In

5 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Kuliah Sambil Kerja

Gawe App. Dok: pribadi
Menjadi mahasiswa adalah masa-masa mencari jati diri. Mulai dari mau cari teman yang seperti apa hingga kegiatan luar kampus yang diminati dan memberikan feedback yang positif.

Beruntungnya, saya menemukan organisasi intra kampus yang memberikan banyak ilmu menulis berita. Namanya Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut UIN Jakarta dengan lingkungan pertemanan yang juga sehat. 

Pernah tergabung di sini adalah sebuah keputusan yang tepat karena ternyata ilmu yang saya dapat bisa memberikan kehidupan bagi saya di masa depan. Ya seperti sekarang ini, hidup dari menulis, lalu dibayar. Asik kan? Hehehe.

Pengalaman pertama tulisan saya dikasih harga adalah ketika tahun kedua kuliah saya memutuskan bekerja di sebuah majalah ekonomi dan bisnis. Kala itu, saya diajak teman untuk masukin lamaran ke sana dan diterima. Itu tahun 2012, dengan bayaran per bulan sekitar Rp 2 juta, waw!

Meski melelahkan karena harus kuliah, organisasi, dan nyambi kerja dalam waktu bersamaan, tapi senangnya minta ampun karena selain dibayar dengan upah segitu (waktu itu nominalnya gede banget untuk seorang mahasiswa), banyak pengalaman di lapangan yang saya dapatkan.

Dari situ, saya berpikir menjadi mahasiswa memang harus banyak kegiatan, apalagi kalau ternyata kegiatan itu menghasilkan uang dan bisa membantu kuliah kita jadi mandiri.

Sayangnya, jalan yang saya lalui itu enggak mudah. Ada yang harus dikejar dan dikorbankan secara bersamaan. Karenanya, biar kamu enggak kebablasan kuliah sambil kerja, berikut 5 tips yang harus diperhatikan saat kuliah nyambi kerja ala Ema Fitriyani:

Sebisa Mungkin Cari Pekerjaan yang Tidak Ganggu Jam Kuliah
Ini klasik banget sih. Tapi ya memang cuma kamu yang tau kapan waktu terbaik untuk bisa menyeleraskan antara kuliah dan pekerjaanmu. Mau itu pekerjaan yang bisa kamu lalukan di rumah, mobile, atau keluar, alias ke kantor, kamu harus pintar membagi waktu.

Waktu itu, saya mengakalinya dengan mengambil beberapa mata kuliah di kelas lain yang saya anggap akan memberikan waktu kosong jadi bisa saya gunakan untuk liputan ke luar. Atau, saya ambil mata kuliah pertama pagi hari, biar saya ada waktu kosong pas jam makan siang yang bisa dipakai untuk langsung ke lokasi liputan.

Karena saat itu, kerja sambilan yang saya pilih adalah menjadi wartawan, jadwal setiap harinya adalah tentatif. Kadang jam kuliah diganti waktunya atau jadwal liputan yang digeser-geser.

Kalau sudah begini, tinggal pintar-pintarnya kamu untuk bisa memberikan penjelasan ke dosen atau atasan di kantor bahwa kondisinya begini sehingga harus begitu, dsb. Kalau alasannya yang kita berikan masuk akal, bisa saja dikasih pemakluman oleh mereka :) 

Pilih Pekerjaan yang Kamu Sukai
Kalau Walikota Bandung Ridwan Kamil bilang pekerjaan yang paling asik adalah hobi yang dibayar, ya emang bener sih! Apapun yang kamu lalukan, kalau itu didasari dari kesukaanmu melakukan itu, semua akan mudah saja sekalipun tugas yang dikerjakan melelahkan.

Saat itu, hari-hari yang saya jalani kurang lebih hampir 10 bulan, melakoni 3 aktivitas sekaligus itu bikin badan pegel. Tingkat kestresan pun meningkat (versi sendiri) tapi entah kenapa saya happy. Padahal, pagi kuliah, agak siangan kadang langsung ke lokasi liputan atau masih berkutat di kampus kerjakan tugas. Malammya, kalau lagi ada agenda di LPM Institut, ya harus ke sana. Sampai kosan kira-kira sudah jam 12 malam. Besoknya harus kuliah, kerja lagi, organisasi, begitu terus hahaha.

Ya tapi happy-happy aja karena memang itu dunia yang sangat dinamis yang saya suka berada di dalamnya :)

Semua kembali lagi diri masing-masing, apakah kamu suka dengan apa yang kamu lakukan atau apapun itu, tidak masalah selagi bisa menghasilkan?

Sesekali Mengobrol dengan Dosen Kalau Kamu Sedang Nyambi Kerja
Ini bukan soal gagahan-gagahan atau tampak hebat di depan dosen. Ini tentang lobi-lobi kamu yang bisa saja dosen bisa menerimanya.

Buat saya hidup ini tentang negosiasi. Sejauh mana kamu bisa berdamai dengan dirimu. Bukan cuma soal hati yang rapuh harus nerima kenyataan ditinggal pergi seseorang tapi perkara tugas mata kuliah belum kelar pun perlu ada negosiasi, hehe. Perlu ada komunikasi, biar apa? Biar bisa menentukan langkah selanjutnya. Duh jadi muter-muter gini sih.

