In Blogger opini.id Review

Pengalaman Nulis Bareng Opini.id, Seru dan Kekinian!

Ini sebagian teman-teman blogger yang ikut nulis di opini.id yang sempat ikutan foto dan difotoin Arisman Riyardi! (ki-ka: Kak Nila, saya, Helda, Uni, Afifah, dan Kak Windah)
Hai semuanya! Beberapa bulan lagi umur blog saya yang berdotcom sudah mau satu tahun nih. Itu artinya, saya harus membayar tagihan untuk memperpanjang domain emafitriyani.com ini! Waktu awal memutuskan untuk ganti domain, sebenarnya agak ragu sih. Soalnya apa yang mau diseriusin kalau sudah jadi dotcom. Eh ternyata ada saja jalan kalau kita mau mencoba hal baru. Salah satunya, yang masih hangat ini tentang pengalaman saya nulis bareng opini.id!

Berkat kenal dengan blogger kece macem Windah Tsu, Uni Dzalika, Afifah Mazaya, dan Arisman Riyardi, saya diajak untuk ikut menulis di situs opini.id bareng mereka dan beberapa blogger kece lainnya. Jujur sih, situs ini enggak asing lagi buat saya karena setahun lalu sempat juga nulis di sana. Eh sekarang, dipertemukan lagi untuk nulis artikel. Saya sih bersyukur saja, jadi nambah pengalaman dan juga teman!

Selama menulis di situs ini, saya merasa ada banyak perbedaan dibanding nulis di blog sendiri. Seru dan kekinian sih. Penasaran?


1. Tampilannya Simple dan Enak Buat Baca
Ini tampilan utama bagian atas opini.id

Hal pertama yang bikin saya cukup terkesan adalah soal tampilan baru opini.id. Kenapa? Karena setahun lalu, pas saya ikut gathering dan diksusi soal tema Save Street Child di Kemang yang diadakan opini.id, tampilannya masih kayak situs bacaan mainstream lainnya. Ada beberapa rubik, terus tempat buat kita nulis juga hampir sama kayak template blog.

Nah, kalau sekarang beda. Jujur sih, sejak menulis setahun lalu di sana, saya jarang lagi buka opini.id karena kesibukan kerja dan nyelesain skripsi. Alhamdulillah sekarang udah wisuda. Uhuk! Pas kira-kira tiga bulan lalu ngecek situsnya lagi di laptop, wah ada yang baru nih!

Jadi tampilan yang sekarang itu jauh lebih simple dan enak banget buat dibaca karena bukan lagi kayak posting tulisan di blog atau situs berita, tapi interface-nya itu kayak etalase, di mana lu bisa lihat banyak postingan konten mereka. Sebenarnya interface kayak gitu udah banyak yang pakai, cuma yang bedain pas kalian klik salah postingannya misalnya di postingan ini, coba deh diklik.

Kalian pasti akan menemukan sensasi yang beda ketika membaca artikelnya. Selain karena isinya yang mungkin mewakili kalian (pede banget ini), tampilan bacaannya juga bentuknya slide, jadi tinggal geser-geser aja gitu. Asyik sih!


2. Isinya Kritis Tapi Enggak Menggurui 
Ini salah satu isu yang diangkat opini dalam rubrik obrolan kulkas. Kritis dan skeptis tapi enggak menggurui sih menurut saya.

Ini yang bikin saya akhirnya cukup betah mampir ke situs ini buat killing time di kereta, lagi nunggu sesuatu, atau lagi break kerja. Soalnya sebagai media bacaan, buat saya opini.id cukup kritis dalam memandang suatu isu yang lagi terjadi atau berita lagi hits.

Tapi emang sementara ini kebanyakan postingan yang saya baca atau lihat itu emang yang dibuat langsung oleh tim opini.id. Ada sih beberapa postingan orang lain juga yang saya baca di opini.id, cuma enggak tau kenapa lebih banyak yang dimuat oleh tim.


