In Dua Kodi Kartika KeKe Busana Reportase Review

[Review Film] Ika Kartika, Pemilik KéKé Busana Bercerita Kisahnya dalam Dua Kodi Kartika


Apa yang kalian pikirkan tentang sosok seorang ibu? Bagi setiap anak, ibu adalah panutan. Menjadi seorang ibu adalah salah satu profesi paling mulia. Saya rasa semua orang pasti setuju. Saking mulianya, surga pun berada di bawah telapak kakinya.

Bayangkan, surga yang dijanjikan Tuhan dengan segala keistimewaannya berada di bawah telapak kaki seorang perempuan, tak peduli telapak kakinya semulus artis terkenal atau telapak kaki yang kasar dan pecah-pecah, jika ia tulus dan gigih membesarkan sang anak dengan cara halal, maka surga nan indah berada di bawahnya.

Kesan ini juga yang saya dapatkan dari kisah seorang ibu biasanya yang bekerja sebagai sekretaris sebuah perusahaan yang kemudian beralih menjadi seorang penjahit. Adalah Ika Kartika, perempuan tangguh yang berhasil mengembangkan usahannya di bidang konveksi dengan brand KéKé Busana.

Kisahnya diputarkan tadi malam (1/8) dalam sebuah film dokumenter dalam Gala Premier Dua Kodi Kartika di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Pusat. Film yang bedurasi sekitar satu setengah jam ini mengisahkan mengisahkan secara gamblang kepada kita rumus Man Jadda wa Jadda tak pernah meleset bagi orang-orang yang gigih. Dan Ibu Tika, begitu panggilannya, menjadi pembuktiannya. 

Memulai dari dua kodi busana yang dijahit dan dijajakannya sendiri, KéKé Busana tumbuh menjadi salah satu produsen busana muslim yang memiliki corak warna-warni dan berbahan adem yang banyak digemari keluarga di Indonesia.



Dalam film ini, tak hanya menyuguhkan kisah usahannya dari nol hingga bisa menggurita seperti saat ini, tapi juga menyuguhkan pada kita tentang peran suami yang mempercayakan keputusan istri untuk membangun usaha dan membantu keuangan keluarga. Yang tak luput adalah kisah-kisah atau kesaksian dari orang-orang di sekitar Ibu Tika ketika awal membangun usaha KéKé Busana.

Adalah Bu Rus dalam film ini yang menjadikan film ini tak hanya bercerita tentang kesuksesan KéKé Busana secara searah, tapi juga berbagai arah. Bagian wawancara dengan Bu Rus, mantan karyawan Ibu Tika ketika awal berdiri KéKé Busana, menerangkan kepada kita semua bahwa seseorang yang sukses dan besar saat ini lahir dari perjuangan dan dukungan yang ikhlas dari orang-orang di sekelilingnya, salah satunya Bu Rus dalam kehidupan KéKé Busana dan Ibu Tika. Kemunculan Bu Rus menjadi autokritik bagi Ibu Tika dan manajemennya saat ini bahwa ada orang-orang “dahulu’ yang sederhana dalam membangun KéKé Busana hingga sukses saat ini.

Di luar urusan visualisasi dalam film dokumenter ini, secara keseluruhan saya menikmatinya sebab banyak sekali nilai-nilai penting yang bisa diambil dalam kisah Ibu Tika. Salah satu yang paling dan sangat membekas dalam benak saya ketika menonton tadi malam adalah keinginan Ibu Tika untuk menyekolahkan anaknya hingga ke luar negeri.

Tentu, keinginan ini bukan karena ingin gaya-gayaan bisa mengirim anak belajar ke negara lain, tapi keinginan terdalam seorang ibu yang ketika muda sangat memimpikan bisa sekolah di luar negeri. Saya masih ingat ketika anak bungsunya sedang main piano ditemani sang ibu, ada percakapan di antara keduanya yang membuat saya ingin menangis.

Kalau tidak salah begini:
Anak: ma, kenapa sih ingin menyekolahkan kak uni dan kak (saya lupa nama ana keduanya) ke luar negeri?
Ibu Tika: (saya lupa detail ucapan Ibu Tika tapi kira-kira cita-citanya ketika muda tak kesampaian untuk sekolah ke luar negeri saat ini bisa terealisasikan ke anak-anaknya)

Saya merasa ada kedekatan dengan Ibu Tika pada adegan ini karena saya ingat dengan kedua orangtua di rumah. Suatu hari, bapak saya pernah berucap begini: “Ema sudah lulus SMA saja bapak bersyukur. Artinya, bapak bisa menyekolahkan anak lebih tinggi dari pendidikan bapak dan umi sendiri. Apalagi sekarang sampai bisa kuliah”. Suatu pencapaian sekaligus harapan bagi orangtua kepada anak-anaknya.


Ini sebuah film sederhana dengan cerita yang tak sederhana. Sukses terus Ibu Tika!



Related Articles

0 komentar:

Post a Comment