Intinya gini, ketika ada waktu mengobrol dengan dosen, kamu bisa utarakan bahwa saat ini kamu sedang nyambi kerja sebagai x atau bekerja di perusahaan y. Kapan bisa mengobrol tentang hal itu? 

Misal saat dosen meminta kamu dan teman-teman datang seminar jam 12 siang, tapi kamu bisa sampaikan bahwa kamu datang jam 13 siang karena paginya harus liputan, disuruh kantor. Toh biasanya kalau seminar jam 12, didahului makan siang lalu baru akan mulai jam 13 kan?

Atau ketika sedang bimbingan skripsi, saya sering banget izin dulu karena ada jadwal kerja jam segini, jam segitu. Pokoknya pintar-pintar cari celah saja. Syukur-syukur dosen bisa terima kan. Kalau enggak, bagaimana? Ya risiko. Inilah yang saya sebut "harus ada yang dikejar dan dikorbankan sekaligus".

Semua pilihan ada di tanganmu.

Ingat Tujuan Awal Kuliah: Harus Lulus!
Sudah dapat pengalaman dan ilmu di lapangan, dapat uang lagi! Uangnya bisa dipakai beli sepatu bermerk pula. Nikmat mana yang kau dustakan wahai anak kuliah semester 4? Hehehe.

Satu hal yang enak dari kuliah sambil kerja dengan bayaran segitu adalah kita bisa sedikit bersenang-senang. Ya bisalah sekali-dua kali menghadiahi diri sendiri meski hadiah itu mungkin saja hal yang biasa buat orang lain. Selain itu, bisa bayar uang semester kuliah sendiri dan keluar rumah enggak minta uang ongkos dan jajan ke orangtua waktu itu jadi kebahagiaan sendiri. Cukup bahagia karena ikut sedikit mengurangi beban mereka.

Tapi... tentu saja jangan terbawa arus. Mentang-mentang sudah bisa menghasilkan uang, jadi lupa tujuan utama kuliah: harus lulus dan wisuda.

Terus bagaimana nasib saya? Lulus enggak kuliahnya? 
 Alhamdulillah lulus Mei 2017. Waktu yang sangat lama untuk sebuah wisuda sebenarnya :)

Di part ini, saya sepertinya salah langkah. Oh bukan, bukan salah. Tapi terlalu lama melangkah dan sibuk bekerja sebagai copywriter jadi ketika mau garap skripsi lagi, sudah kelelahan. Akhirnya butuh waktu 7 tahun buat lulus. Sebuah kejadian yang kalau bisa jangan dicontoh tapi yaaa setiap kejadian, tentu ada alasannya masing-masing hehehe.
Jadi, inget ya, jangan kelamaan lulus!

Pakai Gawe App Biar Tepat Menemukan Pekerjaan
Karena sekarang jamannya serba pakai aplikasi, ternyataaa nyari kerja sambilan pun bisa pakai itu. Asli, ini sih enak banget. Kamu enggak usah panas-panasan cari kerja keluar, merhatiin papan pengumuman di tiap fakultas untuk cek apakah ada lowongan freelance atau tidak.

Serius, kamu tinggal unduh aplikasinya gratisnya di Playstore via Androidmu dengan keyword Gawe. Nanti akan muncul aplikasi warna kuning dengan logo huruf "g". Aplikasi pencari kerja GaweDulu ini baru  diluncurkan 17 November 2017 kemarin! Jadi masih fresh from the oven, makanya wajib banget kamu coba, siapa tahu bisa bantu kamu bertemu jodoh (pekerjaan) ya kan?

Cara pakai aplikasi ini juga mudah dan friendly banget. Kamu tinggal sign up, isi biodata (termasuk ktp dan fotomu), jadi deh!

Kamu bisa berselancar kapan saja di aplikasi ini buat cari pekerjaan tambahan. CEO Gawe App, Elroy Hafidi Hardoyo mengaku aplikasi ini dibuat akan bisa mempertemukan antara pencari kerja dan penyedia lapangan pekerjaan dalam satu genggam digital.

Yang ditekankan dalam aplikasi ini adalah para pencari kerja yang realtime, yang memang lagi butuh pekerjaan dalam waktu dekat. Makanya, menurut saya aplikasi ini cocok banget buat mahasiswa yang mau nyambi kerja.

Pilihan kuliah sambil GaweDulu ini balik lagi ke diri masing-masing yaaa. Kalau kamu merasa bisa mengatur dengan baik waktunya, silakan dicoba. Yang pasti, kamu yang tau diri dan kapasitasmu. Semua semakin mudah kalau kamu pakai Gawe App :)

Selamat mencoba, para mahasiswa!

Related Articles

1 komentar:

  1. Nyari kerja buat sambi2 kuliah jadi makin gampang ya sis sejak ada gawe app
    Btw ema keren!
    Setelah gue perhatiin yah em, semua orang punya goals dan timeline masing2 kayak berapa lama kulia, kapan mau kerja ataupun menikah. Eaaa wkwkwkkwk

    Makin kece nih naq kumparan

    ReplyDelete