3. Konten Video yang Nyinyir Tapi Bikin Mikir

Setelah nulis setahun lalu itu, saya kan enggak pernah nulis. Tapi masih sering liat opini.id di beranda Facebook saya karena ada beberapa teman yang share postingan video mereka. Saya juga sempet beberapa kali klik dan liat isinya.

Kesan pertama liat konten videonya sih kesel-kesel setuju gitu. Jadi, opini.id suka ngomentari hal-hal yang sensitif, kayak isu yang lagi panas di Indonesia, dibuat konten yang menarik dan nyinyir. Tapi saya yang baca sih enggak merasa opini.id lagi menelanjangin seseorang, kelompok tertentu, atau pemerintah. Cuma ya isinya memang menyentil sih dan itu bagus menurut saya.

Untuk kalangan anak muda yang masih sekolah atau kuliah buat saya sih ini media ini jadi alternatif yang baik. Kalau kamu bosen baca berita isinya itu-itu aja atau pusing dijejelin sama berita politik, ya coba klik aja opini.id, informasinya beragam banget jadi kamu bisa pilih-pilih.


4. Sayangnya Belum Ada Fitur Edit Postingan!
Yups ini dia masalah nomor wahid dari opini.id menurut saya. Karena ketika kamu posting, itu enggak bisa diedit sama sekali. Gemes banget jadinya, soalnya pasti ada aja typo, eh malah pilihannya hapus konten L

Mungkin mas-mas programmer-nya belum nemu kode buat bisa munculin fitur editnya. Tapi enggak usah khawatir, karena pas beberapa hari lalu saya meet up bareng tim opini.id, mereka bilang fitur edit pasti bakalan ada. Jadi tunggu aja sambil kamu mampir dan baca tulisan di sana, termasuk tulisan-tulisan saya ya! Hahaha


5. Alternatif Wadah Menulis yang Kekinian
Buat kamu yang lagi nyari wadah buat nulis dan eksis, bisa banget jadiin situs opini.id tempat ngeluarin unek-unek atau pemikiranmu! Karena perlu kamu belum banyak situs nulis gratis yang tampilannya kayak opini.id, simple dan enak dibaca, apalagi kalau kamu bacanya via gawai! Enggak percaya? Coba mampir dulu ke opini.id sekarang deh!

Kira-kira kayak gitu gambaran dan pengalaman saya selama sebulan ini intens nulis di opini.id. Selain tampilan dan kontennya asyik buat dibaca, tim dari opini.id juga ramah banget selama sesi sharing bareng teman-teman blogger. Bahkan perlu kamu tahu, saya bisa aktif lagi nulis di blog sampai ubah jadi dotcom itu salah satunya ada kontribusi dari opini.id secara enggak langsung.

Jadi gini, sedikit cerita ya, momen gathering blogger di salah satu tempat hangout di Kemang, Jakarta Selatan bareng opini.id ini ternyata mempertemukan saya dengan teman-teman blogger senior. Pertemuan ini juga yang akhirnya membuat saya melakukan langkah besar dalam ngeblog (hehehe lebay dah ini)!

Ini saya dan teman-teman blogger kece bareng tim opini.id waktu meet up di kantor mereka di Wisma 77, Slipi.

Berkat opini.id juga, saya masih berteman dengan kawan-kawan blogger, bahkan jadi dekat dan beberapa kali diundang acara blogger yang berbayar berkat pertemanan kita. Ternyata benar ya kalau kita mempererat silahturahmi, umur dan rejeki kita panjang. Hehehe.

Terima kasih, opini.id!

(PS: Karena wifi di rumah jelek, foto lainnya menyusul ya)

Related Articles

2 komentar:

  1. Yawloh, ada nama aku diatas, hati ku berbunga-bunga loh... Dan bener bgt, Opini bisa jadi wadah melampiaskan sesuatu yang menurut saya singkat, yg kurang oanjang jika mau di post d blog, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha, abis nama lu beredar sih di mana-mana ris. yep, ini wadah kayak kita nulis status di facebook sih, simple banget. malah, status fb gue kayaknya lebih panjang karakternya daripada opini.id hahaha.

      Delete