, yang mengelilingi kota Moanemani. Diketahui, dua daerah tersebut memproduksi 230 ton kopi per tahunnya.

Yuk guys, ngopi dulu biar hati nggak dingin terus jalanin hidup ini :)

*ilustrasi

Related Articles

2 komentar:

  1. Aku tiga bulan ini demen banget minum kopi. Jadi penasaran pengen coba langsung kopi wamena :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Okaa.. Thanks sidah mampir. iya monggo dicoba kipib akun mewahnya~

      Delete